HAKIKAT AKAL DAN PERASAAN


Jiwamu seringkali menjadi ajang dari sebuah pertempuran Karena itu akal sehatmu berperang seru Melawan perasaan hati dan selera nafsu Mampukah hati menjadi pendamai bagi jiwamu Sehingga dapat merubah kericuhan Persaingan kepingan – kepingan dirimu Menjadi satu kesatuan aroma dan keindahan lagu Akan tetapi apa daya orang lain ,pabila engkau sendiri dingin Dari hasrat pendamai diri dan berbagi unsur dalam diri mu? Akal sehat dan perasaan hati diibaratkan Perahu dan layar yang mendayung jiwamu Mengarungi lautan kehidupan. Jikalau patah salah satu layar dan kemudi itu Kau akan tetap terombang- ambing ombak tetapi masih mengambang Atau lumpuh tanpa daya dan terhenti di tengah samudra luas Sebab akal pikiran yang sendiri mengemudi Ibarat tenaga yang mendorong diri Bagai api membara yang menjadi kekuatan bagi mesin dirimu Karena itu ajaklah perasaan menjunjung tinggi hati Menggapai pucuk-pucuk getaran kebenaran yang sejati Keduanya merajut sebuah simfoni lagu Lalu turutilah jiwamu membimbing perasaan dengan menggunakan akal sehat Hingga perasaan itu tetap hidup dengan setiap kebangkitannya Laksana burung bangau terbang tinggi dari tengah padang Tak jarang akal maupun perasaan Seperti engkau memperhatikan dan menyuguhi dua orang tamu yang terkasih Dan sedang berada dalam perlindungan rumahmu Kau takkan sanggup memuliakan yang satu melebihi yang lain Sebab membedakan seseorang berarti bakal kehilangan Kasih dan sayang keduanya... Diantara bukit biru, sedang engkau duduk santai dikerindangan. Pohon populir putih perak , membagi kedamaian dan ketenangan Dengan sawah kuning dikejauhan , dan rerumputan hijau luas mengalun Perturutkanlah hati mengucapkan kalimat sunyi “ Tuhan berdiam diri dalam kalbu” Pabila topan mendatang dan badai perkasa menggulung rimba belantara, Guntur halilintarpun sambar- menyambar Berebut cepat merobek bilah angkasa Maka turutilah hatimu mengucapkan doa puji “Tuhan bertindak dengan rasa” Dan karena engkau adalah nafas ciptaan Tuhan Sebagai pucuk-pucuk daun kekayaan rimba Tuhan Maka engkau hendaklah juga, Berhening diri dalam kalbu, Bergerak dalam rasa yang bergelora

1 komentar:

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran