KULIT PEMBUNGKUS BUMI


kulit adalah pembungkus paling luar dari suatu materi atau benda, yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung. Bayangkan jika tubuh kita ini tanpa kulit, mungkin daging kita akan jatuh berserakan. Begitu juga dengan bumi kita ini. Andai saja tidak ada kulit bumi, mungkin magma di lapisan kerak bumi ini dengan seenaknya akan meleleh keluar ke permukaan bumi. Gunung Merapi adalah bagian dari kulit bumi. Sebenarnya kita justru harus berterima kasih kepada Gunung Merapi. Karena jika tidak ada gundukan gunung tersebut, mungkin magma yang berubah menjadi lava/lahar tersebut akan terus- menerus keluar dari perut bumi. Kulit bumi yang berupa gunung itulah yang telah menahannya, mendinginkannya. Bumi memiliki lapisan-lapisan seperti; kulit bumi, kerak bumi, mantel bumi, inti bumi dan bagian terdalam inti bumi. Inti bumi sendiri dikatakan memiliki suhu sekitar 4.300 derajat Celcius! Mantel bumi saja dikatakan memiliki suhu sekitar 1.000 derajat Celcius. Jadi, bumi itu sendiri sebenarnya adalah panas! Bagian yang paling luarlah yang paling dingin. Kita manusia sebenarnya harus memelihara suhu kulit bumi agar tetap dingin. Tapi apa yang terjadi sekarang? Es di kutub utara telah mencair. Suhu di seluruh permukaan bumi rata- rata meningkat! Nah, kalau kulit bumi sendiri telah memanas, bagaimana dengan bagian yang lebih dalam dari bumi. Bila kulit panas, dia akan melepuh, merekah… Dan darah dan daging bagian dalam akan keluar. Menurut yg berfikiran panjang, ini tidak ada bedanya dengan bumi. Anggaplah lumpur Lapindo yang panas itu merupakan darah dari bumi yang telah keluar ke permukaan. Demikian juga dengan gunung-gunung berapi yang mulai aktif. Itu bisa jadi karena reaksi dari peningkatan suhu kulit bumi. Apa yang bisa kita perbuat, kawan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran