NEGERI KAMUFLASE



Nafsu, selalu mengejar dan memburu setiap pelaku-pelaku, dalam kehidupan yang fana dan semu"  kamilah anak alam semesta merakit tiang dalam ilusi yang
 fana merasuki di dalam setiap jiwa sebagai perhiasan dan juga bencana bagi setiap manusia sebagai Ciptaan-Nya Lalu muncullah nafsu diri dari dalam bumi dan menelan kemanusiaan. Lalu dari sana nyala api, Lalu dari sana bubuk mesiu, Lalu dari sanalah darah. Mereka datang memotong jiwa kasih kita dan membunuh kasih sayang manusia dan mengalirlah, darah-darah orang tak berdosa Mengalir seadanya, seada- adanya darah sesama lalu Lihatlah nafsu itu, dia datang sebagai tamu Kemudian menjadi tuan rumah bagimu, Lalu menjelma menjadi penguasa kejam bagi dirimu Dialah raja sekaligus budakmu Sebagaimana dia mengangkat kehormatanmu Begitu pula dia menghancurkanmu Bertekuk lutut, menjajahmu, memperkosamu Menimbunmu, menghempaskanmu Kedalam lembah kehinaanmu mereka adalah serigala yang nantinya akan disingkirkan serigala pula Batu hendak digigit dan diludahi lidah api Ular berbisa yang dibenci ular berbisa! Wahai penguasa-penguasa Wahai Pengkhianat bangsa karena nafsu Rumah rakyatmu hancur, tengoklah bangsa ini lebur, lihatlah Dan dari setiap rumah yang hancur bukan bunga yang mekar, tapi memancar logam yang terbakar. Dari setiap lubang bom di negeri ini Tumbuh lagi kelak: Rakyat. Dari setiap peluru kejahatan kelak lahir sebuah tempat, suatu saat, yang ditemukan di hatimu. mereka akan kembali mengirimkan darah darah rakyat yang bangkit menentangmu membenamkanmu ke satu- satunya dalam ombak kebanggaan dan pisau kelaparan! Tapi engkau adalah anak alam semesta Kaulah yang akan menentang nafsu itu Engkau tidak akan masuk dalam perangkapnya Tidak juga untuk dijinakkannya Karena rumahmu bukanlah sebuah sangkar Tapi tiang layar sebuah kapal Untuk melayari menyebrangi lautan luas Menuju negeri bahagia Adakalanya engkau letih, merintih, tertatih Tapi engkau tidak akan melipat sayap-sayapmu Untuk dapat melewati pintu- pintumu Tidak juga akan menundukkan kepalamu Karena takut terantuk langit- langit Tidak akan merendahkan dirimu dalam lembah penderitaan Tidak...! Tidak seperti itu... Engkau tidak akan menyerah Karena engkau adalah anak alam semesta Yang membentang sauh, melayari samudera lepas Menuju keindahan menuntun hati Betapa dambaku lembah menjadi jalan rayamu Dan jalur hijau itu menjadi gerbangmu Terangi jalan menyusuri Cahaya-MU Menuju Taman Firdaus-MU (BC&JM&JS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran