Merendah diri

Setiap manusia dilahirkan sebagai pemimpin, terutama memimpin dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan yang belum diketahui akhir keberlangsungannya. Sikap
positiflah yang dapat menghindari pertanyaan kapan akhir dari keberlangsungan manusia untuk hidup, karena kehidupan ini adalah proses mencapai kehidupan yang hakiki tanpa adanya kenegatifan yang trjadi nantinya, maka wajarlah
jika sang Maha Pencipta mengarah kan manusia untuk menjadi yang terbaik dengan menjadikan Al Qur'an dan Hadits sebagai undang-undang dalam menjalani kehidupan agar dapat menikmati kehidupan yang baik nantinya.

Slah satu sikap yg direkomendasikn dalam undang-undang tersebut adalah sikap merendah diri, merendah diri itupun harus karena Allah SWT dan bukan karena makhluk lainnya atau mengharapkn
pujian dari orang lain yang pada
hakikatnya pujian tersebut hanyalah milik Allah SWT.

Merendah diri kepada Allah tidak
akan menjadikan derajat manusia rendah dan hina dalam kehidupan nya, bahkan sebaliknya yaitu akan
mengangkat derajat manusia pada tingkat keridloan Allah, dalm artian sikap merendah diri adalah upaya pendekatan diri kepada Allah yang akan mendapat respon positif dari
Allah, sebagaimana sabda
Rasulullah saw:

Siapa yang merendah diri kepada Allah, maka Allah akan mengangkat
kedudukannya yang tinggi dan
mulia" (Riwayat Abu Nu'aim)\
Pada kenyataannya, masih banyak manusia yang lupa akan sikap merendah diri tersebut, bgi mereka merendah diri hanya kepada Allah dengan melakukan sholat saja, ternyata tidk. Merendah diri kepada
Allah SWT adalah sikap yang tidak mengambil hak Allah sebagai Maha Pencipta, Maha Benar, Maha atas segala daya upaya di dunia dan akherat. Jadi manusia yg merendah diri tidak boleh merasa benar sendiri, sehingga dengan mudah memvonis orang lain salh, kafir, murtad dan lain sebagainya.

Karena orang yang masih dalam proses menjalani kehidupannya bukanlah akhir dari segala perbuatannya, tidak menutup kemungkinan seiring dengan perjalanan waktu akan berubah dan lebih baik serta tidak menutup kemungkinan juga bagi yang merasa benar suatu saat akan lebih buruk dari orang yang dia vonis. Dapat diambil hikmah cerita seorang
pelacur yang masuk surga?bertahun-tahun dia menjalani
kehidupannya dengan penuh dosa dan menjadi hinaan masyarakat, akhirnya dengan waktu singkat ia mendapatkan surganya Allah karena
keikhlasannya memberikan
minuman kepada anjing yang
kehausan. Tidak sedikit juga,
orang yang merasa baik dan
benar dalam beribadah tapi
malah mendapatkan murka
Allah SWT. Naudzubillahi min
dzalik....

Bermacam-macam perbedaan dlam menyikapi hidup, tapi bukan berarti akhir dari hidup juga berbeda atau sebaliknya, tidak semua kesamaan manusia dalam beribadah kepada Allah akan memiliki kesamaan
derajatnya dihadapan Allah. Maka, sebagai manusia yang tidak lepas dari kesalahan dalam bermuamalah, beribadah dan beraqidah kita dituntut untuk merendah diri kepada Allah dengan tidak semena-mena kepada orang yang memiliki
perbedaan dengan kita, karena
pada hakikatnya perbedaan adalah Rahmt dari Allah untuk mnyatukan manusia dan saling menghargai satu sama lain alat pencapaiannya.
Semoga Bermanfaat..!!!

Empat Anugrah yang bisa membawa Derita

BANYAK orang yang INGKAR kepada Allah...

Tetapi mereka HIDUP MAKMUR dan BEBAS. BANYAK orang yang men SEKUTUkan Allah...

Tetapi mereka TIDAK diHUKUM oleh Allah dengan SEGERA. BANYAK orang yang TIDAK SHOLAT dan berZAKAT...
Tetapi mereka HIDUP MEWAH di
DUNIA...

Dan banyak orang yang berIMAN
dan berTAKWA...
Tetapi mereka hidup di dalam
PENJARA. Bnyak orang yang SHOLEH
berAKHLAQ MULIA... Tetapi mereka hanya hidup SEDERHANA dan seADAnya... Sebagian orang yang tidak berHIKMAH mengatakan Allah
tidak ADIL...

Mengapa orang-orang yng INGKAR kepada Allah TIDAK diHUKUM Seperti kaum Nabi Nuh, kaum ’ Ad, kaum Tsamud, kaum Nabi Luth dsb.

"Maka tidaklah menjadi peTUNJUK bagi mreka (kaum musyrikin brapa banyaknya Kami memBINASAkan umat-umat SEBELUM mereka, pdahal
mereka berJALAN (di bekas-bekas) tempat TINGGAL umat-umat itu?

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orng yang berAKAL." (QS. Thaahaa, 20:128) !

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami SIKSA disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya HUJAN BATU kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa dengan SUARA yang KERAS yang mengGUNTUR, dan
di antara mereka ada yang Kami
BENAMkan ke dalam bumi, dan
di antara mereka ada yang Kami
TENGGELAMkan, dan Allah sekali-
kali tidak hendak mengANIAYA
mereka, akan tetapi MEREKAlah
yang mengANIAYA diri mereka
sendiri." (QS. Al 'Ankabuut, 29:40) !

Sahabat Hikmah...

Ummat Nabi Muhammad berBEDA dengan ummat Nabi terdahulu,
Ummat trdahulu langsung mndapat BALASAN di DUNIA...

Tetapi Ummat Nabi Muhammad
(sekarang) diberi TANGGUH..., Jadi jangan BANGGA bila berbuat DOSA...
Dan Allah masih membukakan
pintu-pintu RIZKI. Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah masih memberikan
keSEHATan BADAN. Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah tidak memperLIHATkan DOSA-DOSA semasa di DUNIA. Jngan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah tidak mengHUKUMnya di DUNIA. Sa'ad bin Hilal Rahimullah
pernah berkata ; " Bila manusia ( umat Muhammad ) berbuat DOSA,
maka Allah TETAP memberikan 4
ANUGERAH kepadanya yaitu :

1. Dia tidak terhalang untuk menda patkan RIZKI.

2. Dia tidak terhalang untuk menda patkan keSEHATan BADAN.

3. Allah tidak akan mmperLIHATkan DOSAnya semasa di DUNIA.

4. Allah tidak mengHUKUMnya di
DUNIA . Karena ANUGERAH tersebut bisa membawa DERITA... Bila tidak
dimanfaatkan dengan seBENARnya...
Bila tidak berSYUKUR dan brTAUBAT..
Bila tidak digunakn untuk keBAIKan dan keTAKWAan... Jadi janganlah SILAU melihat orang yang berBUAT DOSA... Tetapi Allah membukakannya
pintu RIZKI, Allah memberikannya
keSEHATan BADAN, Allah masih men jaga keMULIAannya, Mereka BEBAS bergerak di DUNIA, Dan Allah tidak mengHUKUMnya dengan SEGERA.
Allah swt berfirman kepada Nabi
Muhammad saw:
اَل
َكَّنَّرُغَي
ُبُّلَقَت
َنيِذَّلا
اوُرَفَك يِف
ِداَلِبْلا
ٌعاَتَم
ٌليِلَق َّمُث
ْمُهاَوْأَم
ُمَّنَهَج
َسْئِبَو
ُداَهِمْلا
Janganlah sekali-kali kmu trperdaya oleh keBEBASan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.Itu hanyalah keSENANGan sementara,
Kemudian tempat tinggal mereka ialah JAHANNAM; dan Jahannam itu adalah tempat yang seBURUK-BURUK-buruknya. ” (QS. Ali Imran :
196-197)
اَلَو
َّنَبَسْحَي
َنيِذَّلا
اوُرَفَك
اَمَّنَأ
يِلْمُن
ْمُهَل ٌرْيَخ
ْمِهِسُفْنَأِل
اَمَّنِإ
يِلْمُن
ْمُهَل
اوُداَدْزَيِل
اًمْثِإ
ْمُهَلَو
ٌباَذَع
ٌنيِهُم
Dan janganlah sekali-kali orng-orng kafir menyangka, bahwa pemberian TANGGUH kami kepada mereka adlh lebih baik bagi mereka Sesungguh nya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya brTAMBAH-
TAMBAH DOSA mereka;

dan bagi mereka ADZAB yang meng HINAkan. ” (QS. Ali Imran :178)
َنوُبَسْحَيَأ
اَمَّنَأ
ْمُهُّدِمُن
ِهِب ْنِم
ٍلاَم
َنيِنَبَو
ُعِراَسُن
ْمُهَل يِف
ِتاَرْيَخْلا
ْلَب اَل
َنوُرُعْشَي
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami berSEGERA memberikan keBAIKan-keBAIKan kepada mereka? Tidak, Sebenarnya
mereka tidak sadar.” (QS. Al
Mukminun : 55-56)
َنِّيُز
َنيِذَّلِل
اوُرَفَك
ُةاَيَحْلا
اَيْنُّدلا
َنوُرَخْسَيَو
َنِم
َنيِذَّلا
اوُنَمَآ
َنيِذَّلاَو
اْوَقَّتا
ْمُهَقْوَف
َمْوَي
ِةَماَيِقْلا
ُهَّللاَو
ُقُزْرَي ْنَم
ُءاَشَي
ِرْيَغِب
ٍباَسِح
“Kehidupn DUNIA dijadikn INDAH dalam pandangan orang-orang KAFIR, dan mereka memandang HINA orang-orang yang berIMAN. Padahal orang-orang yng brTAKWA itu lebih MULIA daripada mereka di HARI KIAMAT. Dan Allah memberi
RIZKI kepada orang-orang yang
dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. Al Baqarah : 212) Dan Allah swt berfirman tentang orang kafir :
يِلْمُأَو
ْمُهَل َّنِإ
يِدْيَك
ٌنيِتَم
“Dan Aku memberi TANGGUH
kepada mereka. Sesungguhnya
RENCANA-Ku amat TEGUH. ” (QS.
Al A'raf : 183)
اَلْوَلَو
ْنَأ َنوُكَي
ُساَّنلا
ًةَّمُأ
ًةَدِحاَو
اَنْلَعَجَل
ْنَمِل
ُرُفْكَي
ِنَمْحَّرلاِب
ْمِهِتوُيُبِل
اًفُقُس ْنِم
ٍةَّضِف
َجِراَعَمَو
اَهْيَلَع
َنوُرَهْظَي
Dan sekiranya bukan Karena hndak mengHINDARi manusia menjdi UMAT yang SATU (dalam keKAFIRan), tentulah kami BUATkan bagi orang-orang yang KAFIR kepada Tuhan yang Maha Pmurah LOTENG-LOTENG PERAK bagi RUMAH mereka dan (juga) TANGGA-TANGGA (PERAK) yng
mereka menaikinya. ” (QS. Az
Zukhruf : 33) Jadi bila kita telah LALAI dan berBUAT DOSA... MANFAAT kanlah 4 ANUGERAH Allah kepada Ummat Nabi Muhammad tersebut,
Untuk berTAUBAT dn mperBAIKi diri serta berAMAL SHOLEH... Karena sesungguhnya 4 ANUGERAH trsebut adalah KASIH SAYANGnya... Buat orng yang berTAUBAT dn brTAKWA. Dan karena sesungguhnya 4
ANUGERAH tersebut adalah PENANGGUHAN Allah... Buat orang yang TETAP berDOSA agar SEMAKIN MERANA di NERAKA. Dan katakanlah:
Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (brIMAN) hndaklah ia berIMAN,
dan barangsiapa yang ingin (KAFIR) biarlah ia KAFIR". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orng-orng ZHALIM itu NRAKA, yang GEJOLAKnya MENGEPUNG mereka. Dan jika mreka meminta MINUM, niscaya mereka akan diberi MINUM dengan AIR seperti BESI yang menDIDIH yang
mngHANGUSkn muka. Itulh MINUMn yang paling BURUK dan TEMPAT ISTIRAHAT yang PALING JELEK. (QS Al-Kahfi :29) Allaahumma sholli 'ala
Muhammad Wallahu ’alam bi showab Semoga mendapatkan HIKMAH yang banyak.
BC**JSIKURMA

Nasehat para Ahli Bijak

ULAMA BIJAK BERKATA :

1. Barangsiapa tidak takut kepada Allah , niscaya dia tidak akan selamat dari kesalahan berbicara.

2. Barangsiapa tidak takut akan per temuannya dengan Allah , niscaya hatinya tidak akan selamat dari barang haram dan syubhat

3. Barangsiapa tidak memutuskan
pengharapannya kepda orang lain niscaya dia tidak akn selamat dari sifat tamak.

4. Barangsiapa tidak memelihara amalnya, niscaya ia tidk bisa selamt dari sifat riya'

5. Barangsiapa tidak memohon per tolongan kepada Allah agar dijaga hatinya, niscaya ia tidak akan
selamat dari penyakit hasud.

6. Barangsiapa tidak melihat kepda orang yang lebih utama daripada dia dalam ilmu dan amalnya , niscaya ia tidak akan bisa selamat dari sifat ujub.

Hasan Basri ra berkata:

"KERUSAKAN HATI MANUSIA itu di sebabkan oleh enam faktor, yaitu :

1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan nanti dosanya diampuni;

2. Memiliki ilmu tapi tidk diamalkan nya;

3. Apabila beramal tidak ikhlas

4. Memakan rezeki Allah tapi tidak pernah bersyukur

5. Tidak ridha dengan pemberian Allah

6. Sering mengubur orang mati, namun tidak mau mengambil pelajaran dari kematian tersebut.
ENAM TANDA TOBAT DITERIMA .
Seorang ahli bijak pernah ditanya:

Jika ada seorang hamba bertobat, apakh dia bisa mngetahui tobatnya
diterima atau tidak? " .

Dia menjawab;

Aku tidak bisa menghukuminya ,hanya saja tobat yang diterima itu
memiliki tanda-tanda yaitu:

1. Tidak merasa dirinya terpelihara dari kemaksiatan.

2. Hatinya melihat bahwa kegem biraan itu jauh, sedang kesedihan itu dekat.

3. Snang berdekatan dengan orang orang yang berbuat baik, sekaligus menjauhi orang orang yng berbuat
buruk.

4. Memandang hartanya yng sedikit terasa banyak dan memandang amal akhiratnya yng banyak terasa sedikit

5. Sibuk dengan ketaatan kepada Allah dan tidak menyibukkan diri dalam mengais rezeki yang telah
dijamin Allah

6. Slalu memelihara lisannya sering bertafakur serta mencemaskan dan menyesali dosa yang pernah
dikerjakannya. ENAM TIPUAN DALAM
LAMUNAN Yahya bin Muadz berkata :

Menurutku tipuan yg paling besar dalam mengharapkan datangnya Rahmat Allah adalah :

1. Senantiasa berbuat dosa dengan harapan dosanya diampuni Allah tanpa disertai penyesalan.

2. Merasa dekat dengan Allah tanpa ada Usaha beribadah dan Taat kepadanya.

3. Menanti kenikmatan surga dengan menabur benih-benih siksa neraka.

4. Mencari tempat kembali orang yang taat ( yaitu surga) dengan melakukan kemaksiatan.

5. Menanti pahala tanpa beramal.

6. Mengharapkan Rahmat Allh dgan melakukan perbuatan yg mlampaui
batas

"SESUNGGUHNYA KALIAN HANYA DIBERI BALASAN MENURUT AMAL YANG KALIAN KERJAKAN " (Qs At-thurr: 16 dan Qs At-tahriim :7)
(sumber : Imam Nawawi Al-Bantani Nashaihul Ibad, nasehat-nasehat untuk para hamba menjadi santun dan bijak ")

..................BC*JSIKURMA....................

http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&username=facicons

http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&username=facicons

Jika Bumi telah Di Guncangkan

….- idzaa rujjati al-ardhu rajjaan - wabussati aljibaalu bassaan -
fakaanat habaa-an munbatstsaan”…|

apabila bumi digoncangkan
sedahsyat-dahsyatnya,dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh luluhnya, maka jadilah ia debu yng beterbangan [QS Al
Waqi ’ah 4-5-6]
---------------------

Lalu bebatuan itu merintih. sejak kemarin api memukul-mukulkan wajahnya di bebatuan. di sungai yang mengalirkan darahnya kubaca keperihan bumi: yang tak tahu di mana lagi menyimpan kesumat ini?
begitu jauh aku terdampar di tanah yang tak lagi mengenalku bahkan aku makin asing pada pesta kema tianku yg bakal tiba ingin kumasuk lebih dalam untuk mengaduk-aduk udara yang panas!

Ya Rabb, di dunia-Mu yang semarak ini kenapa aku seperti tak mencium aroma manusia?

lalu bebatuan itu mrintih. matahari memandang garang di ujung jalan
yang akan memisahkan dunia ini
dengan dunia yang lain.

Gunung…

aku tak lagi paham dengan suara merdu dan rintihmu. ketika jiwamu bertengkar dengan maut di malam sunyi ini inilah perjalanan panjang bagi bebatuan. setelah hari-hari ditikam sejuta pisau waktu. tak ada lagi sesal dan harapan udara telah membawa senyum dan tangis pelayat ke dalam doa yang beterba ngan lalu bebatuan itu merintih.
tak ada lagi snyum yg dinyanyikan sungai jernih beraroma daun.
La hawla wala quwwata ila billah
--------------------

Bumi adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai fondasi, seperti
tanah misalnya.

Kata ‘rajja’

berarti mengguncangkan. Setiap
orang menginginkan stabilitas atau kemapanan, entah dalam rumah,
pergaulan dan hubungan, atau dalam perekonomian. Akan tetapi, orang-orang yng mencari stabilitas mutlak mengetahui bahwa yang demikian itu hanya dijumpai bila ada keimanan dan ketawakalan kepada Allah. Segala jenis stabilitas lainnya bersifat relatif. Sekalipun hal itu mungkin brlangsung selama hayatnya masih dikandung badan, sang pncari kebenaran pun menge tahui bahwa dunia dn alam semesta
sesungguhnya tengah menempuh perjalanan, dan bahwa fondasi
yg dijadikannya untuk membangun keamanan relatifnya bisa saja ter guncang dan dicabut dari dirinya.
Sewaktu mengalami guncangan, fondasi relatif yang rapuh, setelah
memenuhi tujuannya dalam siklus penciptaan ini, sudah berakhir. Bagi seseorang yang tengah menempuh jalan itu, kesengsaraan seperti itu dipandang sebagai bukti langsung cinta Allah Yang Mahabenar kepada dirinya. Karena itu, ia pun mencari fondasi yang lebih baik hingga ia
mnemukan fondasi sejati dari sgala fondasi. Massa yang padat, yang mencapai keseimbangan sesudah bumi mnjdi dingin, dgn mmberinya stabilitas relatif, akn hancur beter bangan dan berhamburan menjadi debu.

Orang beruntung yang memiliki intelek mulai menyadari bahwa apa yang dipahaminya sebagai ketang guhan fondasinya hanya ada dalam benaknya saja. Tak ada ssuatu pun di dunia ini yang abadi, entah kesehatan, kkayaan, maupun anak-anak.

Sesudah hal itu diketahui, kesadarn,
kesegeraan, dan urgensi pencarian kbenaran menjadi kesibukn utama dalam kehidupannya, dan seluruh aspek lainnya menjadi sekunder dn, krenanya, bisa ditrima kefanaannya.
Setelah fondasinya diguncang dan dihancurkan, terbangunlah sebuah
fondasi yang baru dan lebih kuat.
Ukuran hal-hal duniawi berpijak pada faktor-faktor waktu spesifik
yang sangat berbeda bila ada keberpalingan hati, yg menimbulkan
perubahan situasi seseorang. Ini adalah masalah sikap. Dihalaunya
hati dari dunia ini memang benar-benar sebuah peristiwa besar. Ini
adalah pngantar mnuju pengalamn tentang kehidupan sesudah mati.
Maka, hati pun tercerabut sepenuhnya dan memasuki keadaan
melampaui kebebasan.

Sebab, kebebasan hanya bermakna krena ada blenggu. Manusia mmpu mmahmi keadaan ini scra intelektual
dan eksperiensial hingga berbagai tingkatan kejelasan. Misalnya saja,
berbagai realitas kasatmata yang paling solid dalam kehidupan ini
adlh gunung-gunung yg mlabuhkn jubah bumi. Jika entitas entitas yng dipandang paling solid ini bisa dibebaskan, maka perhatikn hal-hal yang sama rapuhnya dngn segenap
pergaulan atau pemikiran.

"Lalu gunung-gunung itu pun berubah menjadi debu beterbangan
dan berhamburan."

Ktika peristiwa akhir itu terjadi, ada aliran-aliran pasti yang ke dlamnya setiap orang dipisahkan. Dalam dunia ini, alirn-alirn itu tidk diuraikn dgn jlas karna kita mempersepsikan segala sesuatu dalam berbagai tingkatan relatif, dan relativitas itu
mengaburkan berbagai uraian itu.
Wallahu a’lam bishowab

..............BC**JSIKURMA.................

Tesentaknya Hati Dahsyatnya Tegoran

Banyak yang tidak menyadari betapa pentingnya tobat Banyak juga yang tidak mengerti hakekat tobat Bila itu saja mereka tidak tahu, mungkinkah mereka bisa bertobat dengan ilmu dan amal? Atau menjadikannya Solusi hidup?

Padahal setiap kali Allah mencurah kan kasih sayang-Nya Pada orang yang bertobat Pastilah mereka itu orang yang istimewa disisi-Nya Siapa saja yang menanam kmuliaan smangat dlam jiwanya Lalu tumbuh semangat itu Maka jiwanya akan dijauhkan dari segala kotoran,

Siapa saja yang konsisten dengan tekadnya, lalu ia maju terus Maka jiwanya akn melompat dari ketidak bahagiaan.

BERSEGERALAH MENUJU ALLAH Berla rilah meninggalkan kemaksiatan Tinggalkan semua dosa, syetan, serta nafsu rendah Tinggalkan dunia, syahwat, harta benda dan kekuasaan Yng dapat menyebabkn keburukan Bebaskan diri dari azab , Kesepian dan keterasingan

"Sesungguhnya Jika Allah mencintai hmbanya Dia tunjukkan jaln mnuju kebenaran"

"Sesungguhnya Allh mnjaga hamba Nya Yang mukmin didunia karena dia mencintai-Nya Lalu bila diri ini belum juga tergerak untk bertobat Apakah Allah telah melupakan kita?

Apakah Allah tidak lagi peduli kebe radaan kita? Apakah Allah tidak lagi mencintai kita? Apakah Allah telah membiarkan kita? Apakah sudah ter tutup tabir antara hamba-Nya dgn Allah?

Dosa-dosa besar dalam hati mem bntuk tabir itu... Padahal Jln mnuju Allah hanya dapat ditempuh dngan hati Dosa-dosa hati yang tersem bunyi memutus jalan menuju Allah Ampuni hamba Ya Rabb... Ya
Rahman... Ya Rahim...

Jangan biarkan diri ini terlelap dlm tidur panjangnya Singkapkan tabir ini ya Rabb Ketika diri menganggap remeh dosa yang rutin dilakukan...

ketika diri Menganggap kecil dosa Ketika diri merasa senang dengan dosa Ketika diri menyepelekan per lindunganmu Menginspirasi dosa dan pamer dosa...

Ya Allah apakah hati ini sudah mati? Ktika diri ini tidak lagi takut brbuat dosa Ketika hati tidak lagi tergetar ketika disebut nama-Mu Ketika hati dan Diri ini bangga dengan dosa-dosa Ketika airmata Tobat tidak lagi mnetes dipipi ini... Ya Rabb Ampuni diri ini...

Singkapkan tabir antara hmba dgn MU Ya Allah Saat diri ini terjatuh... Saat diri mengalami kemerosotan Iman... Saat hati terbolak-balik... Saat diri msih bisa trtawa ditengah dosa-dosa... Ya Rabb apalagi yang tersisa dari diri ini?

Apalagi yang bisa dibanggakan ?

Ketika kaki melangkah dibumi- MU Bila Pemilik Bumi ini tidak lagi Ridha Jalan yang mana akan kutuju?

Jngan jadikn diri ini BANGKAI HIDUP Yang berjalan dibumi Jangan biarkn hamba-Mu Jadi penduduk neraka yang berjalan dibumi-Mu Tnpa tahu arah dan tujuan Untuk apa hidup dan Arti hidup... Ya Rabb... Hamba kembali... Bersujud dihadapan-MU Memohon Ampunan-Mu Memohon kasih sayang- Mu Memohon perlin dungan- Mu dan Ridha-Mu...

Andaikan mungkin Ya Allah Hamba ingin terlahir kembali Hamba ingin Engkau Bangga Menatap hamba-mu dengan tatapan kasih Menatap hamba-Mu dengan tatapan sayang dan cinta Menjadi hamba Yang engkau banggakan pada malaikat-malaikat-MU Agar TIDAK SIA-SIA Engkau menciptakanku.... Ya Allah...

Raihlah aku dengan cinta-Mu Agar diri ini bertobat, Kembali ke jalan-MU, Melangkah di jalan-MU Bersama orang-orang yang bertaubat... Ber sama orang-orang yang engkau cintai...

'SESUNGGUHNYA ALLAH CEMBURU (MEMBENCI) DAN KECEMBURUAN ALLAH YAITU DENGAN DATANGNYA SESEORANG MUKMIN TERHADAP APA YANG DIHARAMKAN OLEH ALLAH KE PADA-NYA. SESUNGGUHNYA SSORANG TIDK AKN MEMASUKI SURGA KECUALI DENGAN JIWA YANG SELAMAT (BAIK) .(HR Bukhari Muslim) DIBRI DINDING (PAGAR) NERAKA ITU DNGN SYAHWAT (YAITU YANG MERANSANG KEJALAN KEBURUKAN) DAN DIBERI DINDING SURGA ITU DENGAN SESUATU YANG DIBENCI (mis: Malas Melakukan kebaikan) (HR Bukhari-Muslim) BARANGSIAPA YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH UNTUK DIBERI KBAIKAN, NISCAYA ORNG ITU AKN MEMPER DALAM AGAMA ISLAM (HR Bukhari-Muslim)

*BC/27 /08 /09 *JSIKURMA

Hati hati dengan pujian

Pujian adalah salah satu bahaya
lidah . Dalam beberapa hal pujian trlarang dan diharamkan. Ada enam bhaya pujian, empat bahaya brada pada diri orng yng memuji dan dua bahaya brada pada orang yg dipuji atau org yg mendngr pujian.

1. Bahaya pertama yang terdapat pada si pemuji adalah kedustaan.
Dalam hal yang berlebih-lebihan, perbuatan itu umumnya cendrung jatuh kedalam kedustaan. Khalid bin
Mi ’dan berkata ,

“Barangsiapa memuji di depan
orang banyak seorang penguasa
atau seseorang yang sebenarnya
tidak punya kualitas seperti pujian tersebut, maka Allh akan membang kitkn orang tersebut sulit berbicara disebabkan lidahnya ketika Hari Kiamat.

2. Riya. Bahaya kedua pujian pada diri orang yang memuji adalah riya.
Kadang-kadang cinta diungkapkan dengan pujian nmun cinta itu tidak meresap kedalam hati dan si pemuji tidak merasa yakin pada setiap uca pannya. Oleh sebab itu ia menjadi orang yang riya atau nifaq

3 . Orng yng dipuji kadang kadang tidak mengetahui apakah dirinya mempunyai kualitas seperti yang dipujikan itu atau tidak. Diriwayatkn
bahwa suatu hari sseorang memuji orang lain dihadapan Rasulullah SAW. Mendengar pujian itu , beliau
kemudian berkata kepada orang
yang memuji :

Engkau telah memotong leher sau dramu. Seandainya ia mndengar
pujianmu itu , ia tidak akan mempe roleh keselamatn (keberuntungan).
Kemudian beliau bersabda,

Apabila engkau hndak memuji sese orang hendaklah berkata ,

Aku tahu dia begini atau dia begitu. Sesungguhnya Allah lah yang Maha Tahu apakah orang itu betul-betul
suci atau kotor. Aku tidak mungkin mengatakan secara berlebihan ten tang apa yang Allh ketahui tentang
seseorang.

Maka jika kita berkata seseorang
adalah orang yang saleh, bertakwa, dermawan, adalah brbahaya. Suatu kali Umar menyaksikan seseorang memuji orang lain. Lalu dia berkata
kepada si pemuji,

Pernahkah engkau menempuh per jalanan bersamanya? “ Katanya,
“belum !” ‘Umar bertanya lagi, “Apakh engkau tetangganya sepanjang pagi dan petang ?” . Jawabnya lagi, “Bukan”. Kata Umar slanjutnya, “Demi Allah , aku
rasa engkau belum mngenalnya ”.

4. Orang yang dipuji boleh jadi
sorang penzalim dan/atau sorang fasik ( orang yang biasa melakukan maksiat dan dosa besar). Memuji orang yang zalim atau fasik dalam hal demikian tidak dibenarkan atau tidak halal.

Rasulullah SAW telah bersabda,
“ Sesungguhnya Allah akn murka ketika mendengar seorang fasik di puji. Hasan Al- Bashri berkata,

“ Barangsiapa seseorang berdoa agar seorang zalim panjang umur, maka dia telah berbuat maksiat kepada Allah didunia ’

5.Orang yang dipuji akan mempe roleh dua bahaya karena pujian yang diberikan kepadanya. Pujian itu dapat menyebabkan kesombo ngan dan kebanggaan pada diri orang yang dipuji. Kedua hal itu dapat menghancurkan dan membi nasakan diri orang yang dipuji.

6.Bahaya kedua ketika seseorang memuji orang yang dipuji menjadi sangat bergembira dan merasa ter sanjung dengan itu ( maksudnya :

merasa dirinya sudah baik) . Akibat bagi orang yang dipuji adalah
meninggalkan upaya meningkatkan diri karena menganggap dirinya telah mncapai puncak kebaikan dan
kemajuan. Orang yang menyadari bahwa dirinya masih memiliki kele mahan dan kekurangan niscaya akan terus berusaha memperbaiki dirinya, memperbaiki perilakunya dan akhlaknya. Oleh karena itu Rasulullah mencela orang yang memuji orng lain dengan sabdanya,

“ Engkau telah memotong leher
tmanmu. Jika ia mendengarnya dan mengakuinya, maka ia tidak akan memperoleh keselamatan dengan kesombongan dirinya itu )”
Dalam hadis lainnya bliau bersabda,

Jika engkau memuji seseorang dihadapannya, bayangkan bahwa engkau tengah melewatkan pisau yang tajam pada ( memotong)
lehernya .

Sabda Rasulullah lainnya, “lebih baik menyerang seseorang dengan pedang yang tajam daripada memu jinya dihadapannya. Apabila orang yang memuji maupun orang yang dipuji selamat dari bahaya-bahaya ini, maka pujian tidak dilarang, yng , oleh karena itu , Rasulullah sering memuji para sahabatnya. Beliau bersabda mengenai Abu Bakar RA,

“ Seandainya Iman Abu Bakar
ditimbang dngn iman org diseluruh dunia , maka keimanannya lebih berat .

Tentang Umar RA beliau pernah
bersabda : Seandainya aku tidak diutus sebagai nabi, Umarlah yang akan diutus sebagai nabi Dengan pujian ini, para sahabat tidak lantas mnjadi bangga dan sombong ttapi telah membuat mereka rendah hati.
Sabda nabi SAW:

”Aku adalh pemimpin dn pnghulu Bani Adam dan tidak ada kesom bongan pada yang demikian itu ”. Dngn perkataan lain, beliau menga takan pernyataan itu bukan karena hendak mnyombongkan diri seperti
yang diucapkan oleh kebanyakan manusia. Ketika pada suatu hari beliau mndengar org banyak mmuji seorang yang meninggal, beliau bersabda :

“ Dia berhak menerima pujian
tersebut. Mujahid RA berkata) Bagi
setiap Bani Adam ada teman dari bangsa malaikat. Jika sorng muslim menyebut nyebut tentang amal baik Muslim lainnya, para malaikat
akan berkata

“Wahai Bani Adam, jagalh rahasia diantara ragasia-rahasia, tetap ridha
dengan apa yang ada padamu, dan pujilah Tuhanmu yang telh mnjaga rahasia hal-hal yang rahasia pada dirimu

KEWAJIBAN PADA ORANG YNG DIPUJI

Orang yang di puji harus menyela matkan diri dari rasa sombong, angkuh, memuji diri dan kemalasan untuk memperbaiki diri. Seseorang
tidak akan dapat menyelamatkan diri dari kjahatan tersebut jika tidak
menyadri tujuan puncak dn akibat dari semua prbuatannya.

Rasulullah pernah bersabda:

Lemparkan debu kemuka orang yg memuji Seorang Ulama , Sufyan bin
‘ Uyainah berkata ,

“Orang yng betul-betul mengenal
dirinya tidak mungkin terpengaruh oleh pujian. ”

Ketika seorang yang saleh dipuji
oleh orang banyak maka dia
akan berkata :

” Ya Allah hamba-hambamu ini datang kpadaku dengan membawa
kebencian-MU “.

Seorang saleh lainnya di puji orang banyak , maka dia berkata ,

“Ya Allah mereka tidak tahu tentang aku”. Pda suatu hari Ali KW dipuji , kemudian dia berkata ,

“Ya Allah ampunilah aku atas apa yg mereka katakan. Jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka katakan tentang aku.

Seseorang memuji Umar RA yang , ktika mendengar pujian itu brkata ,

“Engkau tengah menghancurkan aku “

NOTE:

Jika kita mendapat pujian sedang itu tdk ada pada diri kita, maka kita dianjurkan untuk berdoa ; Rabbi laa tu-aakhidzniy bimaa yequwluwn, wagh fir liy maa laa ya'lamuwn, waj 'alniy khairan minmaa ydunnuwn! Artinya :

Ya Allh, jnganlah Egkau menyiksaku dengan sebab perkataan orang-orang terhadapku dan ampunilah aku dari apa yang mereka tidak
ketahui dan jadikanlah diriku lebih baik dari apa yang mereka anggap terhadapku . Namun jika pujian orang itu memang ada pada kita , kita katakan :

Alhamdulillaahil ladziy adzharal jamiylata wa satarol qobiyhah.
Artinya : Segala puji bgi Allh yg telh mnampakkn hal yg baik" dari diriku dn mnutupi kjeleknnya Wllahualam bishawab (Sumber : Imm Al-Ghazzali
“ Ihya Ulumuddin”)

BC02022010 by:JSIKURM

Jilbab bermamfaat untuk kesehatan


Bismillahir-Rahmanir-Rahim

MAKNA JILBAB

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri- isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:

Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mreka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al-Ahzab : 59).   Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala dan dada. Seperti yang disebutkan dalam surat Al-Ahzab ayat 59 , di jelaskan bahwa kewajiban bagi setiap muslimah untuk memakai jilbab. Tentu saja dengan di turunkannya ayat tersebut bertujuan untuk kebaikan setiap muslim dan muslimah. Tapi sangat di sayangkan banyak sekali wanita- wanita muslim yang tidak mau menutup dirinya dengn jilbab dengan alasan bahwa jilbab adalh suatu simbol planggarn HAM, ajarn kuno yang sudah tidk relevan lagi di zaman sekarang, bahkn sbagian beranggapan bahwa jilbab menye babkan para wanita muslim tidak memiliki akses di dunia luas, tidak memiliki kebebasan berekspresi. Apakah benar demikian?    

Di sisi lain, perang melawan jilbab pun semakin gencar di lancarkan oleh Jaringan Islam Liberal yang merupakan peliharaan Amerika. Mereka menyatakan bahwa jilbab tidaklh wjib tetapi hanyalah tradisi orang-orang Arab saja. Stiap printh Allah SWT memiliki kbaikn tersendiri bagi hambanya. Tak trkecuali dngn adanya perintah berjilbab pun me miliki hikmah yang banyak sekali baik dari segi sosial maupun kese hatan.Tulisn ini mncoba mngungkp mukjizat jilbab dari segi sains itu sendiri sehingga dapat menambah keyakinan dan kcintaan kita kepda Allah SWT.  

KRITERIA JILBAB

SYAR'I Sebelum membahas mukjizat jilbab syar'i perlu diprhatikn trlbih dahulu kriteria jilbab syar’i yang sesungguhnya itu seperti apa. Karena pada saat ini banyak sekali beredar jilbab yang tidak syar’i sehingga manfaatnya tidak dapat dirasakan. Manfaat jilbab hanya dapat dirasakan jika jilbab itu sudh memenuhi kriteria syar’i. Kriteria jilbab syar’i:  

1. Meliputi seluruh tubuh (selain wajh dn telapak tangan), Menutup wajh (memakai cadar) lebih utama, tetapi jika tidak memakai penutup wajah tidak berdosa selama ia tidak brniat mnampakkan kecntikn dan menggoda lawan jenis.    

2. Bukan berupa perhiasan berben tuk pakaian.  

3. Kainnya tebal dan tidak tipis.  

4. Longgar dan tidk sempit (ketat)

5. Tidak di beri wangi-wangian .  

6. Tidk mnyerupai pkaian laki laki.  

7. Tidak menyerupai pakaian khas wanita kafir.

8. Bukan merupakan pakaian yang menarik perhatian.    

JILBAB DAN SAINS MODERN  

Ada banyak sekali manfaat yang dapat di peroleh dari kita memakai jilbab, baik dri segi sosial, ksehatan maupun politik. Ttapi dalm tulisan ini hanya akan di bahas dari segi kesehatan saja.Manfaat jilbab bagi kesehatan :  

a. Mencegah dari penyakit kulit Jilbab mencegah berbagai penyakit kulit. Kulit kita trdiri dari epidermis, dermis, dn subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit di sebab kan oleh sinar matahari yg secara langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apa lagi pda saat ini telah banyaknya lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi. Lapisan ozon berfungsi mnyerap semua sinar brgelombang pendek agar tidak mengenai bumi. Sinar UV adalah sinar tak nampak yang merupakan bagian dari energi yang dipancarkan matahari. Sinar ini memiliki 3 panjang gelom bang yang berbeda, yaitu; A,B,C. Panjang gelombang A berkisar 315-400 nm, gelombang jenis A menye babkan kulit terbakar ( sunburn) setelah terkena sinar matahari dlam waktu yang lama. Panjng gelom bang jenis B berkisar antara 280-315 nm, gelombang jenis B menye babkan kanker kulit setelah terkna sinar matahari beberapa tahun. Panjang gelombang C berkisar 150-280 nm, sinar jenis C adalh gelom bang sinar yang paling berbahaya dan mematikan. Sinar UV jenis C biasa di gunakan dalam sterilisasi karena kemapuannya membunuh bakteri dan virus.   Sinar A dan B menyebabkan kanker kulit bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sinar A menembus kulit lebih dalam dari pada B, akan tetapi daya rusaknya lebih rendah. Sinar A merusak se bagian sel yang di kemudian hari menyebabkan kanker kulit. Sinar B menyebabkan kanker kulit secara langsung, karena daya rusaknya lebih besar dari A, terutama bagi mereka yang terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung.   Jilbab mencegah kontak lansung antara kulit dan cahaya matahari sehingga kulit terlindung dari bahaya terkena matahari secara langsung. Secara ilmiah terbukti bahhwa terkena sinar matahari secara langsung dapt mnyebabkan berbagai macam penyakit kulit yang berbahaya bagi manusia. Diantaranya adalah:   a) Sunburn (terbakar sinar matahari) Sunburn terjadi akibat sengatan matahari yang kadarnya melebihi daya tahan kulit terhadap UV. Seperti luka bakar karena api baik gejala maupun tingkatannya. Suburn terjadi pada orang berkulit cerah setelah terkena terik matahari kurang dri seperempt jam. Sedang kan orang berkulit coklat (gelap) mampu bertahan di bawah terik matahari yang sama selama 3-9 jam. Gejala sunburn tidak nampak seketika setelah terkena sinar mtahari, akan tetapi setelah bbrapa waktu. Gejalanya bermula dari rasa perih dan muncul warna merah. Rasa perih akn mncapai puncaknya setelah 6-48 jam trsengt matahari. Umumnya terjadi pembengkakan kulit, terutama kulit kaki. Biasanya terik matahari di iringi hembusan hawa panas, dan hal ini kadang mengakibatkan demam.   b) Solar keratoses(peradangan kulit luar karena matahari) Bntuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang trbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gpeng squamous cell. Radang juga sering dijumpai pada tempat tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orng yg bekerja di area terbuka dlm jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan mlindungi kulit dari radiasi sinar UV.   c) Solar urticaria(gatal-gatal karena matahari) Penyakit ini trjadi pd laki-laki maupun prmpuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelum usia 40 thun. Gejalanya langsung nampk seketika setelah terkena sengatn matahari. Penyakit ini biasa mnyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan mthri. d) Photosensitivity (kulit sensitif terhadap matahari) Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dn cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yg timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan me nimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga brminggu minggu. e) Kankr kulit Semua jenis kanker kulit adlh akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pgi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dn mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yg paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis. Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Sprti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath). Sinar-sinar tersebut dpt mrusak atau minimal melemah kan sel- sel antibodi yang tersebar di prmukaan kulit. Akibatnya, pertum buhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.   f) Squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng / sel squama) Penyakit ini tergolong kanker kulit yg paling luas penye barannya. Pnderitanya kebanyakan orang yang sensitif terhadap matahari. Penyakit ini di mulai dari peradangan kulit akibat terkena sinar matahari. Penyakit ini di mulai dari timbulnya sisi-sisik kecil yang muncul di wajah, telinga, dan tangan orang kulit putih, yang selama bertahun-tahun berjemur sambil telanjang di bawah sinar matahari.   g) In situ squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng yang terlokalisir) Juga dikenal dengan nama bonz. Sel-sel kankernya berkonsentrasi pada bagian luar kulit saja, luasnya berkisar antara satu hingga beberapa sentimeter. Penyebab utama dari kanker parsial ini adalah terkena sinar matahari yg mngandung UV.   h) Melanoma Penyakit kanker yang berbahaya yang dapat diobati jika diketahui sejk dini. Ia merupakn prtumbuhan sel-sel kromatin pada lapisan luar kulit dan lapisan di bwahnya secara tak terkendali. Sperti halnya kanker lainnya, jenis ini mulanya seperti penyakit kulit, kemudian menyebar ke tempat-tempat lainnya seperti mata, mulut, dan otak. Penyakit ini dapat menjakiti semua umur, namun kebanyakan yang berumur 50-70 tahun. Korbn yg meninggal dunia karenanya mencapai ratusan tiap tahun. Penyebb utama pnyakit ini karena sering terkena sinar matahari ketika kanak-kanak.   b. Mencegah penuaan dini   Fungsi kulit pada tubuh wanita tidaklah sama dengan fungsi kulit pada tubuh laki-laki. Pada wanita kulit juga berfungsi sebagai kosmetik. Kulit terdiri dari dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis. Lpisan epidermis mrupakan lapisan tipis yang tersusun dari sel-sel kromatin. Sel epidermis juga menghsailkan pigmen, yaitu warna pada kulit manusia. Sel-sel yang terdapat pada epidermis, 90 %-nya merupakan sel tanduk yang meng hasilkan serabut- serabut protein yang disebut keratin, sel-sel terse but bersifat mlindungi kulit. lpisan permukaan ini memperbaharui diri secara otomatis setiap bulan. Diantara sel-sel keratin terdapat sel kromatin yang tersebar. Sel ini menghasilkan zat berwarna gelap yang disebut melanin. Zat inilah yaang memberi warna pada kulit dan mlindunginya dari radiasi sinar ultra violet ( UV) yang berbahaya, yaitu dngan menyerap atau meng hancurkannya. Bila sel-sel ini trkena sengatan matahari dalam jangka waktu lama, ia akan mengeluarkan melanin dalam jumlah besar. Sehinnga mengakibatkan warna coklat, suatu warna yang kurang cerah yang terjadi sebagai bagian dari fenomena penuaan   Lapisan kedua adalah lapisn dermis, Lapisan dermis lebih tebal dan lebih kuat dibandingkan dengan lapisan epidermis. Lapisan dermis tersusun dari anyaman jringan ikat, pmbuluh darh, saraf, kelenjar dan berbagai macam struktur, spti klenjar lemak serta kelenjar keringat. Kelenjar keringat berfungsi sebagai stabilisator suhu tubuh. Kelenjar keringat berfungsi mempekakan kulit terhadap pengamanan fisik dan psikis, serta menjaga agar keseimbangan susunan elektrolit dalam serum terpelihara.   Kelenjar lemak menghasilkan lemak yang melumasi kulit dan melindunginya dari sengatan mtahari dan terpaan angin. Kulit yg brlemak merupakan akibat dari produksi lemak oleh kelenjar lemak secara kontinu. Kulit kering disebabkan karena produksi lemak yang menurun atau terhenti sama sekali. Di smping mnghasilkn lemak dan keringat, dermis juga mengandung sistem limfe yang kompleks yang berfungsi menang gulangi infeksi. Sedangkan sistem saraf brfungsi menerima dan meng hantarkan informasi atau impuls dari luar.   Dalam lapisan dermis juga terdapat bahan kimiawi yang disebut kolagen. Kolagen adalah protein yg merupakan komponen terbesr bg lapisan dermis. Kolagen berfungsi menentukan peringkat kelenturn di kulit. Kolagen mnjaga agar kelenturannya tetap optimal. Kolagen juga memelihara agar tekstur kulit tetap lembut.    Sinar matahari yang tampak (visible light, 400-800 nm) tidak menimbulkan kerusakan, tapi di sebelahnya ter dapat sinar infra merah (infra red=IR, 1300-1700 nm) yang 40 % bagiannya mencapai bumi dan brpengaruh trhadap proses photo aging (penuaan yang disebabkan sinar matahari). Pengaruh sinar matahari menahun/kronik juga dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilakn radikal bebas, akan mnimbulkn kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur utama kalogen dan elastis, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan pigmentasi kulit.   Usia secara berangsur-angsur akan menurunkan derajat kecantikan seorang wanita. Usia menyebabkan penumpukan pigmen di kulit tidak terdistribusi secara merata dan menyeluruh, melainkan timbul bercak- bercak. Semakin tinggi usia semakin cepat terjdinya akumulasi sel-sel mati di lapisan epidermis. Sehingga mngakibatkn perubahan pada kelenturan dan tekstur kulit yang mengakibatkan kekeringan, kekakuan, dan keriput-keriput di kulit   Semua proses penuaan di atas dapat di percepat pada kulit yang sering terkena matahari secara langsung, termasuk polusi kiamiawi dalam atmosfer. Dengan berjilbab dapat mencegah penuaan secara dini karena melindungi kulit kita dari cahaya matahari, angin, polusi udara secara langsung.   c. Mencegah kanker nasofaring   Kanker nasofaring adalah kanker yang menyerang saluran antara hidung dan tenggorokan (nasopharyngeal carcinoma). Kanker nesofaring adalah kanker pada daerah tersembunyi di bagian blakang hidung berbentuk kubus. Bagian depan nesofaring brbatasan dengan rongga hidung, sementara bagian atas berbatasan dengan dasar tengkorak dan bagian bawah mrupakan langit-langit dn rongga mulut   Virus Epstein-Barr mnaikkan resiko seseorang mnderita penyakit kanker nesofaring. Virus yg hidup bebas di udara ini bisa masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di nesofaring tanpa menimbulkan gejala. Penyakit ini banyak di tmukan di Asia, trmasuk Indonesia. Gejala kanker ini adalah keliuarnya darah dari hidung, hidung mmpet, sakit kepala, pusing, telinga berde ngung dan terjadi pembesaran di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening, gejalanya mirip seperti penyakit flu biasa.   Terapi terhadap penderita kanker nesofaring bisa dilakukan dengan radiasi/kemoterapi. Namun bila kanker tersebut sudah menyebar hingga paru-paru, maka harapan hidupnya tinggal 2 tahun lagi. Sebab kemoterapi yang di lakukan sudah tidak sanggup mnghentikan penyebarannya. Salah satu cara untuk mencegah serangan kanker tipe ini adalah dengan tetap mengenakan penutup wajah. wallahu a'lam.

DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an dan terjemahan Baswedan, Sufyan Bin Fuad.2007. Lautan Mukjizat di Balik Balutan Jilbab. Wafa Press: Klaten Fachruddin, DR. Fuad Mohd. 1984. Aurat dan Jilbab dalam Pandangan Mata Islam. CV. Pedoman Ilmu Jaya:  Sumber : http://sitijamilahamdi.blogspot.com/ 2010_09_01_archive.html    Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah... ..   Marilah Setiap detak-detik jantung..slalu kita isi dengan.. Asma Tragung diseluruh jagad semesta raya ini...   Vicky Zawiyah Sirul Barokah Subha nallah wabihamdihi Subhanakalla humma wbihamdika Asyhadu Allailaha illa Anta Astagfiruka wa' atubu ilaik

Bagaimanakah caranya mencintai Rasulullah Saw


 Cinta adalah sebuah ungkapan yg sangat indah dalam kehidupan manusia, dengan cinta manusia bisa sengsara dan dengan cinta pula manusia bisa bahagia, bahkan surga bisa diraih dengan cinta, yaitu cinta yang hakiki kepada manusia terpilih Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ( SAW).  

Seseorang yang sedang jatuh cinta, biasanya akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari jalan bagaimana caranya

agar yang dia cintai itu membalas cintanya. Ia pasti akan berusaha mneghadirkan apa yang disukai oleh yang dia cintai. Setelah dia tahu tentu saja dia akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya sampai yng dia cintai itu membalas cintanya. Bukan itu saja, dia juga akan selalu berusaha agar cinta yg telah dia peroleh dengan susah payah itu tetap langgeng dan terus meningkat.

Jika dia cinta betul kpd seseorang, saya yakin dia selalu berusaha mementingkan seseorang itu tanpa memperhatikan kepentingan dirinya sendiri. Mencintai Nabi SAW adalah kewajiban. Sebaliknya, tidak mencintai beliau apalagi sampai membenci beliau adalah sebuah kemaksiatan. Apalagi Allah SWT telah menyandingkan kecintaan kepada Nabi SAW dngan kecintaan kepada-Nya. Allah bahkan telah mencela orang yang mencintai sesuatu melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya:

Katakanlah (wahai Muhammad), Jika bapak- bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri (atau suami-suami) dan kaum keluarga kelian, juga harta yang kalian usahakan dan perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allh mendatang kan keputusan-Nya (azab)-Nya. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang fasik (durhaka). (QS at-Taubah : 24).

Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah SAW, Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab,

T idak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai dripada dirimu sndiri .Maka berkatalah Umar, Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripda diriku sndiri! (HR. Al-Bukhri).Fadilah (keutamaan) mencintai Rasulullah SAW Bnyk skali keuta maan yang didapatkan kalau seseorang mencintai Rasulullah SAW, di antaranya:  

1. Cinta kepada Nabi SAW adalah bagian dari kesempurnaan iman dan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits :

Demi Allah, salah seorang dari klian tidak akan dianggp berimn hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia. ” (HR. Al-Bukhari)  

2. Akn bersama Rasulullah SAW di Akhirat, sebagaimana hadits yang diwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Ada sseorng yg bertanya kpda Nabi SAW tentng hari kiamat, Kapankah kiamat datang? Nabi pun SAW menjawb, Apa yg tlah engkau persiapkan untk menghadapinya?
Orang itu menjawab,

Wahai Rasulullah, aku belum mem persiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW .

Maka Rsulullah SAW pun bersabda, Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai. Anas pun berkata, Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi SAW, Engkau akan bersama orang yang egkau cintai. Anas kmbali brkata, Aku mncintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa brsama mreka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka. (HR. Al-Bukhari)  

3. Akn mrasakn manisnya iman, sebagaimana Hadits dari Anas bin Malik ra., dari Nabi saw., beliau brsbda: Ada tiga hal, barang siapa melaksanakan ketiga- tiganya maka ia akan merasakan kelezatan iman: Orang yang mencintai Allah dan Rasul- Nya melebihi cinta kpda yang lain, orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah dan orang yang benci untuk kembali kekafiran sebagaimana benci untuk masuk ke dalam neraka. "(HR. Bukhari).   Arti manisnya iman seba gaimana yang telah disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada sluruh materi dunia.    

Cara mencintai Rasulullah SAW  
Banyak orang yang mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi mereka tidak tahu hakekatnya, bentuk serta konsekuensi dari cinta tersebut. Cinta Rasulullah adalah bagian dari cinta Allah, karena ia adalah cinta karena Allah dan di jalan Allah, hal itu karena kecintaan kepada Allah menuntut konsekwensi mencintai semua yang Allah cintai, sedangkan Allh mencintai nabi dan kekasihNya Muhammad SAW, shingga kcintaan kepada Rasulullah SAW adlh cbang  dari kecintaan  terhadap Allah. Semua itu telah dicontohkan oleh generasi terbaik sehingga sepatut nyalah manusia yang ingin menda patkan kebahagian di dunia dan di akhirat mncontoh mreka. Diantara cara mencintai Rsulullh SAW sesuai Syari'at Islam serta yang telah dicontohkan oleh para salaf ash-sholih adalah:  

1. Mentauhidkn Allh   Hikmh utama diutusnya rasul termasuk Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyeru manusia kembali kepada tauhid yang murni dan mnentang syirik. Sebagaimana Firman Allah SWT:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus di kalangan tiap-tiap umat seorang rasul (agar menyeru mereka). Hndaklh kamu mnyembah Allah dan jauhi Taghut. ( QS al-Nahl : 36)  

2. Mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan menjauhi larangannya, karena orang yang mencintai seseorang, maka akn mntaatinya. Tidak dapat dipungkiri bhwa orang akan selalu taat kepada orng yang dicintainya, dia berusaha melakukan apa saja yang diinginkan oleh sekasihnya dan menghindari segala apa saja yng dibenci olehnya. Ia merasakan kenikmatan dan kelezatan yang tidak terhingga. Begitu juga orang yng mencintai Rasulullah SAW yang mulia, selalu berusaha dengan sungguh- sungguh untuk mngikuti jejak beliau, bersegera mwujudkan perintah dan bersegera menjahui larangan beliau. Betapa banyak kita dapatkan sikap-sikap indh yng tercermin dari perilaku sahabat yang mulia dan jujur dlam mncintai Rasulullah SAW. Orng orng pecinta Rasulullah SAW bukan hanya sanggup meninggalkan suatu yang disenangi saja bhkn mreka snggup meninggalkan kebiasaannya ber tahun-tahun bahkan kebiasan yng mreka wrisi secara turun temurun, namun mereka tidak menjadikan kebiasan itu sebagai hujjah untuk menentng perintah Rasulullah SAW seperti sikap kebanyakan kaum muslimin zaman sekarang ini. Allah SWT berfirman:

Hai orang- orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepd suatu yang memberi khidupn kepada kamu, dan ketahuilah bhwa sesungguhnya Allh mmbtasi antara manusia dan hatinya dn sesung guhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan . (QS. Al Anfaal (8):24). Dlm ayat lain Allah SWT berfirman: Apa yang Rasul perintahkan kpada kalian, terimalah; apa yang Beliau larang atas kalian, tinggalkanlah . (QS al-Hasyr :7).  

3. Mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi SAW, sebagaimana firman Allah SWT: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat- Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang- orang yang ber iman, berselawatlah kamu kepada Nabi dn ucapkanlh slam penghor matan kepadanya. [QS Al-Ahzaab: 56 ].   Di dalam hadits yg diriwayat kan olehi Abu Hurairah, ia berkata:

Rasulullah SAW. pernah bersabda: ' Celakalah orang yang mendengar namaku disebut ia tidak mau ber shalawat kepadaku, celakalah orng yang pada saat bulan Ramadhan datang, lalu berlalu begitu saja sebelum memperoleh ampunan, dn celakalah orang yang mendapatkan kedua orang tuanya telah tua, tetapi tidak menjadikan ia masuk surga . (HR. Tirmidz)   Bershalawat kepadanya tidaklah lepas dari berbagai faedah dan manfaat karena bershalawat kepada Nabi merupakan faktor diperolehnya berbagai kebajikan, dikabulkannya berbagai do’a, mendapatkan syafa’at, shalawat Allah atas hambanya, keabadian cinta Nabi dan tambahannya, dan selamat dari kebakhilan.  

4. Membenci orang yang Allah dan Rasul-Nya benci, memusuhi orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, menjauhi orang yang menyalahi sunnahnya dan Syariah Islam, serta membenci semua perkara yang menyalahi Syariat. Allah swt berfirman: " Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu ialah bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka yang setia itu, Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka... (QS Al-Mujaadilah : 22).  

5. Mencintai orang-0 rang yang dicintai Nabi SAW Antra tanda cinta kepada Nabi SAW adlah men cintai mereka yang dicintai baginda seperti isteri-isterinya, ahli kluarga (ahlu al- bait) dan sahabatnya srta seluruh umat Islam yg berpegang teguh dengan ajaran baginda.  

6. Membenarkan berita-berita yang beliau sampaikan   Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialh mngimani kemaksuman Nabi SAW dari dusta atau buhtan (fitnah) dn membenar kan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang. Allah Ta’ala berfirman:

Dan tiadalah yang diucapkannya itu, menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan ( kepadanya) . (QS. An-Najm: 3-4)  

7. Beribadah kepada Allah dengan tata-cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, tanpa ditambah-tambah ataupun dikurangi. Allah SWT berfirman, “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu .” (QS. Al-Ahzab: 21).   Rasulullah SAW bersabda: “B arang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak .” (HR. Muslim)  

8. Mencintai beliau SAW di atas ke cintaan kepada diri sendiri, kluarga dan seluruh manusia, dlm rangka mengamalkan firman Allah:

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri (QS. Al Ahdzab: 6)   Sehingga bersiap mengorbankan jiwa dan harta untuk kecintaan kpadanya, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman- Nya:

Tidaklh spatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yg demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allh. Dn tidk (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orng orng kafir, dan tidak menimpakan suatu bncana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yg demikian itu suatu amal saleh.

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (QS. At Taubah:120)  

9. Membela Rasulullah SAW tatkala Beliau masih hidup, dan membela ajarannya setelah bliau wfat. Dngan cara menghafal, memahami dn mengamalkan hadits hadits Nabi SAW. Jg mnghidupkn sunnahnya dan menyebarkannya di masyarakat. Dari 'Umar bin Abdul Aziz beliau pernah menulis surat kepada Abu Bakr bin Hazm: Perhati kanlh mana yg merupakan Hadits Rasulullah hendaklah kamu tulis karena aku khawatir musnahnya ilmu agama ini dan lenyapnya para ulama. Janganlah engkau terima riwayat selain Hadits Nabi saw. dan hendaklah kalian sebarkan ilmu Hadits ini dan hndaklh klian duduk untuk mempelajarinya smpai orng yang tidak tahu diajari sebab ilmu ini tidak akn musnh smpai menjadi barang yang asing. (HR. Bukhari)   Demikianlah sebahagian tanda dan bukti penting kecintaan kita kpda Rasulullah SAW, semoga Allah me mudahkan kita untuk memiliki dan merealisasikannya dalam kehidupn kita.  

Ya Allah Ya Rabbi,

kurniakanlah kami kalbu pecinta, cinta akan Rasul-Mu trkasih dngan sebenar-benarnya cinta sejati, yang bukan hanya pengakuan namun berupa pembuktian, yg menjadikan pertemuan dengannya sbgai sbuah kerinduan..


Referensi:1.  Huquq An-Nabi 'Ala Umatihi Fi Dha'il Kitab Was Sunnah . Dr. Muhammad Khalifah AlTamimi  

2.  Mhabbatu An-Nabi Wa Ta'zimuhu. Fahd bin Abdullah Al-Habisyi. Oleh Abdurrahman Wahid,

by : JSikurma: BC MY TEAM

penyakit hati

Berdzikir kpda Allah SWT itulh obat yang sangat mujarab untuk meluruskan hati. SEBAGAI hamba Allh yang baik, tentu kita mnyadari btapa bsar nikmat yang telah Allah berikan kepada kita di segala kehi dupan. Betapa setiap cita-cita yang kita inginkan, setiap niat yang ada di hati sanubari, setiap keinginan yg tertanam,dan setiap keberhasiln yang kita capai mustahil tanpa per tolongan atau inayah dari Allah Rabbul Izzati.

Artinya?


Bahwa apa pun yang kita lakukan, langkah apa pun yng kita kerjakan, keberhasilan yg kita cpai ini smata mata syang nya Allah kepada kita dan karunia Allah yang diberikan kepada kita. Untuk itulah, kita hrus senantiasa bertafakur, senantiasa mensyukuri nikmat Allah dengan meningkatkan ktakwaan kita mlalui menjalankn apa yg Allh printahkan, dan berupaya menjauhkn apa yang dilarang-Nya. Tentu kita berharap dengan berdoa,

mudah-mudahan segalalangkah perbuatan kita, hidup dialam yang fana ini senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT. Shalawat dan salam kita haturkan keharibaan junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, juga kita selalu berharap dan brdoa smoga klak di yaumil kiamah syafaat dari beliau akan terlimpah kepada kita.Di suatu sore Rasul berkumpul dengan para sahabat di dalam masjid sambil menunggu da tangnya waktu Ashar. Ketika sudah berkumpul para sahabat, Rasulullah mencari seseorang disekitarnya. Lalu Rasul bersabda kepada para sahabat, Sebentar lagi ahli surga akan masuk ke dalam masjid. Para sahabat merasa terkejut,

kenapa?


Karena seluruh sahabat yang dekat dan dicintai Nabi sudah berkumpul di dalam masjid. Siapa lagi yang beliau tunggu itu. Tidak lama kemu dian masuklah seseorang yng tidk cukup dikenal. Dia orng biasa, tidak slalu dikenl di kalangn para shabat karena berasal dari kampung. Para shabat masih berpikir mungkin ada yang lain.

Ternyata ktika tiba dtangnya wktu Ashar itulh orng yang terakhir tdi. Begitu puladengan esok hrinya, Rasulullah bersabda demikian, Sebentr lagi ahli surga akan masuk kedalam masjid.

Sahabat masih mengira bukn orng yang kemarin. Ternyata yng dtang terakhir ke masjid, orang yang kemarin lagi. Tiga hari brturut turut itulah yang terjadi, hingga pada akhirnya para sahabat yakin dialah orangnya yang disebut ahli surga.Di antara para shabat, Abdullah bin Umar agak sdikit pnasarn. Siapakah gerangan orang itu?

Ibadh apa yang dilakukan shingga Rasul bersbda dia adlah ahli surga? Maka setelah usai sholat Ashar, Abdullah bin Umar mengikuti orang ini tinggal untk melihat bgaimana ibadhnya. Hamba Allh yg dinyatakn sebagai ahli surga ini sudah tahu kalau dia diikuti, ia berjaln mliwati gang gang kecil sampai akhirnya tiba digubuk yang reyot. Menolehlh ia ke sahabt Abdullah bin Umar dan bertanya,

Ada apa yng menyebabkan engkau mengikuti dari masjid sampai ke rumhku? Abdullah bin Umar brkata, Tuan saya ingin bermalam di rumah tuan. Lalu ia menjawab, Bagaimana kamu bisa tidur di rumahku,sedang kan rumahku kecil dan untuk keluargaku saja sudah susah. Jika kamu mau silahkah, tapi beginilah tempatku.

Setelah mendapat izin, Abdullahbin Umar memerhatikan apa yang dila kukan hamba Allah ini, kapan ia bangun tidur untuk melaksanakan shalat malm. Tapi sampai dtangnya waktu subuh, ternyata orang itu tidak bangun malam. Ketika datang wktu subuh barulah ia bangun lalu ke masjid ikut sholat brjamaah dgn Rasul setelah itu pulang. Kemudian Abdullah bin Umar berpikir,

ibadahnya tidak lebih dari yang lainnya. Tapi mungkin ada amalan amalan lainnya. Pagi hari orang itu bekerja menempuh perjalanan jauh.Ternyata di suatu tempat orang itu hanyalah pembuat batu. Begitu menjelang waktu Dhuhur, begitu pula ia lakukn mnuju masjid untuk sholat berjamaah dengan Rasul.Abdullah bin Umar yang penasaran bertanya,

Saya ini bingung, beberapa waktu yang lalu Rasulullh bersbda sampai tiga hari berturut turut bahwa akn ada orang ahli surga. Tapi ibadah kamu sesuai dengan apa yng kami lakukan. Kewajiban kewajiban yang kami lakukan, tidak jauh berbeda. Tapi mungkin kami dan para shabt lainnya lebih dalam masalah ibadah.

Hamba Allah ini berkata,

Mungkin ibadahku kalah dari klian. Tapi prlu kamu tahu, kemungkinn yg mnyebabkan Rasulullah bersbda seperti itu, karena suatu hal yang aku jaga dlm hidup, prtama lidahku tidak pernah aku gunakan untuk menyakiti orang lain. Artinya, aku tidak pernah berbuat gibah, aku tidak pernah memfitnah, aku tidak pernah berdusta, aku tidak prnah kotori lidah ini dengan perkataan buruk. Dan yg kdua whai Abdullah bin Umar, hatiku tidak pernah iri dngn kelebihan yang dimiliki orang lain. Bahkan aku selalu bersyukur jika Allah memberikan karunia yang besar terhadaporang-orang yang disebelahaku.

Ini suatu ikhtibar btapa antara hati dengan lidah tidak bisa dipisahkan. Maka jika kita bisa menjaga hati dengan baik, menjaga lidah dengan baik. Dan, percaya jika hati yang bersih dari rasa takabur, ria, syirik, iri, dengki srta pnyakit hati lainnya, maka lidah secara otomatis akan menjadi baik. Itulh sbabnya Rasul pernah memberikan gmbaran iman seseorang tidak akan surut sbelum hatinya surut. Hati tidak akan surut manakala lisannya lurus. Betapa pe ranan hati menjadi sangat penting dalam kehidupan. Sebab itulah untuk menghilangkan berbagai penyakit di dalam hati, agar supaya lidah kita menjadi lurus, maka obat yang paling tepat tidak lain adalah selalu menyebut nama Allah. Ber dzikir kepada Allah itulah obat yang sangat mujarab untuk meluruskan hati, meluruskan lidah kita di dalam hidup ini.

Kenapa?

Kita selalu berpikir didalam hidup slalu berdoa pada Allah tapi belum dikabulkn. Mungkin, hati kita masih trdapat sifat sifat yang jelek, masih ada dosa dalam diri kita, masih ada rasa takabur dalam hati kita. Itulah yg menyebabkan doa kita trhalang dengan pnyakit pnyakit yang ada dalam hati. Di zaman Nabi Musa per nah terjadi kemarau panjang. Bgitu panjangnya membuat umat Nabi Musa datang untuk meminta kpada Allah agarmusibah ini cepat cepat diangkt oleh Allh, paling tidak Allah turunkan hujan. Lalu Nabi Musa ber munajat kepada Allah, dn mndapat ptunjuk untuk mengumpulkn umat dalam suatu tempat untuk berdoa.Tapi apa yang terjadi, tatkala Nabi Musa menyampaikan kpd umatnya untuk bertaubat dan berserah diri sebelum bermunajat kepada Allah untuk mengakui segala dosa dan kesalahannya ternyata hujan belum turun juga.

Ada apa gerangn?

Sorang rasul yang menjadi kekasih Allah, dan satu-satunya Nabi bisa berbicara langsung kepada Allah tatkala doanya belum dikabulkan langsung bertanya kepada Allah. Ternyata ada salah satu umatnya yang hatinya masih kotor. Jika umatnya ingin dikabulkan doanya agar satu orang itu keluar dari klompok. Maka Nabi Musa langsung berdiri dan memberi tahu kepada umatnya bahwa Allah tidak menga bulkan doa mreka karena di antara umatnya belum ada yang brtaubat kepada Allah, masih ada yg hatinya kotor.

Maka jika di antara kalian yg masih belum bertaubat kepada Allh diper silahkan keluar dari kelompok ini agar doa kita dikabulkan oleh Allah, kata Nabi Musa AS. Terdiam seluruh umat Nabi Musa, namun ada satu orang yang merasa belum brtaubat kepada Allah, hatinya kotor karena telah bebuat dosa. Karena kuatir jika keluar dari klompoknya semua orang akan tahu, ia mnunduk lang sung bertobat kepada Allah tanpa diketahui sekelilingnya. Ketika tau batnya langsung diijabaholeh Allah, tanpa ada tanda tanda hujan pun langsung turun. Nabi Musa pun terheran karena belum keluar dari kelompoknya tapi kenapa hujan turun. Maka Allah berfrman kepada Nabi Musa,

Wahai Musa, umatmu, hambaKu yang hatinya kotor tadi telah ber taubat dengan taubatan nasuha.Mk Kuterima taubatnya, dan hujan ini sebagai diterima taubatnya.

Kisah ini menjadi gambaran jika disaat ini banyak ujian dan cobaan yng menimpa negara kita, mungkin krena hati hati kita yang kotor, ada rasa iri, syirik dan dengki diantara kita, mungkin tidak adanya keda maian diantara kita. Dan yakinlah dengan hati yang bersih, doa kita akn dikabulkn oleh Allh. Subhnallah!

Agama Islam ini telah sempurna

Allah Subhnahu wa ta'ala menurun kan agama Islam dalam keadaan telah smpurna. Ia tidak membutuh kan pnambahan ataupun pengura ngan.

Namun toh, banyak manusia men ciptakan amalan-amalan baru yng disandarkan pada agama hanya karena kebanyakan dari mereka me nganggap baik perbuatan tersebut.

Perjalanan agama Islam yang telah mencapai rentang waktu 14 abad lebih, sedikit banyak memberikan pengaruh bagi para penganutnya. Sebagian besar di antara mereka mnjalankn agama ini hanya sbatas sperti apa yang dilakukan para org tuanya. Yng lebih parah, tidk sdikit pula yng menjalankan agama ini dlm kungkungn klompok kelompok ssat sprti Khawarij,Syi'ah,Mu'tazilah, Sufi, dn sbgainya.

Smentara yang menjalankan agama ini di atas pemahaman yng shahih jumlahnya amatlah sedikit. Seperti inilah kondisi umt Islam. As Sunnah ( ajaran Nabi) sudah smakin asing smentra bid'ah kian berkembang. Banyak org mnganggp As Sunnah sebagai bid’ah dan menganggap bid'ah sebagai As Sunnah. Syi’ar syi’ar bid’ah dengan mudhnya dijumpai di sekeliling kita, sbaliknya syi’ar-syi’ar As Sunnah bgaikan brang langka. Bid’ah secra bhasa artinya adalah mengadakan ssuatu tanpa ada contoh sebelumnya.

Dari sini, maka pengertian firman Allh Subhnahu waTa'ala:Allh Pncipt lngit dn bumi. ( Al-Baqarah: 117) Mknanya adalah yng mengadakan keduanya tanpaa ada contoh sebe lumnya. (Al-I'tisham,1/49) Dn firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

Katakanlah: Aku bukanlah rasul yng prtama dari rasul-rasul. (Al- Ahqaf: 9) Maksudnya, aku bukanlah orng pertama yang membawa risalh ini dari Allah Subhanahu waTa'ala kpd hamba- hamba-Nya, (akan tetapi) telah datang rasul-rasul sebelumku. Dari sini dapat dikatakan bahwa se seorang (dikatakan) berbuat bid'ah artinya dia mmbuat suatu metode baru yang blum pernah ada contoh sebelumnya.

Dari pngertian ini pula, mka ssuatu yang baru yang diada adakn dlam agama juga dinamakn bid' ah. Maka dr keterangan ini, dapt disimpulkan bahwa bid'ah adlh suatu cara atau jalan yang baru yng diada adakan di dalam agama, yang menyerupai syariat dn tujuannya adlah menun jukkan sikap berlebihn dlm bribadh kepada Allah.


(Al-I’tisham, 1/49-51) Jenis-jenis Bid'ah Al-Imam Asy-Syathibit mnye butkn pmbagian bid'ah ini menjadi dua, yaitu bid’ah haqiqiyyah dan bid'ah idhafiyyah.1.Bid'ah haqiqiyyh adalah bid'ah yang tidak ada dalil syariat yng menunjukkannya sama sekali, scra global maupun trperinci, tidk dari Al Qur' an, atau As Sunnah ataupun Ijma' (kesepakatan ulama).
2. Bid'ah idhafiyyah adalah bid'ah yang mengandung dua keadaan. Yang pertama, dalam hal amalan itu termasuk yang disyariatkan, akn ttpi si pembuat bid'ah memasukkan suatu prkara dari diri mereka kemu dian merubah asal pnsyariatannya dengan pengamalannya ini. Keba nyakan bid’ah yang terjadi adlah dari jenis ini. Sebagai contoh adlh dzikir secara brjamaah dngn irama (suara) yang bersamaan. Pd asanya dzikir adlah amalan yg disyariatkan, akn ttapi dengan bentuk atau cara yg sperti ini tidk prnah sama sekali dicon tohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam , mk ini dikatakn bid'ah. Begitu pula bid'ah perayaan Maulid Nabi Shllallahu 'alaihiwssalm Pada hakekatnya, mncintai Nabi Mhammad Shallallhu 'alaihi wassalam adalah wajib bagi setiap muslim dn tidak sempurna keimannnya shingga dia mnjadikn Rsulullah Shallallahu 'alaihi wssalm orng yang paling dicintainya, lebih dari dirinya sendiri, anak- anaknya, ibu bapaknya atau bahkan seluruh mnusia. Nmun smua itu dibuktikan dngn mentaatinya, melaksanakan semua perintahnya,

mnjauhi lrangannya, mmbenarkan semua berita yang dismpaikannya. Dn ssungguhnya bliau tlh mlarang umatnya dari kebid’ahan: Dan hati- hatilah kalian terhadap prkara baru yang diada- adakan, karna sesungguhnya setiap yang diada- adakan adalah bid’ah dan setiap kebid’ ahan adalah sesat .

Shahih, HR. Abu Dawud dn lainnya, dari Al-Irbadh bin Sariyah). Barang siapa mengerjakan satu amalan yg tidk ada perinth kami atasnya, mka amalan itu tertolak . (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah ) Tidk ada satu riwayat pun yang mnyebutkn bahwa para Al-Khulafa Ar-Rasyidin atau shabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wssalm yang lain ataupun ulma ulama Ahlus Sunnah yang menjadi pnutan mngamalkan perayaan maulid ini.


Bhkan ssungguhnya bid'ah maulid ini prtama kli dilkukan olh sbagian orang dari dinasti Fathimiyyin Al-Ubaidiyyin dari golongn ssat Syiah yang mengaku-aku bahwa mereka adalah keturunan Fathimah bintu Rsulullah Shallallahu 'alaihi wssalm Adapula yang membagi bid’ah ini berdasrkan akibatnya, yaitu menye babkan seseorang menjadi kafir,

keluar dari Islam dan bid’ah yang tidak mnyebabkan pelakunya kafir. Adapun bid'ah yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam adalah mengingkari perkara agama yang dharuri (perkra yang sangat prinsif dan sangat pnting untuk diketahui dalam islam) yang telah diketahui dan disepakati oleh kaum muslimin serta mutawatir menurut syariat Islam. Misalnya menentang hal- hal yang telah dinyatakan wajib oleh syariat (shalat, puasa dan lain-lain, atau mnghallkn apa yg dihramkan atau sebaliknya, atau mempunyai keyakinn tntang suatu prkara yang Allah dan Rasul-Nya serta kitabNya bersih dari perkra trsbut. Bid’ah yang tidak menyebabkan plakunya keluar dari Islam adalah bid’ah yng tidak menimbulkan pndustaan (pngingkaran) terhadap Al Qur'an atau ssuatu yang dibawa oleh Rasulullh Shallllahu 'alaihi wassalm. Seperti yang pernah terjadi di masa kekuasaan Bani Umayyah,

misalnya menunda shalat dri wktu yng seharusnya dan mndahulukan khutbah dari shalat ‘ied. Hal ini ditentang oleh para shahabat yng msih hidup ktika itu, namun mreka tidak mengkafirkan para penguasa yang ada ketika itu, bahkan tidak mnarik bai'at (sumpah setia) mrka dari para penguasa itu.

Larangan Berbuat Bid’ah Dari keterngan tntng pngrtian dn bntuk bntuk bid’ah ini, maka tidk samar lagi bahwa perbuatn bid'ah adlah sangat trcla dn mngikutinya berarti mnyimpng dr ash shirathlmustaqim jaln yg lurus. Adpun lrangn brbuat bid'ah senantiasa erat kaitannya dngan perintah mengikuti Sunnah Rasulullh Shallallhu 'alaihi wassalam dan jamaah, baik yang bersumber dri Al Qur'an maupun hadits-hadits shahih dan atsar (pninggalan) para ulama salaf (dari kalangn sahabat, tabi'in maupun tabi'ut tabi’in).

Allh Subhnahu waTa'ala berfirman:
Dan berpeganglah kamu sekalian dengan tali ( agama) Allah! Dan janganlah kalian berpecah belah, dn ingatlah nikmat Allah atas kalian ketika kalian dalam keadaan saling brmusuhan lalu Dia mmpersatukan hati-hati kalian, sehingga akhirnya klian mnjdi brsaudara, dn (ingatlah) ketika kalian di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkn klian dari padanya. Dmikianlah Allh menerang kan kepada kalian ayat-ayat (tanda kekuasaan)-Nya mudah-mudahan kalian mendapat petunjuk.

(Ali Imran: 103) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : Ikutilah apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jngnlah kalian mengikuti wali-wali slain Allh, sedikit sekali dari kalian yang mau mengambil pelajaran . (Al-A’raf: 3) Katakanlah (hai Muhammad), jika kalian (betul- betul) mencintai Allh, maka ikutilah aku, niscaya Allah akn mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


(Ali'Imran:31) Klau klian mntaatinya (Nabi Muhammad), niscaya kalian akan mndapat petunjuk. (An- Nur: 54) Ssungguhnya telah ada dalam diri Rasulullh (Muhmmad) suri tladn yg baik bgi orng yang mngharapkn Allah dan (pahala) hari akhirat, dan byk mngingat Allah.

(Al- Ahzab: 21) Dn apa yng dibawa oleh Rasul itu kepada kalian, maka ambillah dia, dn apa yg dilarangnya mk tinggalkanlah. (Al-Hasyr:7) Maka tidaklh patut bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukminah, apabila Allh dan RasulNya telh menetapkan suatu kputusan, akn ada bg mreka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan brangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesung guhnya dia tlh trsesat dengan kesesatan yang nyata.

(Al-Ahzab: 36) Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalm prkara yg mereka perselisihkan, kmudian mreka tidak merasa keberatan dalm hati mereka terhadap putusn yg kamu berikan, dan menerima dengan sepenuhnya

(An-Nisa`: 65) Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wssalm brsabda: Saya wsiatkan kepada kalian agar brtakwa kpada Allah, mendengar dan mentaati( pnguasa) walaupun yang mmimpin kalian adlh seorang budk blian. Dan sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang masih hidup speninggalku, niscaya akn mlihat prselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang dngn Sunnah jalan atau cara hidup ku dn sunnah para Al- Khulafa Ar Rasyidin yang mendapat petunjuk, dan gigitlah dia dengan geraham kalian.

Dan hati- hatilah kalian ter hadap perkara baru yang diada adakan, karena sesungguhnya setiap yang diada- adakan adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah sesat .

(Shahih, HR. Abu Dawud dn lainnya, dr Al-Irbadh bin Sariyah z) kmudian dari pada itu. Mk sesungguhnya perkataan yang paling bnar adalah Kitab Allah.

Dan sebaik baik tuntunan adalah tuntunn Nabi Muhammd Shallallahu alaihi wassalm . Dn seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan. Maka sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah sesat .

(Shahih, HR. Muslim dari Jabir z) Abdullah bin 'Ukaim menyebutkan bhw 'Umar bin Al-Khaththab prnah mengatakan:

Sesungguhnya ucapan yang paling benar adlh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala . Dan sesungguhnya sebaik-baik tuntunn adlh tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam .

Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan. Ingatlah, bhwa semua yang diada-adakan adalah bid'ah dan setiap kebid'ahan adalh ssat dan kesesatan itu (tempatnya) di neraka. (Al-Lalikai, 1/84) Abdullah bin Mas’ud menyebutkan:

Ikutilah dan jngnlh brbuat bid'ah. Sungguh kamu sekalian telh diberi kecukupan (dalam agama kalian). Dan stiap kebid’ahan adlh sesat.


(Al-Ibanah 1/327- 328 , Al-Lalikai 1 /86) Abdullah bin Umar mengatakn:

Semua bid’ ah itu adalah sesat meskipun orang menganggapnya baik .

(Al-Ibanah 1/339, Al- Lalikai 1 /92) Al-Imam Malik bin Anas mngatakan:
Barangsiapa yang berbuat satu ke bid’ahan di dalam Islam dan dia menganggapnya baik, berarti dia telah mnuduh Rsulullh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam telah mengkhianati risalah. Karena Allah Subhnahu waTa'ala tlh mnyatakan:
Pada hari ini telah Aku smpurnakn bagi kalian agama kalian. Dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian. Dn Aku ridha Islam menjadi agama kalian .

( Al- Maidah: 3) Maka apapun yang ketika itu (di zaman Rsulullh Shallal lahu 'alaihi wssalm dn pr sahabtnya bukanlah sebagai ajarn Islam, maka pada hari ini juga bukan sebagai ajaran Islam.Al-Imam Asy-Syaukani menyebutkan:

Ssungguhnya apbila Allh mnyatakn Dia tlh mnyempurnakan agama-Nya sbelum mncabut ruh NabiNya, mka apakh lgi gunanya segala pemikirn atau pendapat yang diada-adakan oleh pemiliknya sesudah Allah menyempurnakan agama-Nya ini! Kalau pndapt mreka itu merupakan bgian dr agama ini mnurut kyakinn mereka, itu artinya mreka mengang gap bhw agama ini blum sempurna kecuali setelah dilengkapi dengan pemikiran mereka. Hal ini berarti penentangan terhadap Al Qur'an. Dan seandainya pemikiran tersebut bukn dr agama, maka apa gunanya mereka mnyibukkn diri dgn ssuatu yg bukan dari ajaran agama Islam?!

(Ayat) ini adalah hujjah yang tegas dan dalil yang pasti. Tidk mungkin mereka membantahnya sama sekali selama- lamanya. Maka jadikanlah ayat yang mulia ini snjata pertama yg dipukulkn kemuka ahlul bid'ah dn untuk mmatahkn semua hujjah mrka. Al-Qaulul Mufid hal.38, dinukil dari Al- Luma’) Dikutip dari

http://www.asysyariah.com, Penulis : Al- Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib, Judul: Agama Ini Telah Sempurna

janganlah mengolok-olok sunnah

Mengolok-olok atau mnjdikn Sunnh Nabi sbgai bahn trtawaan mrupakn perbuatan dosa besar, bahkan bisa mnybabkan pelakunya kafir.
Istihza' (mengolok-olok) Sunnah Nabi berarti mengolok-olok Islam. Ini adalah perbuatan besar namun dinilai oleh sebagian orang sbagai suatu hal yng biasa. Bhkn trkadang disebut lelucon yang menggelikan krna dianggap perbuatan tersebut adalah main-main dan tidak serius sehingga seolah-olah ketika melaku kannya tidk mnanggung dosa atau tanggung jawab apa pun. Padahal prbuatn itu dinilai oleh syriat sngat berbahaya dalm sgala keadaannya. Terjadi di zaman Nabi ketika beliau brsama kaum muslimin pergi mnuju perang Tabuk maka dalam sebuah majlis seseorang berkata:
Kami tidak melihat ada yang lebih rakus, lebih dusta, dan penakut seperti para pembaca Qur'an kita itu (dia maksudkan para sahabat Nabi). Mka ssorng mnanggapinya: Kamu dusta, bahkan kamu adalah munafik. Saya benar-benar akan sampaikan kepda Rasulullah. Maka berita itu smpai kepada Rasulullah dan turunlh ayat Al Qur'an kepada beliau. Abdullah bin Umar mengatakan: Saya melihat orang itu bergantung dengan tali unta Rasulullah dan kakinya tersandung-sandung batu sambil mengatakan:
Wahai Rasulullah kami hanya main-main. Namun Rasulullh trus brsbda: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, Rasul-Nya kalian memperolok-olok? Jangn klian cari udzur, kalian telah kafir setelah iman kalian (At Taubah:65-66) [Hasan, HR Ibnu Abi Hatim dn Ath Thabari dn dihsankn olh Asy Syaikh Muqbil dlm Shahihul Musnad min Asbabin Nuzul, 108 ] Mngomentri masalah ini Asy Syaikh Sulaiman bin Abdillah mengatakan:
Pra ulama telh brsepakt ats kfirnya org yg melakukan sesuatu darinya, maka barangsiapa yang mengolok-olok Allh atau kitbNya, atau Rasul Nya, atau agamaNya, mka dia telah kafir walaupun main main dn tidak memaksudkan mengolok oloknya secara ijma (ksepakatn para ulama) (Taisir Al'Azizil Hamid hal. 617) Hal yang serupa ditegaskan oleh Asy Syaikh Abdurrahman As Sa'di katanya:
Barangsiapa yang mengolok-olok sesuatu dari kitab Allh atau Sunnah RasulNya yng shahih atau meleceh kannya atau mrendahknnya maka dia telah kafir terhadap Allah Yang Mh Bsar. (Taisir Al Karimir Rahman, 343) Bahkan Asy Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan:
Barangsiapa yang mengolok-olok salah satu dari Sunnah berarti ia mengolok-olok semuanya, karena yang terjadi pada orang tersebut (pada kisah di ats-red) bhw mereka mengolok-olok Rasul dn para saha batnya sehingga turunlah ayat ini. Kalau begitu mengolok-olok prkra ini saling terkait. (Kitabut Tauhid, 39) Lalu bagaimna kalau mengolok-olok ilmu dan orang yang berilmu apakah termasuk dlm hukum ini? Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz men jelaskan masalah ini, katanya:
Yang benar dalam masalah ini adlh dirinci masalahnya. Kalau mngolok olok ilmu syariat atau orang yang berilmu karena ilmunya maka yang demikian merupakan kemurtadan, tidak ada keraguan dalam masalah itu krn itu adlh prbuatn mrendhkn dan meremehkan sesuatu yg Allah besarkan dan mengandung peng hinaan dn pendustaan terhadap nya. Adapun mengolok-olok orang yang berilmu dari sisi lain seperti pakaian atau ambisinya terhadap dunia atau kebiasaannya yng tidak sesuai dengan kebiasaan manusia yang tidak ada hubungnnya dngn syariat atau sebb yng serupa dngn itu maka yang semacam ini tidak sampai murtad krna perbuatannya ini tidak kembali kepada agama tapi kembali kepada perkara lain.
(footnote Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz terhadap Fathul Majid hal. 526) Semestinya ketika melihat sesuatu yang berkaitan dengan keagamaan dan sesuai dgn Sunnah Nabi jngan smpai kit mngolok-olok atau meng hina, merendahkan, mengejek atau menjadikannya bahan tertawaan atau smacmnya. Walaupun Sunnah itu bertentngn dngan adat istiadat atau kita menganggapnya asing dan aneh serta belum bisa melaku kannya. Mestinya kita mendukung dan meminta ampun kepada Allah krena belum bisa mlaksanakannya, bukan malah mengejek. Semoga Allah selalu memberikan taufik-Nya kepada kita untuk selalu mlakukan apa yang Ia ridhai dan cintai. Ukurn Hidayah Karena begitu bahayanya mencela Sunnah Nabi maka para ulama menjadikan ukuran hidayah dengan istiqamahnya seseorang di atas As Sunnah. Sebaliknya mereka menilai seseorang yang mencela Sunnah Nabi brarti perlu diragukn keistiqamahannya di atas hidayah. Al Imam Al Barbahari mengatakan:

J ika kamu dngr ssorang mencacat As Sunnah atau mnolak As Sunnah atau mncari slain As Sunnah, maka tuduhlh dia pada keislamannya dan jangan kamu ragu bahwa dia adlah pengikut hawa nafsu, ahli bid'ah .( Syarhus Sunnah, 51 Ta’dhimus Sunah, 29) Abul Qasim Al Ashbahani mengatakan: A hlus Sunnah dari kalangan Salaf mengatakan bahwa jika sseorang mencacat As Sunnah maka semestinya ia dituduh pada keislamannya . (Al Hujjah fii Bayanil Mahajjah, 2 /428,Ta' dhimus Sunnah hal.29). Ayyub AsSikhtiyani berkata:
Jika kamu ajak bicara seseorang dengan Sunnah llu dia mngatakan: Tinggalkan kami dari yang ini dan beri tahu kami dengan Al Qur’an, maka ktahuilh bahwa dia itu sesat .(Miftahul Jannah, 137) Orang yang melakukan perbuatan semacam ini berada dalm keadaan yang sangat berbahaya sehingga Imam Ahmad mengatakan:
Barangsiapa yang menolak hadits Nabi maka dia brada di atas jurang kebinasaan. ( Tabaqat Al Hanabilah, 2 /15 , Ta’dhimus Sunnah, 29). Wallahu a’lam.

Dikutip dari ttp://www.asysyariah.com, Penulis : Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc, Judul asli: Hukum mengolok-olok sunnah Nabi Diarsipkan pada: http://qurandansunnah.

Pakaian Wanita dalam shalat

1. Pertanyaan
Apakah boleh shalat memakai pan taloon (celana panjang ketat) bagi wanita dan lelaki. Bagaimana pula hukum syar’inya bila wanita me makai pakaian yng bahannya tipis namun tidk mnampakkn auratnya?
Jawab:
Pkaian yng ketat yang mmbentuk anggota-anggota tubuh dn meng gambarkan tubuh wanita, anggota-anggota badn brikut lkuk lekuknya tidak boleh dipakai, baik bagi laki-laki maupun wanita . Bahkan untuk wanita lebih sangat pelarangannya karena fitnah ( godaan) yang ditim bulkannya lebih besar. Adapun dlm shalat, bila memang ssorang shalat dalam keadaan auratnya tertutup dgn pakaian trsbut maka shalatnya sah karena adanya penutup aurat, akan tetapi orng yang berpakaian ketat tersebut berdosa. Karena ter kadang ada amalan shalat yang tidak ia laksanakan dengan semes tinya disebabkan ketatnya pakaian nya. Ini dari satu sisi. Sisi yg kdua,
pkaian smacam ini akn mngundang fitnah dan menarik pandangan org lain, trlebih lg bila ia sorang wanita. Maka wjib bagi si wanita untuk me nutup tubuhnya dengan pakaian yang lebar dan lapang, tidak meng gambarkan lekuk-lekuk tubuhnya, tidak mengundang pandangan krn ketatnya, dn juga pakaian itu tidak tipis menerawang. Hndknya pkaian itu merupakan pakaian yang dapat menutupi tubuh si wanita secara sempurna, tnpa ada sedikitpun dari tubuhnya yng tampak. Pakaian itu tidk boleh pndek sehingga menam pakkan kedua betisnya, dua lengan nya, atau dua telapak tangannya. Si wanita tidak boleh pula mmbuka wajhnya di hadapan lelaki yg bukn mahramnya tapi ia harus menutup seluruh tubuhnya. Pakaiannya tidk boleh tipis sehingga tampak tubuh nya di balik pakaian tersebut atau tampak warna kulitnya. Yang sperti ini jelas tidak teranggap sebagai pakaian yang dapat menutupi.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan dalam hadits yang shahih1 : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: رِجَالٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسُ وَنِساَءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسَهُنَّ كَأَسْنَمَةِ الْبُخْتِ لاَ يَجِدْنَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ Ada dua golongn dari penduduk neraka yang saat ini aku belum melihat ke duanya. Yang pertama, satu kaum yang membawa cambuk- cambuk seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka miring dan mem buat miring orang lain. Kpala kpala mereka semisal punuk unta, mreka tidk akn mencium wanginya surga .Makna كَاسِيَاتٌ: mereka me ngenakn pakaian akan ttpi hakikat nya mereka telanjang krna pakaian trsebut tidk mnutupi tubuh mreka. Modelnya saja berupa pakaian akan tetapi tidak dapat menutupi apa yang ada di baliknya, mungkin krn tipisnya atau karna pndeknya atau kurang panjang untuk menutupi tubuh. Mka wajib bgi para muslimh untuk memperhatikan hal ini. (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan, 3/158.159)
2. Pertanyaan: Kebanyakan wanita bermudah-mudah dalam masalah aurat mereka di dalam shalat. Mrka membiarkan kdua lengan bwahnya atau sdikit darinya terbuka/tampak saat shalat, demikian pula telapak kki bahkan terkadang trliht sbagian betisnya, apakah sprti ini shaltnya sah? Jawab:.... Samahatusy Syaikh Abdul Aziz ibnu Abdillah ibnu Baz r.a memberikan jawaban, Yng wajib bagi wanita merdeka dan mukallaf untuk menutup seluruh tubuhnya dalam shalat terkecuali wajah dan dua telapak tangan, karena sluruh tubuh wanita aurat.... Bila ia shalat smentra tmpak ssuatu dr auratnya, seperti betis, telapak kaki, kepala atau sebagiannya, maka shalatnya tidak sah, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ الْحَائِضِ إِلاَّ بِخِمَارٍ “ Allh tidk menerima shalat wnita yang telah haid kcuali bila mengenakan kerudung (HR. Al Imam Ahmad dn Ahlus Sunan kcuali An-Nasa'i dngn sanad yng shahih) Yang dimaksud haid dalam hadits di atas adalah baligh. Juga brdasar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ Wanita itu aurat. (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan dalam Al-Misykat (no. 3109) , Al-Irwa’ (no. 273), dan Ash-Shahihul Musnad (2 /36). pen.) Juga riwayat Abu Dawud dr Ummu Salamah radhiyallahu'anha, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tentang wanita yang shalat memakai dira’ (pakaian yg biasa dikenakn wanita di rumahnya, semacam daster) dan khimar (kerudung) tanpa memakai izar ( sarung/pakaian yg menutupi bagian bawah tubuh). Nabi SAW menjawab: إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُوْرَ قَدَمَيْهِ (Boleh) apabila dira' trsebut luas/lebar hingga mnutupi punggung kedua telapak kakinya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Bulughul Maram berkata, Pr imam menshahihkan mauqufnya haditsnya atas Ummu Salamah r.a ( Yakni hadits di atas adalah ucapan Ummu Salamah radhiyallahu'anha. ) Bila di dekat si wanita ( di sekitar tempat shalatnya) ada lelaki ajnabi maka wajib baginya menutup pula wajahnya dn kedua telapk tangan nya. (Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, 10/ 409)
3. Pertanyaan Kita perhatikan seba gian orang yang shalat mereka me ngenakan pakaian yng tipis hingga bisa terlihat kulit di balik pakaian trsbut. Apa hukumnya shalat dngn pakaian seperti itu?
Jawab:
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz ibnu Abdillah ibnu Baz rahimahullahu menjawab, Wajib bagi orang yang shalat untuk menutup auratnya ke tika shalat menurut kesepakatan kaum muslimin dan tidak boleh ia shalat dalam keadaaan telanjang, sama saja apakah ia lelaki ataukah wanita" lebih sangat lagi auratnya. Kalau lelaki, auratnya dalam shalat adlh antara pusar dn lutut disertai dengan menutup dua pundak atau salh satunya bila mmang ia mampu, berdasarkn sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kepada Jabir radhiyallahu anhu: إِنْ كَانَ الثَّوْبُ وَاسِعًا فَالْتَحِف بِهِ، وَإِنْ كَانَ ضَيِّقًا فَاتَّزِرْ بِهِ “ Bila pakaian/kain itu lebar/lapang maka berselimutlah engkau dengannya menutupi pundk nmun bila kain itu sempit bersarunglah dengannya menutupi tubuh bagian bawah). ( Muttafaqun 'alaihi) Juga berdasar sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘ anhu: لاَيُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقِهِ مِنْهُ شَيْءٌ Tidak boleh salah seorang dari kalian shalat dengan mengenakan satu pakaian / kain smentara tidk ada sdikitpun bgian dr kain itu yg menutupi pundknya. Hadits ini dispakati keshahihannya. Adapun wanita, seluruh tubuhnya aurat di dalam shalat terkecuali wajahnya. Ulama bersilang pndapat tentang dua telapak tangn wanita: Sbagian mreka mwajibkan mnutup kedua telapak tangan. Sbagian lain mmberi keringann (rukhshah) untk mmbuka kduanya. Prkaranya dalam hal ini lapang, insya Allah. Namun menutupnya lebih utama / afdhal dalam rangka keluar dr perselisihan ulama dalam masalah ini. Adapun dua telapak kaki, jumhur ahlil ilmi ( myoritas ulama) brpendpt kduanya wajib ditutup. Abu Dawud menge luarkan hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha: إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُوْرَ قَدَمَيْهِ (Boleh) apabila dira' trsebut luas/lebar hingga mnutupi punggung kedua telapak kakinya.Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Bulughul Maram berkata, Para imm mnshahihkan mauqufnya hadits ini atas Ummu Salamah r.a(yakni, ucapan ini adalh perkataan Ummu Salamah bukan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, red.).Berdasarkan apa yang telah kami sebutkan, wjib bagi llaki dn wanita untuk mengenakan pakaian yang dapat menutupi tubuhnya, karena klau pkaian itu tipis tidak menutup aurat batallah shalat tersebut. Ter masuk di sini bila seorang lelaki me makai clana pendek yang tidak me nutupi kdua pahanya dan tidak me makai pakaian lain di atas celana pendk trsbut shingga dua pahanya tertutup, maka shalatnya tidaklah sah. Demikian pula wanita yang me ngenakan pakaian tipis yang tidak menutupi auratnya maka batallah shaltnya. Padahal shalat mrupakan tiang Islam dan rukun yg terbesar setelah syahadatain, maka wajib bagi seluruh kaum muslimin, pria dan wanita, untuk memberikan perhatian terhadapnya dn menyem purnakan syarat-syaratnya serta berhati-hati dari sebab-sebab yang dapat membatalkannya, berdasar firman Allah Subhanahu wa Ta'ala;
Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (ashar ) (Al-Baqarah: 238) Dan firman-Nya: Tgakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat .” Tidaklah diragukan bahwa memerhatikan syarat- syarat shalat dan seluruh yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan berkenaan dengan shalat masuk dalam makna penjagaan dan penegakan yang diprintahkan dalam ayat. Apabila di sisi/di sekitar si wanita itu ada lelaki ajnabi saat ia hendk shalat maka wjib Berdasar pendapat yang mewajibkn mnutup wajah, bukan yang menganggpnya sunnah. (ed)) baginya menutup wajahnya. Demikian pula dalam thawaf, ia tutupi seluruh tubuhnya karena thawaf masuk dalm hukum shalat. Wabillahi at-taufiq. ( Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, 10/410-412) 4. Pertanyaan Bila aurat orang yang sedang shalat tersingkap, bagaimana hukumnya?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al- Utsaimin rahimahullahu menjawab, Orang yang demikian tidak lepas dari beberapa keadaan : Prtama: Bila ia sngja/mmbiarknnya, shalatnya batal, baik sedikit yang terbuka / tersingkap ataupun byk, lama waktunya ataupun sebentar. Kedua: Bila ia tidak sengaja dan yang terbuka cuma sedikit maka shalatnya tidak batal. Ketiga: Bila ia tidak sengaja dan yang terbuka banyak namun cuma sebentar sprti saat angin bertiup sedang ia dlam keadaan ruku lalu pakaiannya ter singkp tpi segera ia tutupi/ prbaiki mka pndapat yang shahih shaltnya tidk batal karena ia sgera menutup auratnya yang terbuka dan ia tidk bersengaja menyingkapnya, krena Allah Subhnahu waTa'ala berfirman: Bertakwallah kalian kepada Allah semampu kalian .” Keempat: Bila ia tidak sengaja dan yang terbuka banyak, waktunya pun lama karena ia tidak tahu ada auratnya yang trbuka terkecuali di akhir shaltnya maka shalatnya tidak sah karena menutup aurat merupakan salah satu syarat shalat dan umumnya yang seperti ini terjadi karena ketidakperhatian dirinya terhadap auratnya di dalam shalat. Wallahu a'lam. ( Majmu’ Fatawa wa Rasail Fdhilatusy Syaikh ibnu Al'Utsaimin, Fatawa Al-Fiqh, 12 / 300-301) Footnote: 1 HR. Muslim no. 5547. Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menyatakan hadits di atas trmasuk mukjizat kenabian, krn tlah muncul dan didapatkan dua golongn yang disebutkan oleh Rasulullah SAW tersebut. Adapun makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ, wanita-wanita itu memakai nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tapi tidak mensyukurinya. Ada pula yng memaknakan, para wanita tersebut menutup sebagian tubuh mereka dan membuka sebagian yang lain guna menampakkan kbagusannya. Mkna lainnya, mereka memakai pa kaian tipis yng menampakkan wrna kulitnya dan apa yng tersembunyi di balik pakaian tErsebut. مَائِلاَتٌ maknanya mereka menyimpang dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dari perkara yang semestinya dijaga. مُمِيْلاَتٌ maknanya mereka mengajarkan perbuatan mereka yang tercela kepada orang lain. Ada pula yang menerangkan مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ dengan makna mereka berjalan dgn miring berlagak angkuh dn menggoyang goyangkan pundak mereka. Makna yang lain, mereka menyisir rambut mereka dengan gaya miring sperti model sisiran wanita pelacur dan mreka menyisirkan wanita lain dgn model sisiran seperti mereka. رٌؤٌوْسٌهٌنَّ كأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ mknanya mrka mem besarkan rambut mereka dengan melilitkan sesuatu di kepla mereka. (Al-Minhaj, 14 /336).
By; Woti;
Sumber : http://salafy.or.id Judul: Pakaian Wanita dalam Shalat

Mari mengikuti Sunnah

Ibnu Mas'ud r.a berkata:

Sderhana dalam As-Sunnah lebih baik dripada bersungguh-sungguh di dalam bid'ah . (Ibnu Nashr, 30 , Al-Lalikai 1 /88no.114, dn Al-Ibanah 1 /320 no. 161) Ibnu 'Abbas radhiallahu anhuma berkata:
Tetaplah kamu beristiqamah dan berpegang dengan atsar serta jauhilah bid'ah . (Al-I'tisham, 1 /112) Al-Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata: Ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan:
Berpegang dgn As-Sunnah adalah kselamatan. Ilmu itu tercabut dngn segera, maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dngan perginya para ulama akan hilang pula semua itu ( ilmu dan agama). (Al-Lalikai 1/94no.136 dn Ad- Darimi, 1 /58 no. 16) Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata:
Berhati-hatilah kamu, jangan sampai menulis masalah apapun dari ahli ahwa, sedikit atau pun banyak. Berpeganglah dengn Ahlul Atsar dan Ahlus Sunnah. (As-Siyar, 11/231) Al-Imam Al-Auza'i rhimahullh berkata:
Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapat orng orng (slain mereka) mskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu . (Asy-Syari'ah hal. 63) Sumber: Lammuddurril Mantsur minal Qaulil Ma`tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al-Haritsi, Dikutipdari:

http://www.asysyariah.com, Judul asli: Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Keutamaan bertaukhid

Tauhid adalah inti agama para nabi dan rasul. Mereka mengajak kepada tauhid dan merealisasikannya pada diri mereka sendiri dan pengikutnya. Seorang yang mewujudkan tauhid dan merealisasikannya dalam keyakinan dan perbuatannya adalah orang yang mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah Robbul alamin. Pembaca yang budiman, mungkin anda bertanya, “ Bagaimana cara merealisasikan dan mewujudkan tauhid pada diri seseorang?! “ Tentunya dengan membersihkan dan menyucikannya dari segala noda-noda syirik dan bid’ah, dan tidak terus- menerus melakukan maksiat. Barangsiapa yang demikian kondisinya, maka ia telah merealisasikan tauhid. [Lihat Qurroh Uyun Al-Muwahhidin (hal. 23) karya Syaikh Abdur Rahman bin Hasan Alusy Syaikh, cet. Dar Ash-Shumai'iy, 1420 H] Jadi, seorang yang bertauhid haruslah memberikan ibadahnya kepada Allah -Ta’ala- saja, bukan untuk selain-Nya. Jika ia berdo’a dan memohon, maka ia tak berdo’a dan memohon, kecuali kepada Allah. Jika ia mengharap dan takut, maka ia tak mengharap dan takut, kecuali kepada Allah. Dia tak akan takut atau mengharap kepada makhluk, walau makhluk itu memiliki kehebatan dan keistimewaan apapun. Dia tak akan takut kepada jin-jin, roh-roh, kuntilanak, gondoruwo, wewe gombel, setan, kuburan dan makhluk halus; atau apapun diantara makhluk yang ditakuti oleh sebagian orang-orang jahil. Bahkan ia hanya takut kepada Allah, Pencipta mereka sehingga mereka hanya mengharap karunia, dan rahmat-Nya. Selain itu , seorang yang ingin merealisasikan dan menyempurnakan tauhidnya, ia harus meninggalkan bid’ah (ajaran-ajaran yang tak ada contohnya dalam agama, walaupun dianggap baik oleh sebagian orang). Contoh bid’ah: perayaan tahun baru hijriyyah atau masehi, perayaan maulid Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, perayaan Isra’-Mi’raj, peringatan Nuzulul Qur’an, dan lainnya. Jadi, seorang harus meninggalkan bid’ah-bid’ah semacam ini, karena bid’ah akan membuat tauhid kita akan keruh dan ternodai. Orang yang melakukan bid’ah telah keluar dari tuntunan syari’at Allah -Ta’ala- yang telah Allah wahyukan kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-; pelaku bid’ah tidaklah taat kepada Allah secara murni. Andai ia meyakini Allah sebagai Robb dan ilah-nya (sembahannya), maka ia akan taat dan tak keluar dari tuntunan-Nya. [Lihat Al- Qoul As-Sadid Syarh Kitab At-Tauhid (hal. 24) karya Syaikh Abdur Rahman Ibn Nashir As-Sa'diy, cet. Wuzaroh Asy-Syu'un Al-Islamiyyah, 1421 H] Realisasi tauhid akan semakin sempurna, jika seseorang menanggalkan dan menjauhi maksiat, seperti dusta, ingkar janji, pacaran, korupsi, zina, musik, minum khomer dan lainnya. Sebab ini adalah tanda bahwa hatinya memurnikan ketaatannya kepada Sang Pencipta dan Sembahannya, yakni Allah -Azza wa Jalla-[Lihat At-Tamhid li Syarh Kitab At-Tauhid (hal. 34) , karya Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alusy Syaikh, cet. Dar At-Tauhid, 1423 H] Perealisasian dan penerapan tauhid yang murni dan bersih dari syirik amatlah susah kita temukan di tengah kebanyakan manusia pada hari ini, kecuali orang yang diberi petunjuk untuk menapaki jalan para nabi dan rasul yang berlandaskan tauhid. Orang yang mengaku bertauhid banyak, tapi realita mengingkarinya. Pembaca yang budiman, kalau hati kalian penasaran, maka layangkan pandangan kalian kepada ayat dan hadits berikut, niscaya kalian akan memahami makna tauhid dan cara merealisasikannya. Allah -Ta’ala- berfirman, “ Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan HANIF. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), ( lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus “. (QS. An-Nahl : 120-121). SyaikhMuhammad Ibn Sholih Al-Utsaimin- rahimahullah- berkata, “ Orang yang HANIF adalah orang yang menghindar dari kesyirikan, menjauhi segala perkara yang menyelisihi ketaatan “. [Lihat Al-Qoul Al-Mufid (1 /93) , cet. Dar Ibn Al-Jauziy, 1421 H] Barangsiapa yang mau merealisasikan tauhid secara sempurna sehingga ia mendapatkan pujian dari Allah sebagaimana yang dialami Ibrahim - Shollallahu ‘alaihi wasallam-, maka seorang harus memiliki 4 sifat yang ada pada Nabi Ibrahim : * Sifat Keteladanan dan Kepemimpinan * Sifat Selalu Patuh kepada Allah -Azza wa Jalla- * Sifat Hanif : menjauhi kesyirikan. * Sifat Syukur terhadap nikmat lahir dan batin. Inilah empat sifat yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin merealisasikan tauhidnya dengan sempurna. Keempat sifat ini tak akan terwujud kecuali jika dibarengi dengan ilmu dan konsekuensinya berupa keyakinan terhadap sesuatu yang kita ilmui, dan tunduk kepadanya. [ Lihat Fathul Majid (hal. 75-76) karya Syaikh Abdur Rahman bin Hasan At-Tamimiy, cet. Dar Al-Fikr, 1412 H, dan Al-Qoul Al-Mufid (1 /91) karya Al- Utsaimin] Al-Imam Abu Bakr Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah- rahimahullah- berkata menjelaskan maksud Allah menyebutkan empat sifat itu, “ Maksudnya, Allah - Subhanahu- memuji kekasih-Nya (yakni, Ibrahim) dengan empat sifat ini. Empat sifat ini kembali kepada ilmu, pengamalan konsekuensi ilmu tersebut, mengajarkannya, dan menyebarkannya. Jadi, semua kesempurnaan itu kembali kepada ilmu dan pengamalan konsekuensinya, serta mendakwahi makhluk menuju kepada ilmu itu “. [ Lihat Miftah Dar As-Sa'adah (1 /174) ] Jadi, seorang yang mau merealisasikan tauhid secara total dan murni, maka ia harus mengetahui dan mengilmui bahwa dirinya harus menjauhi kesyirikan. Oleh karena itu, Allah -Ta’ala- berfirman, “Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun)” . (QS. Al- Mukminun : 59). Maksiat –menurut makna umumnya- adalah syirik, karena maksiat timbul dari hawa nafsu yang menyelisihi syari’at. Tak heran jika Allah berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya “. ( QS. Al-Jatsiyah: 23). Syaikh Al-Utsaimin berkata saat menafsiri ayat 59 dari Surah Al-Mukminun, “ Yang dimaksud dengan SYIRIK adalah syirik dalam artian yang lebih umum, sebab perealisasian tauhid tak akan terjadi, kecuali dengan jalan menjauhi syirik – menurut artiannya yang lebih umum-. Tapi bukanlah maksudnya, seseorang (yang merealisasikan tauhid) tak akan muncul darinya kemaksiatan, sebab setiap anak cucu Adam adalah orang-orang yang pernah bersalah, tak ma’shum. Namun jika mereka bermaksiat, maka mereka segera bertaubat, dan tidak terus-menerus di atas maksiat” . [Lihat Al-Qoul Al-Mufid (1 /96) ] Seorang yang merealisasikan tauhid dengan hati dan raganya akan selalu menjauhi maksiat. Kalaupun ia terjatuh dalam maksiat, maka ia akan segera sadar dan siuman dari kelalaiannya seraya mengingat bahwa ia tak diciptakan untuk mendurhakai Allah, tapi ia diciptakan untuk taat kepada Allah -Azza wa Jalla-. Merekalah yang Allah singgung dalam firman-Nya, “ Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka ; dan tak ada yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui “. (QS. Ali Imran : 135) . Karena jauh dari kesyirikan, seorang yang merealisasikan tauhidnya dengan murni akan selalu tergantung hatinya kepada Allah, ia selalu bertawakkal kepada-Nya sehingga ia diberi keutamaan oleh Allah -Ta’ala- untuk masuk dalam golongan 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab (perhitungan), dan siksaan. Inilah yang disebutkan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam hadits ini, عُرِضَتْ عَلَيَّ اْلأُمَمُ, فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ, وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلاَنِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ إِذْ رُفِعَ لِيْ سَوَادٌ عَظِيْمٌ فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِيْ, فَقِيْلَ لِيْ هَذَا مُوْسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَوْمُهُ, وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى اْلأُفُقِ, فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيْمٌ, فَقِيْلَ لِيَ انْظُرْ إِلَى اْلأُفُقِ اْلآخَرِ, فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيْمٌ, فَقِيْلَ لِيْ هَذِهِ أُمَّتُكَ وَمَعَهُمْ سَبْعُوْنَ أَلْفًا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ, ثُمَّ نَهَضَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ فَخَاضَ النَّاسُ فِيْ أُولَئِكَ الَّذِيْنَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ, فَقَالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمُ الَّذِيْنَ صَحِبُوْا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَقَالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمْ الَّذِيْنَ وُلِدُوْا فِي اْلإِسْلاَمِ وَلَمْ يُشْرِكُوْا بِاللهِ وَذَكَرُوْا أَشْيَاءً, فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ: مَا الَّذِيْ تَخُوْضُوْنَ فِيْهِ؟ فَأَخْبَرُوْهُ, فَقَالَ:ُ هُمُ الَّذِيْنَ لاَ يَتَطَيَّرُوْنَ وَلاَ يَسْتَرْقُوْنَ وَلاَ يَكْتَوُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ, فَقَامَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ: اُدْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِيْ مِنْهُمْ, فَقَالَ: أَنْتَ مِنْهُمْ, ثُمَّ قَامَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ: اُدْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِيْ مِنْهُمْ, فَقَالَ: سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ “Umat-umat telah diperlihatkan kepadaku; aku melihat seorang nabi dan bersamanya sekelompok kecil pengikutnya; seorang nabi lagi bersama satu- dua orang (dari kalangan pengikutnya), dan seorang nabi lagi yang tak ada seorangpun bersamanya. Tiba-tiba diangkatkan kepadaku kelompok besar; aku kira bahwa mereka adalah umatku. Lalu disampaikan kepadaku, “Ini adalah Musa -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan kaumnya. Tapi lihatlah ke ufuk!” Lalu aku lihat (ke ufuk), maka tiba-tiba ada sebuah kelompok besar. Kemudian disampaikan kepadaku, “Lihatlah ke ufuk yang lain”. Lalu tiba-tiba ada sebuah kelompok besar lagi. Dikatakan kepadaku, “Ini adalah umatmu, bersama mereka ada 70 ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab ( perhitungan), dan siksaan”. Kemudian Nabi - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bangkit dan masuk ke rumahnya. Manusia pun berbincang-bincang tentang orang-orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan siksaan. Ada yang berkata, “ Mungkin mereka adalah yang telah menemani Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-”. Sebagian lagi berkata, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam, dan tidak mempersekutukan Allah (dalam beribadah kepada-Nya)”. Lalu mereka menyebutkan beberapa perkara lain. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘ alaihi wa sallam- keluar menemui mereka seraya bersabda, “Apa yang kalian perbincangkan?” Mereka pun mengabarkan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak ber-tathoyur (merasa sial karena suatu hari atau benda), tidak pernah meminta ruqyah ( jampi), dan tidak pula berobat dengan cos (besi panas), dan mereka hanya bertawakkal kepada Robb-nya”. Lalu bangkitlah Ukkasah bin Mihshon seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk diantara mereka”. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Engkau termasuk diantara mereka”. Kemudian ada lagi seorang laki-laki yang lain berdiri seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk diantara mereka”. Beliau bersabda, “ Engkau telah didahului Ukkasayah” . [HR. Al- Bukhoriy dalam Shohih-nya (3410 , 5705 , 5752 , 6472 , & 6541) , dan Muslim dalam Shohih-nya ( 220) ] Perhatikanlah keutamaan yang diraih oleh orang yang bertawakkal secara sempurna kepada Allah; ia akan masuk surga, tanpa hisab dan siksaan. Inilah salah satu bentuk realisasi tauhid. Seorang yang bertauhid akan memurnikan tawakkalnya kepada Allah. Hadits ini memberikan faedah bahwa meminta ruqyah, melakukan tathoyyur, berobat dengan dengan cara kay (cos : besi panas); semua ini adalah perkara-perkara yang mengurangi tawakkal seorang yang melakukannya, karena saat ia melakukan satu diantaranya, maka dalam hatinya akan terdapat semacam kecondongan dan ketergantungan kepada selain Allah, yakni ia yakin kepada orang-orang membantunya melakukan hal-hal itu. Namun bukan berarti bahwa seorang dilarang berobat ke dokter dengan cara medis, selain cara-cara yang disebutkan dalam hadits Ukkasyah di atas, Wallahu a’lam. [ Lihat At-Tamhid li Syarh Kitab At-Tauhid (hal. 39- 40) ] Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaliy -hafizhahullah- berkata, “ (Di dalam hadits ini) terdapat keutamaan tawakkal kepada Allah -Ta’ala- dan bersandar kepadanya dalam mencegah suatu musibah, atau mendatangkan manfaat”. [Lihat Bahjah An-Nazhirin (1 /153) ] Inilah keutamaan besar yang Allah janjikan dan karuniakan kepada orang-orang yang merealisasikan tauhidnya hanya untuk Allah -Azza wa Jalla-. Semoga Allah menjadikan kita orang- orang yang mendapatkan keutamaan ini sebagaimana halnya sahabat yang mulia, Ukkasyah bin Mihshon Al-Asadiy Al-Badriy - radhiyallahu ‘anhu-. Sumber: http://almakassari.com/ Penulis: Buletin Jum’at At-Tauhid Judul: Keistimewaan Orang Bertauhid

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran