Status suka

KETUA MPR
Ketua DPR
Jaksa Agung
Ktua KPK
PRESIDEN
WAKIL PRESIDEN
POLRI. AD. AU. AL.
Gubernur
Walikota
Bupati
Camat
Lurah
RW
RT
Hansip
Tukang Bakso
Tukang Sate
Tukang Jahit
Dokter
Suster
Bidan
Hakim
Jaksa
Pengacara
Bang Toyib
Satpol PP
Satpam
Suster Ngesot
Pocong
Sundel Bolong
Kuntilanak
Tuyul
Pilot
Masinis
Kondektur
Calo
Supir Angkot
Supir Bus
Tukang Becak
Tukang Insinyur
Tukang Sampah
Tukang Tipu
Tukang Sapu
Artis
Sutradara
Produser
Pengamen
Mak Lampir
Mak Erot
Lamsijan
Dul Gepuk
Ali Oncom
Doyok
Paman Kikuk
Power Ranger
Si Bolang
Ariel
Luna Maya
Cut Tari
Cut Keke
Cut Bray
Miyabi
Waria
Lesbi
Homo
Pelacur
Gigolo
Gay
Hidung Belang hidung corong
Keong Racun
Kucing Garong
Trio Macan
Trio Kwek-Kwek
orang Gendeng
Ipin
Upin
Stallone
Arnold Szwarzeneger
Si Doel
Mandra
Sarah
Jenab
Ponari
Sumanto
Tante girang
Om Senang
Tukang Parkir
Tukang Ledeng
Tukang Sedot WC
Wong Edan
Wong Sinting
Pengemis
Penjambret
Pemalak
Pemalas
Penyamun
Pengangguran

dan smua dan Seluruh Kampung
MENYUKAI STATUS ANDA... !!!

ENGKAULAH BIDADARI

Inilah kata indah yang terus berpendar menghiasi lembaran syair para pujangga. sebuah kata yang sarat dengan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi sehingga setiap kita pasti mendambakannya. Ia adalah sebuah kata yang akan mengantarkan kita berlabuh di pelabuhan sang kekasih.

Lalu disanalah kita dapat memejamkan mata dengan tenang dan nyaman!   Wahai Para istri Engakaulah Bidadari !. ..   Ya, ia adalah sebuah untaian kata indah. Engkau ibarat aliran sungai yang deras dan meluap-luap , smentara itu anak sungaimu berkelok-kelok dalam semestamu....    

Engkau adalah seorang ibu Sumber kasih sayang dan mata air rahmat Engkau adalah anak perempuan Bayangan yang selalu memberikan keteduhan Serta melahirkan sosok yang dicintai Engkau adalah saudara perempuan Sosok kekasih dan tempat perlindungan.

Engkau adalah seorang istri   Dan tahukah engkau arti seorang istri? Seperti inilah saudariku, seperti inilah dirimu dihadapan suami tercinta Inilah bisikan hati seorang suami tentangmu,   Kekasihku Engkaulah sang Cinta, bak sumber kehidupan ini Kau seperti lentera penerang dalam kegelapan Kau mempunyai akal yng menyegarkan ketika diriku berada dlm kesedihan

Engkau mengulurkan tanganmu, menyiramiku dengan hiburan Kapanpun datang rasa gelisah

Engkau mencoba membuatku bahagia Membuatku lupa akan segala penderitaan   Ketika aku sekuat tenaga mncari pnghidupan

Engkau pantang menyerah, hingga kemalangan kerap kali mendera Ketika aku pulang kerumah, aku dapati senyum manismu Kau hapus semua duka derita Kau sembuhkan semua nyeri luka Aku seperti sang Raja, dan rumah ini adalah istananya Sementara cinta kasih adalah kasturi Yang semerbak disekelilingnya   Wahai Pujaanku...

Ketika engkau mendapati pintu kebahagiaan itu tertutup Jnganlah sekali-kali membukanya dengan paksa Akan tetapi gunakanlah kunci-kunci yang tersedia ini!.... Tunggulah !... Jangan pernah berputus asa, Ketika kunci pertama gagal, Jangan engkau hancurkan pintu Akan tetapi cobalah membukanya dengan kunci-kunci yang lain Aku Yakin bahwa salah satu kunci tersebut Pasti dapat membukanya.... InsyaAllah....  

Engkaulah yang dapat membuat hidup ini menderita Engkau jugalah yang mampu mengobati hatiku Maka aku akan bersumpah dihadapan Allah Bahwa aku mencintaimu Inilah hadiah Cintaku untuk -Nya Namun apakah gerangan yng akn dipersembahkan dari jiwanya untuk ku?  

Seperti inilah saudariku, Seperti inilah dirimu dihadapan suami tercinta....   Dipenghujung kata engkau adalah ... Pantai yang akan dijadikan tempat berlabuh bagi perahunya, Yang akan mnyirnakan rasa gelisah dan cemas saat mengarungi samudra kehidupan Yang gelap dan seakan tak berujung   Dipenghujung kata engkau adalah Oase sebagai tempat beristirahat tempatnya menemukan air yang dingin dan jernih Serta naungan sebagai tempat berlinduing Jiwanya akan kembali tenang setelah dilipuiti ketidak pastian Diterpa teriknya udara gurun yang begitu menyengat Dia akan melepas semua bebannya didepan pintumu Kemudian menghilangkan dahaganya dengan air yang bersumber dari Cinta dan Kasihmu..

. ( dikutip dari "Karena kasihku padamu" Dr Akhrim Ridha)   ***
Sesungguhnya wanita muslimah ibarat tanah yang subur Yang akan melahirkan para ksatria Ibarat bunga yang tumbuh diladang Islam Disirami dengan air wahyu Dan diberi wangi- wangian sunnah yang penuh berkah, Maka tersebarlah semerbak wanginya Hingga meliputi seluruh alam   Keindahan dan kemuliaan wanita akan sia-sia manakala dia memilih jalan salah Yag menjerumuskannya ketempat yang tidak terhormat, bahkan menyesatkan. Namun banyak jalan terbentang dihadapannya untuk dipilih Kemudian di tetapinya. Sehingga harapan menduduki tempat yang penuh kemuliaan, keindahan dan ktinggian drajat ada dihadapnnya.  
"Ya Tuhanku Bangunkan untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam surga " (QS At-Thahrim :11)    

Ini adalah kalimat yang diabadikan oleh Al-Quran agar terus diingat sepanjang masa. Kalimat yang keluar dari mulut seorang perempuan yang hatinya telah diliputi oleh keimanan. Disamping itu , siksaan yang bertubi- tubi menimpanya dijalan Allah tetap ditahannya. Dia tetap berpijak diatas kebenaran. Tak bergeming sedikitpun. Dialah Asyah, istri Fir'aun. Dia memilih mati dan disiksa didunia daripada memperoleh kesenangan yg telh didaptkannya sebagai istri Fir'aun.  

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya"  

Wahai saudariku , mari kita selamatkan diri dari api neraka. Dan hitunglah diri hari ini. Sebelum kita berdiri dihadapan Allah . Lalu dia menanyakan segala sesuatunya.   Rasulullah bersabda untuk putrinya,

" Wahai Fatimah binti Muhammad , Selamatkanlah dirimu dari api neraka ! "   Sungguh ini seruan yang mampu menggetarkan hati yang beriman, bahkan mampu menggoyang gunung yang kokoh sekalipun. Jika seperti ini sikap nabi memperingatkan buah hati dan belahan jiwa beliau Fatimah, lalu bagaimana dengan kita?  

Umar bin khatab pernah berkata : " Hisablah diri kalian sebelum dihisab ( kelah pada hari kiamat). Bersiap- siaplah untuk menghadap Allah, yakni pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhan-Mu) , Tiada suatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah) (QS Al-Haaqqah : 18)

AGAR DI JAGA OLEH ALLAH SWT

Sekali waktu Nabi Muhammad SAW
berpesan kepada Ibnu Abbas,
''Jagalah Allah, niscaya Dia menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu
dapati Dia di hadapanmu.''

Ketika menjelaskan hadis ini, Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitabnya
Jami'ul-Ulum wal-Hikam menyatakan, ungkapan ''Jagalah
Allah'' maksudnya adalah jagalah hukum-hukum Allah, hak-hak-Nya, perintah-perintah-Nya, dan
larangan-larangan-Nya. Artinya,
lakukanlah perintah-perintah
Allah dan tinggalkanlah larangan-
larangan-Nya. Juga jangan dilanggar hukum-hukum Allah, baik menyangkut perintah maupun larangan-Nya.

Hadis di atas mengandung wasiat yang agung menyangkut persoalan penting dalam agama. Nabi Sulaiman AS pernh mngatakan, Kami
telah pelajari ilmu apa pun yang
telah dipelajari manusia dan ilmu-ilmu yang belum dipelajari manusia.
Ternyata, kami tidak mendapatkan (sesuatu pun) yang sehebat penjagaan Allah, baik di alam gaib maupun di alam nyata.''

Para ulama mengatakan bahwa
ada dua bentuk penjagaan Allah SWT itu. Pertama, menjaga seorang hamba menyangkut kepentingan duniawinya, seperti menjaga fisiknya, anaknya, keluarganya, atau
harta bendanya.

Allah SWT berfirman, ''Bagi
manusia ada malaikat-malaikat
yang selalu mngikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya,
mereka menjaganya atas perintah Allah.' (Ar-Ra'd: 11). Penjagaan Allah seperti disebutkan dalam ayat tadi pernah dialami oleh seorang suci bernama Ibrahim bin Adham.
Diceritakan, suatu kali Ibrahim bin Adham tertidur di sebuah kebun, sementara di sampingnya ada ular berbisa yang di mulutnya ada seikat
bunga narsia. Ular itu terus menggelosor-gelosor sampai sang sufi terbangun. Kedua, dan inilah
bentuk penjagaan Allah yang
paling agung, yaitu menjaga hamba dalam hal agamanya dan keimanannya. Sehingga, dalam hidupnya ia terjaga dari hal-hal yang syubhat yang menyesatkan, dari syahwat yang diharamkan dan
di saat sakaratul maut pun
agamanya tetap terjaga sehingga dia wafat dalam keadaan beriman.
Maka, berbahagialah orang yang dijaga Allah, sehingga hatinya terjaga dari berbagai syubhat dan keraguan, terjaga dari syirik dan nifaq, terjaga dari kebingungan
dan kebimbangan, terjaga dari
setiap ideologi yang diselinapkan dan merusak akidah.

Bagi orang yang dijaga Allah, maka boleh jadi manusia-manusia di
sekitarnya terjerumus dalam
kesesatan, penyimpangan bertindak ilegal, korup, serta tidak punya arah dan tujuan. Namun, orang tadi tetap dijaga Allah,
sehingga ia tetap mengenal jalan hidayah, kebaikan, dan kmenangan.
Seorang ulama salafus shaleh
berujar, ''Bila maut hendak
menjemput seseorang,

maka dikatakan kepada malaikat ciumlah kepalanya. Malaikat menjawab: kutemukan dalam kepalanya Alquran. Dikatakan pula: ciumlah hatinya. Sahut malaikat: kutemukan puasa dalam hatinya. Dikatakan lagi: ciumlah kedua kakinya. Ujar malaikat: kutemukan qiyam (bangun untuk ibadah) di kedua kakinya. Malaikat kembali menambahkan: dia telah menjaga dirinya maka Allh pun menjaganya.''
Wallahu a'lam.

IJIN HATI KE HATI


Besok….,
Mungkin Sudah Terlambat
Jika Anda marah pada seseorang dan tidak ada seorangpun yang dapat memperbaiki keadaan.
Andalah yang harus memperbaikinya. Mungkin hari ini orang tersebut masih ingin menjadi teman Anda. Namun

jika Anda tidak memperbaikinya hari ini, besok ……., mungkin sudah
terlambat.

Jika Anda mencintai sesorang
namun orang tersebut tidak
mengetahuinya, maka katakanlah kepadanya. Mungkin ia juga mencintai Anda. Namun jika Anda tidak mengatakannya hari ini,
besok ……., mungkin sudah terlambat.

Jika Anda masih mencintai
seseorang yang Anda kira sudah melupakan Anda, maka katakanlah kepadanya. Mungkin ia masih tetap mencintai Anda. Namun jika Anda tidak mengatakannya hari ini,
besok ……., mungkin sudah terlambat.

Jika Anda menginkan pelukan dari seorang kawan, mintalah ia melakukanya. Mungkian ia lebih mengingnkannya dari Anda. Dan,

jika Anda tidak memintanya hari ini,
besok……., mungkin sudah terlambat.

Jika Anda mencintai orang tua Anda dan tidak mempunyai kesempatan untuk menunjukkannya, maka tunjukkanlah sekarang. Mungkin Anda bisa berkumpul bersama mereka dan tunjukkan bagaimana
perasaan Anda.

Jika anda tidak menunjukannya hari ini, besok ……., mungkin sudah
terlambat.
----------------------------------------
SEANDAINYA ESOK TAK PERNAH
DATANG -

Bila ku tahu ini akan menjadi
terakhir kalinya ku lihat dirimu terlelap tidur …..

Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat, dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu......

Bila ku tahu ini akan menjadi
terakhir kalinya ku lihat dirimu melangkah keluar pintu...
Aku akan memelukmu erat dan menciummu, dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi........

Bila ku tahu ini akan menjadi terakhir kalinya ku dengar suaramu memuji....... Aku akan merekam setiap kata dan tindakan, dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku..........

Bila ku tahu ini akan menjadi
terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu extra satu atau dua menit........ untuk berhenti dan mengatakan ” Aku mencintaimu”, dan bukannya menganggap kau sudah tahu..................... JADI..... untuk berjaga-jaga
seandainya esok tak pernah
datang, dan hari inilah yang
ku punya......... Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu, dan ku harap KITA takkan pernah lupa........ Esok tak dijanjikan kepada siapapun, baik tua
maupun muda...... Dan.... hari ini mungkin kesempatan terakhirmu
untuk memeluk erat orang

TERSAYANGMU......

JADI... bila engkau sedang menantikan hari esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena, BILA esok tak pernah
datang, kamu pasti akan menyesali hari ini......

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman.......
Dan saat kau TERLALU SIBUK untuk memberi seseorang..... apa yang ternyata........ merupakan permintaan
terakhir mereka..... JADI..... dekap erat orang orang tersayangmu hari ini, dan bisikkan di telinga mereka....

Bahwa kau sangat mencintai
mereka, dan kau akan selalu
menyayangi mereka....... Luangkan waktu untuk mengatakan, ”Aku
menyesal”, ”maafkan aku”, ”terima kasih”,

”tidak apa apa”...... Dan bila esok tak pernah datang.............. kau tak akan menyesali hari ini..

DO 'A

SELAMAT ULANG TAHUN SAHABAT....
Semoga hari ini menjadi awal
sejarah baru dalam hidupmu,
bertabur AMAL SALEH, KESUKSESAN, HARAPAN dan CITA-CITA kearah MASA DEPAN yang JAUH LEBIH BAIK.
Semoga ALLAH selalu melimpahkan RAHMAT-NYA, NIKMAT-NYA, HIDAYAH-NYA dan BERKAH-NYA. BERKAH
dalam SEGALA HAL. BERKAH UMUR, BERKAH WAKTU, BERKAH HIDUP, BERKAH KELUARGA, BERKAH REZEKI...
Amin... Amin ...Amin Ya ALLAH .
Amin YA Rabbil alamin.
Semoga di SISA USIA ini DI ISI
dengan SEGALA KEBAIKAN DIATAS` KEBAIKAN. BERLIMPAH REZEKI dan KEBAHAGIAAN. KEBAHAGIAAN DIDUNIA dan DIAKHIRAT...
Amin YA allah .. Amin Ya Rabbil
Alamin...

TEMPAT TER INDAH

Suatu malam Imam Ibrahim bin Adham sedang berada diluar rumah.
Seorang serdadu penunggang
kuda yang pasukannya berkemah disekitar tempat itu dan kebetulan mendapat cuti, datang mendekatinya, lalu bertanya,
"Hai orang tua, di daerah ini,
dimanakah ada tempat paling
indah untuk bersenang- senang?"

Ibrahim bin Adham mendongakkan kepala dan balik bertanya, "Tuan menanyakan pendapat saya?"
"Ya" "Tempat yang Tuan maksudkan itu terletak disana,
diseberang rumah saya,"
ucap Ibrahim bin Adham seraya menuding kearah kuburan.

"Yang mana?" tanya serdadu itu kebingungan. "Itu diseberang sana." "Yang mana? Kuburan itu?"
"Ya betul . Tempat yang paling
indah untuk bersenang-senang menurut saya adalah kuburan".

"Kurang ajar," Umpat serdadu itu mendongkol. Tapi ia belum berani bertindak lebih jauh, takut kalau-kalau orang tua itu seorang yang
berpangkat tinggi. Jadi ia bertanya, "Siapakah kamu hai orang tua?"

"Saya hanya seorang hamba."
"Keparat!" hardik serdadu itu
sembari menendang. Kemudian Ibrahim bin Adham diseret keperkemahannya dan diadukan kepada atasannya dengan tuduhan
mempermainkan dan menghina tentara. Namun alangkah herannya
serdadu itu melihat atasannya
sangat menghormati orang tua tersebut. Karena ia memang mengenal Ibrahim bin Adham sebagai seorang alim yang amat berpengaruh. Wlau bagaimanapun ,
komandan tentara dengan nada penyesalan dan kekecewaan berkata, "Saya menyayangkan sikap tuan selaku orang alim, mengapa mempermainkan anak buah saya?"

Ibrahim bin Adham bertanya tidak mengerti "Mempermainkan anak
buahmu? Dalam hal apa?" "Ia menanyakan tempat bersenang-senang yang paling indah. Tuan mengapa menunjukkan ke kuburan?"

"Hah?" Ia menanyakan pendapat saya . Tentu saja tempat bersenang-senang buat orang setua saya ,
hanyalah kuburan. Apakah seumur saya ini masih pantas mencari kesenangan ditempat-tempat hiburan?"

Komandan tentara itu terperangah.
Terpaksa ia mengakui, Ibrahim
bin Adham telah memberikan
jawaban yang tepat. Tapi ia masih kurang senang. Hingga ia berkata lagi, "Andaikata Tuan menerangkan
dengan jujur siapa Tuan sebenarnya, pasti anak buah saya takkan menendang serta menyeret tuan kemari"

"Maksudmu?"

"Mngapa tuan mengatakan bahwa tuan hanya seorang hamba?"
"Apakah saya salah? Dia menanyakan siapa saya. Jadi siapakah saya ini kecuali seorang hamba Allah? Kau, Aku, Dia dan Kita semua , bukankah cuma hamba-
hamba Allah belaka?

Nama, pangkat dan kedudukan hanyalah embel-embel sementara, yang tidak dapat menghilangkan
kenyataan bahwa kita adalah
hamba Allah"

Makin terperosok komandan itu kedalam kebenaran yang pahit. Ia tak bisa mengelak, bahwa semua dalih dan penjelasan Ibarahim bin
Adham adalah kejujuran paling
tuntas dari seorang alim yang
tawakal. Akhirnya dengan sedih dia
berkata , "Kalau begitu, maafkanlah
kekurangajaran anak buah saya yang telah menendang dan menyeret tuan kemari."

Ibrahaim bin Adham dengan wajah polos menjawab, "Tidak perlu minta maaf dan tidak perlu memaafkan. Sebab sayalah yang harus mengucapkan terimakasih
kepadanya." "Ah sekeras itukah hati Tuan sehingga tidak mau memberi maaf?"

keluh komandan tentara menyesali.
"Bagaimana saya harus memberi maaf jika dia tidak perlu minta maaf? Mengapa dia mesti minta
maaf, padahal dia telah membantu saya mengurangi dosa-dosa saya,
melipatgandakan simpanan pahala saya, dan menyebabkan doa saya pasti dikabulkan Tuhan"

"Maksud Tuan?"
tanya komandan tentara kebingungan.
"Saya tidak bersalah. Tetapi dia telah menganiaya saya. Berarti saya termasuk orang yang dianiaya. Tidakkah engkau prnah mendengar
bahwa dosa orang yang dianiaya akan dihapus dan doanya pasti dikabulkan?"

Dengan penjelasan ini , komandan tentara makin tidak dapat berbicara.
Ia hanya berjanji dalam hati untuk memarahi anak buahnya supaya bersikap lebih terhormat kepada rakyat jelata.

( KH Abdurrahman Arroisi " 30
Kisah Hikmah)

...............=BC=JSIKURMA..............

## ONLINE ALQUR 'AN INDONESIA ## JSIKURMA

Begitu Indahnya Hatimu

Ditengah perjalanan kehidupan sering timbul keraguan. Ketika menapak hari teringat semua yang pernah dilakukan, teringat semua
kekhilafan yang kadang terulang dan terulang lagi...keraguan , penyesalan dan keinginan untuk segera kembali. Keinginan untuk
menjadi lebih baik. Tidak ada yang lebih baik dari munculnya kesadaran untuk segera memperbaiki diri. Segera kembali menuju Rabbi..

Segera kembali dalam tuntunan dan meretas jalan berliku, menapak hari yang pernah kelabu, kearah yang lebih indah. Keluar dari kegelapan menuju cahaya. Membuang jauh-jauh bayangan kelam yang pernah melintas dalam hidupnya...

Indah... sungguh indah dirimu ...

Dirimu terlihat indah ketika dapat mlukis kekuatan lewat prmasalahan
Akan terlihat indah ketika bisa
tersenyum disaat hati menangis...
Berusaha bangkit disaat tertekan dalam kubangan penderitaan
Mendoakan disaat dirimu terhina
Mempesona dalam kelembutan
dan indahnya memaafkan Ketika dirimu mampu berbagi disaat seharusnya menerima Ketika dirimu menebar kasih disaat merasakan kekeringan. Kasih tanpa pamrih, kasih yang suci.

Ketika benang-benang jiwa mampu merajut kebaikan tanpa mengharapkan balasan Ketika dirimu mampu mmbalas keburukan dalam kata dan perbuatan yang
menyakitkan, justru berlaku sebaliknya dalam kasih dan tuntunan...Sungguh ....Tidak mudah tersenyum ketika hati menangis tapi akan terasa indah ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Tidak mudah bangkit dalam keadaan terpuruk, tapi akan terasa indah ketika kita menyadari saat itu Allah sedang menyapa dengan cinta
Nya Tidak mudah memberi ketika
diri sendiri dalam kekurangan tapi akan terasa indah ketika menyadari saat itu kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain Tidak mudah memaafkan ketika kita dibenci dan di hina,

tapi akan terasa indah kalau itu bagian dari penyucian diri... Tidak mudah melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya, tapi akan terasa indah ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan Tidak mudah melupakan masa lalu yang menyakitkan, tapi akan terasa indah ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh untuk
mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya .

Tidak mudah menghilangkan duka karena kehilangan tapi akan terasa indah ketika menyadari itu adalah bagian dari kebahagiaan yang
sebentar lagi menghampirimu Tidak mudah menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera seolah tiada henti , tapi akan terasa indah ketika menumbuhkan
kesabaran dan memupuk rasa
syukur dan menyadari itu bagian dari cara Allah memberikan kebeningan jiwa dan kemuliaan dalam kehidupan

Sungguh Dirimu indah ....

Ketika harapan , impian dan doa menyatu dalam kerinduan pada NYA
Ketika dirimu menjadi perindu-
perindu malam dalam kerinduan pada Nya... Ketika menyadari itulah jalan-jalan yang harus dilewati
menuju keindahan. Selama dunia masih berputar, selama hayat masih dikandung badan , selama menyadari hidup adalah persinggahan sementara ,selama itu pula dalam kehidupan , kesedihan dan kebahagiaan akan datang silih berganti.

Ketika diri bisa memahami dan
menyadari keberadaannya, selama dalam diri masih dipupuk rasa syukur..semua akan terasa indah...

Ya Rabbi alangkah indah ketika semua itu mulai merasuk jiwa, ketika jiwa haus dalam kerinduan pada MU... berbagi kasih dalam anugerah Cinta mU...

Alangkah indahnya dirimu ketika menyadari semua keindahan telah Allah cukupkan untukmu...

***Kekuatan tidak datang dari
kemenangan.Perjuanganlah yang membangun kekuatan.Jika kamu terus berjuang melewati kesulitan
dan memutuskan untuk tidak
pernah menyerah maka itulah
kekuatan........ Orang yang kuat bukanlah orang yang tidak pernah salah tapi orang yang kuat adalah
orang yang segera bangkit setiap kali melakukan kesalahan.

Selamat menjalani hari dengan
indah, hari yang penuh berkah , penuh rahmat dengan selalu dipenuhi rasa syukur...
Alhamdulillahi ala kullihal ...

Segala puji bagi Allah dlam keadaan
bagaimanapun...Amin Wallahu a’lam bishawwab
BC25112010 #JSIKURMA

Indahnya Hati Yang Mudah Memaafkan

Sringkali trjdi sseorang mrasa bert mmaafkn kesalahan org lain. Apalgi bila org trsebut mninggalkn bekas luka yang terasa menyakitkan. Luka yg kadang mengaga menimbulkan duka yang mendalam. Luka yang sulit untuk dilupakan....Semakin
besar kesalahan semakin perih
luka smakin sulit dilupakan bhkn sringkali tnpa disadari mnimbulkan dendam.

Allh mngajarkan kita untuk memaafkan. Memaafkan adalh obat yang paling mujarab untuk
menyembuhkan luka. Obat yang paling ampuh untuk mnghilangkan kebencian dan dendam. Cara termudah untuk bisa memaafkan seseorang adalah dengan mengingat kebaikan-kebaikan yang
pernah dilakukan orang lain pada kita. Obat terampih untk mngobati hati adalah dengan mengingat kebaikan orang lain dan mengubur kebaikan-kebaikan yang pernah kita
lakukan. Dengan begitu kita tidak akan sempat melihat keburukan-keburukannya. Kebaikan-kebaikan nya akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Secara psikologis orang yang memaafkan lebih beruntung dari orang yang dimaafkan. Hati yang penuh maaf akan menjadi bersih dan bersinar,
karena di dalam dadanya tidak ada tersimpan kebencian dan kkotoran jiwa serta penyakit hati, yang seringkali menimbulkan penyakit-
penyakit lainnya. Hati yang trbebas dari dendam dan kebencian.... Hati yang didalamnya penuh rasa
syukur... Hati yang tidak mmbiarkan tumbuhnya benih-benih kebencian.

Hati yang selalu terpaut dan selalu tertarik untuk selalu melakukan kebaikan. Kebaikan yang akan menarik kebaikan lainnya. Yang dengannya hati menjadi lebih bersinar, bening dan suci.Alangkah indahnya. Mmaafkan mungkin amat
berat untuk diberikan kepada orng yang pernah melukai hati kita.

Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengobati hati yang telah terluka. maaf yang diberikan secara ikhlas bagaikan pisau bedah yang membuang segala parut luka emosi Orng yang hatinya bersinar tidak akan membiarkan dihatinya tumbuh dendam. Orang yang hatinya bersih
tidak akan membiarkan dihatinya timbul noda-noda yang menurunkan kwalitas dirinya dimata Allah dan di mata manusia. Orang yang menuju jalan Tuhan dan ridha Ilahi, jiwanya akan diisi
dengan hal-hal yang membuatnya lupa akan keburukan-keburukan orang lain.

Memang memaafkan lebih sulit
daripada meminta maaf, justru
disitulah kemuliaan diri seseorang diperlihatkan. Orang yang dihatinya
menyimpan dendam tanpa dia
sadari sebenarnya secara pelan-pelan menghancurkan dirinya sendiri. Secara pelan-pelan dia mengotori jiwanya yang tadinya bersih. Orang yang menyimpan dendam bagaikan menyimpan bara di dalam dada, yang akhirnya
membakar diri nya sendiri. Orang yang membiarkan di dalam dirinya berkembang kebencian dan dendam adalah orang yang tidak bisa menikmati arti kebahagian.
Orang yang tidak dapat menikmati indahnya kebeningan jiwa. Orang yang tidak bisa menikmati indahnya
kehidupan.

Dendam dan kebencian tidak akan pernah bisa bersatu dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci. Salah satu darinya akan mengalahkan yang lainnya. Begitu kebencian memenangkan pertarungan dlam jiwa dan tumbuh
dengan subur , itulah tndanya hati kita sudah mulai ditumbuhi kekotoran jiwa dan bila itu dibiarkan berkembang jadilah dia ‘hati yang sakit’ . Bila hati yang sakit tidak segera diobati maka jadilah dia ‘hati yang mati’.Hati yang akhirnya tidak bisa
menerima kebenaran. Hati yang tidak dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Adakalanya kita merasakan himpitan perasaan yang sangat menyesakkan. Bila
tidak bisa diatasi sendiri boleh saja mencari teman yang bisa dijadikan tempat berbagi. Tapi carilah teman yang bisa menentramkan dan
mendinginkan suasana hati, bukan teman yang justru membakar emosi dalam dada. Bukan teman yang justru membuat dada semakin panas.

Namun teman yang bisa merubah panas menjadi menyejukkan. Teman yang bisa merubah tangis menjadi tawa. Belajar memaafkan adalah salah satu terapi penyakit
hati. Begitu kita memaafkan dan bisa menerimanya , maka beban jiwa semakin berkurang, luka yang tadinya menganga semakin menyempit dan akhirnya menutup .

Dan bila benci dan dendam telah
hilang sama sekali dari hati , maka jiwa semakin bening, hati semakin bersih, hidup semakin tentram semua terasa indah , jiwa dan fisik semakin sehat . Dengan begitu kita
semakin mudah untuk merasakan indahnya hidup, nikmatnya bersyukur dan nikmatnya kasih sayang dngan sesama. Dan hatipun
menjadi ikhlas.

Dengan memaafkan keadaan bisa berubah 180 derajat , orang yang tadinya musuh berubah menjadi sahabat yang terbaik. Hal yang pertama yang dapat kita lakukan ketika merasakan sakit di hati, adalah ketika kita berdoa dan
memohon kekuatan Nya, seraya berkata ,

‘Ya Allah , hamba telah memaafkannya, sembuhkanlah hamba Ya Rabbi, jangan biarkan hati ini kotor karena perbuatan orang lain. Jangan biarkan hati ini
ternoda; Izinkanlah hamba memiliki dan menikmati indahnya kebeningan jiwa, Izinkan hamba merasakan indahnya kemulian-MU .
Karena hanya Ridha- Mu lah Ya
Allah yang hamba harapkan’ . rasakanlah bedanya ‘saat itu juga hati akan terasa sejuk dan lapang.
Karena kita tidak membiarkan
terbukanya pintu-pintu syetan untuk masuknya sesuatu yang
buruk. Tidak membiarkan hati
ternoda. Tidak membiarkan jiwa tercemar kebencian.

.......InsyaAllah.***
Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yang serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, bukanlah berperikemanusiaan.
Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa Membalas kejahatan dengan
kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yang setinggi -tingginya. Kita harus sanggup
hidup untuk meraih cita-cita
itu terus tumbuh dan tumbuh...

Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang di hati manusia seperti malapetaka yg berperang di langit
malam yang pekat. Tetapi kasih syg selalu dapat mengalahkn kkerasan. Krn ksih syg adlh anugerh Ilahi.
Wllahu a’lam bishawwb
BC24112010 JSIKURMA

Larangan Mencaci Masa/Waktu

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A dari Rasulullah SAw bahwa beliau bersabda:“ Allah azza wa jalla berfirman, ‘Ibnu Adam telah
menyakiti-Ku! Mereka berkata,

‘ Duhai sialnya masa!’Janganlah mengatakan:‘ Duhai sialnya masa,’sebab Aku-lah Pencipta masa, Aku-lah yang membolak-
balikkan siang dan malam. Sekiranya Aku berkehendak,
niscaya Aku akan menggenggam keduanya (yakni mnahan siang dan
malam )!’”2Dalam riwayat
lain disebutkan, “Mereka memaki masa.” Diriwayatkan dari jalur lain dengan lafazh: “Janganlah kalian
memaki masa, karena Aku-lah Pencipta masa. Siang dan malam adalah milik-Ku dan Aku-lah yang membolak-balikkan keduanya. Dan Aku-lah yang mengangkat dan
menurunkan raja-raja.”3Dari
jalur lain,

hadits ini diriwayatkan dengan lafazh:“ Janganlah kalian mencaci
masa, karena Allah-lah yang
menciptakan masa. ”4Dari jalur lainnya, hadits ini diriwayatkan dengan lafazh, “Allah azza wa jalla
berfirman, ‘Anak Adam mencela-Ku, ia berkata,‘ Duhai sialnya masa!’Padahal Aku-lah Pencipta
masa, Aku-lah Pencipta masa. ” (Hasan, HR Ibnu Abi Ashimdalam As-Sunnah [598]) Kandungan Bab:Memaki masa tidk terlepas dari dua hal;

syirik atau mencaci Allah.Imam
Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu berkata dalam
kitabZaadul Ma ’aad (II/354-355): “Terangkum di dalamnya tiga
kerusakan:Pertama,memaki sesuatu yang tidak layak dimaki. Sebab, masa adalah makhluk ciptaan Allah yang selalu menuruti perintah-Nya,
berjalan menurut kehendak-Nya. Sebenarnya, pencaci masa itulah yang lebih berhak dicaci dan dimaki.
Kedua,memaki masa termasuk
perbuatan syirik. Sebab ia memaki masa karena anggapannya bahwa masa dapat memberi manfaat dan
mudharat. Di samping anggapan bahwa masa itu dhalim, karena telah merugikan orang yang tidak
pantas dirugikan, memberi orang yang tidak pantas diberi, mengangkat derajat orang yang tidak pantas diangkat derajatnya, menahan orang yang tidak pantas
ditahan haknya. Jadi menurut para pencela itu, masa adalah sesuatu yang paling dhalim. Banyak ditemui sya ’ir-sya’ir orang-orang dhalim yang berisi caci maki terhadap masa. Dan kebanyakan orang-orang jahil secara terang-
terangan mencaci maki dan menjelek-jelekkan masa. Ketiga, cacian itu mereka lontarkan terhadap siapa yang telah menetapkan ketentuan tersebut, sekiranya ketentuan itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya hancurlah langit dan bumi. Jika sesuai dengan hawa nafsu, mereka
pun memuji masa dan menyan jungnya. Padahal hakikatnya, Allah yang menciptakan masa itulah yang
memberi dan menahan, yang
mengangkat dan menurunkan,
yang memuliakan dan mnghinakan, masa sama skali tidak punya kuasa atas hal tersebut. Jadi, memaki
masa sama halnya dengan mencaci Allah. Oleh karena itu, (dia) dianggap telah menyakiti Allah Swt
dalam kitab ash-Shahihain,

dari hadits Abu Hurairah Rdiyallahu anhu, dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda: Allah Ta’ala berfirman, ‘Anak Adam telah menyakiti-Ku, ia memaki masa, padahal Aku-lah (yang
menciptakan) masa. ’”Memaki masa tidak terlepas dari dua hal; Mencela Allah atau menyekutukan-Nya. Sebab, jika ia berkeyakinan
bahwa masa juga menentukan
di samping Allah, maka ia jatuh (ke dalam) musyrik. Jika ia brkeyakinan bahwa hanya Allah sajalah yang
menentukannya, lalu ia mencela ketentuan itu, berarti ia telah mencaci Allah.Bathilnya anggapan
kaum Jahiliyyah yang mnyandarkan musibah yang menimpa mereka kepada masa. Karena sesungguhnya
Allah sematalah yang
menentukannya.Al-Baghawi brkata dalamSyarhus Sunnah (XII/357),

“Sabda Nabi Shalallahu alaihi wassalam:‘ Janganlah anak Adam itu mengatakan, ‘Duhai sialnya
masa!’” Maksudnya, orang-
orang Arab dahulu biasa memaki masa saat musibah menimpa mereka. Mereka mengatakan, Mereka tertimpa malapetaka
zaman !’ atau, ‘Zaman telah
melumat mereka.’ Allah telah
menyebutkan tentang mereka
dalam Kitab- Nya: اوُلاَقَو
اَم َيِه
اَّلِإ
اَنُتاَيَح
اَيْنُّدلا
ُتوُمَن
اَيْحَنَو
اَمَو
اَنُكِلْهُي
اَّلِإ
ُرْهَّدلا
Dan mereka berkata, Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup
dan tidak ada yang akan
membinasakan kita selain masa. (Al-Jaatsiyah: 24).Jika mereka
mengkambinghitamkan masa atas seluruh musibah yang menimpa mereka, berarti mereka telah mencela pnciptanya. Makian mereka
itu sebenarnya tertuju kepada Allh. Karena pada hakikatnya, Allahlah yang menciptkan perkara-perkara yang mereka sandarkan kepada masa. Maka dari itu mereka dilarang
memaki masa.

Al-Hafizh al-Munziri berkata dalam kitabat-Targhiib wat Tarhiib (III/482):“Makna hadits ini ialah,
dahulu orang-orang Arab, jika
tertimpa musibah atau perkara yang dibenci, mereka memaki masa dengan keyakinan bahwa penentu
musibah yang menimpa mereka itu adalah masa. Sebagaimana halnya orang-orang Arab dahulu meminta
hujan kepada bintang-bintang.
Kata mereka: ‘Kami diberi hujan karena bintang ini,’dengan keyakinan bahwa penentu hujan turun itu adalah bintang tersebut. Maka, hal itu sama halnya dengan
mengutuk Penciptanya, dan hanya Allah sajalah yang menciptakan dan melakukan segala sesuatu. Karena itulah Rasulullah Shalallahu alaihi
wassalam melarangnya. Ad-Dahr (masa) tidak termasuk nama di antara nama-nama Allah dan tidak juga sifat di antara sifat-sifat-Nya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah
menukil dalam kitabFathul Baari (X/566), dari al-Qadhi Iyadh, Sebagian orang yang bukan ahli tatqiq
mengira bahwa ad-Dahr (masa) termasuk salah satu nama Allah. Itu jelas sebuah kesalahan, sebab masa adalah waktu perjalanan dunia. Sebagian orang
mendefinisikan masa sebagai waktu bagi seluruh ketentuan Allah di dunia atau ketentuan-Nya atas setiap manusia sebelum mereka mati. Sebagian kaum Dahriyyah dan
Mu ’aththilah berpegang kepada zhahir hadits ini. Mereka mengangkatnya sebagai hujjah terhadap orang-orang jahil. Menurut mereka, tidak ada pencipta
selain itu. Cukuplah sebagai
bantahannya, sabda Nabi dalam hadits tersebut: ‘Aku-lah Pencipta masa, Aku-lah yang membolak-balik siang dan malam. ’ Mustahil ada
sesuatu yang membolak-balik dirinya sendiri!? Mahatinggi Allah dari apa yang mereka ucapkan !

”Yang benar, kata‘ad Dahr dlam
kalimat“anaddahr dibaca rafa’. Namun, Muhammad bin Dawud menyelisihinya. Imam al-Baghawi rahimahullah berkata dalam kitab Syarhus Sunnah (XII/358)“Ibnu
Dawud mengingkari riwayat ahli hadits yang berbunyi anaddahr”, ia berkata, ‘Sekiranya hadits itu seperti yang diriwayatkan oleh ahli hadits, berarti ad-dahr termasuk salah satu nama Allah.

’ Ia sendiri membacanya:“wa anaddahr, uqollibullaila wa annahaar”,menurutnya kata ad-Dahr dibaca nashab sebagai zharaf
(keterangan waktu), artinya,“ Aku-lah yang membentangkan masa dan
zaman, Aku-lah yang membolak-balikkan siang dan malam. Sejumlah
ulama lainnya mmbenarkan bacaan dengan merafa ’kan kata ad-dahr, mereka membacanya, fainnallaha huwaddahr”. Dalam masalah ini, Ibnu Dawud telah
menyelisihi Jumhur Ulama yang merafa ’kan kata ad-dahr, wallaahu a’lam. Al-Hafizh Ibnu Hajar menukil dalam kitabFathul Baari (X/575), perkataan Ibnul Jauzi
sebagai berikut: “Bacaan yang paling tepat adalah dengan merafa ’kan kata ad-dahr, hal itu dapat dilihat dari beberapa sisi:
Pertama, begitulah yang tercantum dalam riwayat-riwayat ahli hadits.
Kedua, kalaulah dibaca nashab,
maka takdir kalimatnya menjadi, Aku-lah yang membolak-balikkan masa.’Tidak ada penyebutan alasan pelarangan memaki masa.
Sebab, Allah sematalah yang
mendatangkan kebaikan dan
keburukan silih berganti. Berarti hadits itu bukanlah larangan memaki masa. Ketiga, riwayat (lah) yang menyebutkan “fainnallaha
huwaddahr”

(artinya: Sesungguhnya Allah itulah
(Pencipta)masa. Wallahu a ’lam bish-shawwab. Sumber:Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur ’an dan As-Sunnah, diterjemahkan oleh
Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi ’i, 2006), jilid I/87-91 buah karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali , Al-Manaahisy Syar’iyyah fii
Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah.
Ukhti muslimah yang dirahmati Allah, … Mungkin sering kita mendengar beberapa ucapan seperti “I hate Monday” atau ucapan yang sering kita dengar di
kalangan ibu-ibu ketika hujan turun “gara-gara hujan pakaian jadi ga kering!” atau “gara-gara hujan terus menerus jalanan jadi becek, banjir dan susah keluar ”,
menyalahkan musim kemarau
sbagai penyebab kebakaran hutan, atau kepercayaan terhadap hari tertentu yang membawa sial dan yang semisalnya.1 Ternyata ucapan-
ucapan di atas dilarang oleh agama kita karena termasuk dalam kategori mencaci masa.

Mari kita simak penjelasan tentang masalah ini bersama syaikh Salim Ied Al-Hilali hafizhahullah.

Dunia Memang Begitu Indah

Dunia memang indah, tp dunia itu
hanya tipuan, keindahannya hanya
sementara, ia tak menjanjikan apapun, walau kita sudah
memperoleh kebahagiaan dari
pada-NYA, namun belum pasti bisa kita bawa hingga ke akhirat. Dimna aku melayang kdunia maya, disana aku terbang kemanapun yang aku inginkan, dan disana pula tmpatku mnoreh banyak cerita mnyampaikan
pesan hati lewat tulisan untuk orang banyak.

Ku goyangkan jari ku di atas keyboard Tercoret tanpa arah.
Tanpa makna. Namun, bagiku
coretan itu begitu menyimpan makna. Sebegitukah keadaan hatiku saat ini?

aku tak menemukan ide untuk berpesta pora dengan kata-kata
indah yng biasa ku tulis. Kemudian aku bangkit, berjalan ksana kemari.

Aku merasa dunia saat ini sungguh tidak bersahabat. Bagiku dunia tidak lagi ramah. Walaupun aku tak tahu kapan ia pernah ramah. Aku
bosan, bosan melihat prioritas manusia yang selalu hanya
memikirkan dunia.

Walau aku tidak mungkin juga lari
dari dunia. Walau aku masih saja larut dalam aktifitas manusiawi yang tak bermakna. Itulah sebabnya aku merasa bosan.

Dunia.
Wajah aneh penuh rasa. Ada
kebahagiaan, kekejaman, kesadisan
dan banyak lainnya yang tak bisa
kusebutkan, lebih tepatnya tak ingin kusebutkan.
Dunia.
Ladang fatamorgana yang manusia tak bisa lari darinya. Memang, tak
mungkin terhindar darinya. Sebab kasat mata yang terlihat hanya dunia saja. Ladang akhirat akan
hadir setelah adanya perenungan.

Aku tak mengerti apa aku benar-benar lelah menghadapi dunia ini. Aku kembali merenungi niat yang
aku miliki. Apa ia begitu suci? Apa ia
sudah lurus? Apa ia sudah layak untk memperoleh janji FirdausNya?

Atau apa ia hanya nafsu dunia
saja? WALLAHU A'LAM....

Munajad Dan Penharapan

Ya alloh,
Aku tenggelam dalam sujud pengaduanku kepada-Mu, dalam isak tangis aku memohon dengan amat, moga ditenangkan hati dikentalkan jiwa, jua memohon keampunan-Mu ya Robb,

moga aku senantiasa bersyukur, sudah pasti cobaan dan kesakitan itu, adalah nikmat dari-Mu jua sebagai kafaroh dosaku, moga kusut yang melanda, menambah dekat diriku pada kasih-Mu, suluh sinarkan lagi Nur Ilahi, biar terang jalanku menuju syurga-Mu tiada dayaku selain pengharapan hanya pada- Mu….. tiada dayaku ya Alloh, tiada daya yang lain, hanya pada-Mu….jadikan aku terus berpegang teguh pada-Mu…

moga tsabat hati tak berbelah bagi…jiwa ini sangat lemah…mohon dikuatkan dengan kasih-Mu, ditenangkan dengan kalimah-Mu, diterangkan dengan Cahaya- Mu…aku mohon dengan sangat ya Alloh,…mohon dengan sangat…mohon dengan sangat,..berilah aku jalan keluar pada setiap ujian-Mu…hanya Kau Kekasih yang berkekalan…kabulkanlah do’a kami ya Alloh…..Amiin..Amiin..

Cinta dan Benci Karena Allah

jMncintai dan Mmbenci Krn Allh Marilh kita tingkatkn ktaqwaan kita kpd Allh
Azza wajalla, yg tlah mnganugerakn rasa cinta dan benci dihati para
makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan
kepada siapa pula kita Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta ’ala
semata, diiringi terbentuknya
jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta ’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong
kepadaNya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan
membesarkanNya, tunduk dan psrah secara total serta mnghamba kepadaNya. Allh Ta ’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta ’ala dicintai hanya sebagai
konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta ’ala.

Rasulullah SAW bersabda :
“Tali iman yang paling kuat
adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. ”(HR.At-Tirmidzi) “Barangsiapa yang
mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah,
maka sungguh telah sempurna Imannya. ” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita
harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap ssuatu yang dicintai Allah,
membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allh, tidak ridla kepada yang
tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang
dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka
jika ia diberi. Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang
–orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ktaatan yang mereka
lakukan.Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan
ketidaksukaan dan kebencian
kpd org-org yg mmprsekutuknNya dan kepada orang-orang yang
keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang
mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah,meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta ’ala:

“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih
sayang dengan orang yang
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara
ataupun saudara keluarga mereka. (Al-Mujadalah:22) Jdi, para sahabat, tabi’in, serta pengikut mereka di
seluruh penjuru dunia adalah orng-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya
hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita
sendiri, saudara-saudara kita,
ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan mnentang Allah dan
RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allh dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan
orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak
disyari ’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta
kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, kecantikan, kefakiran,
kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta ’ala Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan
kecintaan dijalan Allah, antara
lain:

1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta ’ala. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda:

“ Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)

2. Saling memberi hadiah Rasulullah Saw bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. ” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)

3. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . “ Wahai Abu Hurairah!
berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah
sesuatu dengan kecintaan. ” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad
yang shahih)

4. Saling menyebarkan salam.
Rasulullah Saw bersabda : “ Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian
saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam
di antara kalian. ” (HR.Muslim 2/35).
5. Meninggalkan dosa-dosa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
“ Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah
melakukan dosa. ” (HR. Al-Bukhari)

6. Meninggalkan perbuatan ghibah
Allah SWT berfirman:“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sbagian yang lain,sukakah
salah seorang di antara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. ” (Al-
Hujurat:12) Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai
di jalan Allah di antaranya adalah:
* Mendapatkan kecintaan Allah.
* Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.
* Mendapatkan naungan Arsy Allah di hr kiamt, pd saat tdk ada naungn kcuali naungn Allh.
* Merasakan manisnya iman.
* Meraih kesempurnaan iman.
* Masuk Surga Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan
kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RsulNya. Apalagi yang kita
harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan
kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan ‘ Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali
naunganNya, meraih manisnya Iman, mndapatkn ksempurnaan iman dn msuk ke dlm SurgaNya
yg tinggi. Smoga Allh slalu mmberkahi dan mrahmati kita. Amiin.

Cinta dan Benci Karena Allah

jMncintai dan Mmbenci Krn Allh Marilh kita tingkatkn ktaqwaan kita kpd Allh
Azza wajalla, yg tlah mnganugerakn rasa cinta dan benci dihati para
makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan
kepada siapa pula kita Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta ’ala
semata, diiringi terbentuknya
jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta ’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong
kepadaNya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan
membesarkanNya, tunduk dan psrah secara total serta mnghamba kepadaNya. Allh Ta ’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta ’ala dicintai hanya sebagai
konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta ’ala.

Rasulullah SAW bersabda :
“Tali iman yang paling kuat
adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. ”(HR.At-Tirmidzi) “Barangsiapa yang
mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah,
maka sungguh telah sempurna Imannya. ” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita
harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap ssuatu yang dicintai Allah,
membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allh, tidak ridla kepada yang
tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang
dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka
jika ia diberi. Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang
–orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ktaatan yang mereka
lakukan.Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan
ketidaksukaan dan kebencian
kpd org-org yg mmprsekutuknNya dan kepada orang-orang yang
keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang
mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah,meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta ’ala:

“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih
sayang dengan orang yang
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara
ataupun saudara keluarga mereka. (Al-Mujadalah:22) Jdi, para sahabat, tabi’in, serta pengikut mereka di
seluruh penjuru dunia adalah orng-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya
hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita
sendiri, saudara-saudara kita,
ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan mnentang Allah dan
RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allh dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan
orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak
disyari ’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta
kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, kecantikan, kefakiran,
kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta ’ala Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan
kecintaan dijalan Allah, antara
lain:

1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta ’ala. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda:

“ Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)

2. Saling memberi hadiah Rasulullah Saw bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. ” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)

3. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . “ Wahai Abu Hurairah!
berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah
sesuatu dengan kecintaan. ” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad
yang shahih)

4. Saling menyebarkan salam.
Rasulullah Saw bersabda : “ Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian
saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam
di antara kalian. ” (HR.Muslim 2/35).
5. Meninggalkan dosa-dosa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
“ Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah
melakukan dosa. ” (HR. Al-Bukhari)

6. Meninggalkan perbuatan ghibah
Allah SWT berfirman:“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sbagian yang lain,sukakah
salah seorang di antara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. ” (Al-
Hujurat:12) Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai
di jalan Allah di antaranya adalah:
* Mendapatkan kecintaan Allah.
* Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.
* Mendapatkan naungan Arsy Allah di hr kiamt, pd saat tdk ada naungn kcuali naungn Allh.
* Merasakan manisnya iman.
* Meraih kesempurnaan iman.
* Masuk Surga Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan
kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RsulNya. Apalagi yang kita
harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan
kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan ‘ Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali
naunganNya, meraih manisnya Iman, mndapatkn ksempurnaan iman dn msuk ke dlm SurgaNya
yg tinggi. Smoga Allh slalu mmberkahi dan mrahmati kita. Amiin.

Cinta dan Benci Karena Allah

jMncintai dan Mmbenci Krn Allh Marilh kita tingkatkn ktaqwaan kita kpd Allh
Azza wajalla, yg tlah mnganugerakn rasa cinta dan benci dihati para
makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan
kepada siapa pula kita Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta ’ala
semata, diiringi terbentuknya
jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta ’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong
kepadaNya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan
membesarkanNya, tunduk dan psrah secara total serta mnghamba kepadaNya. Allh Ta ’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta ’ala dicintai hanya sebagai
konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta ’ala.

Rasulullah SAW bersabda :
“Tali iman yang paling kuat
adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. ”(HR.At-Tirmidzi) “Barangsiapa yang
mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah,
maka sungguh telah sempurna Imannya. ” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita
harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap ssuatu yang dicintai Allah,
membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allh, tidak ridla kepada yang
tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang
dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka
jika ia diberi. Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang
–orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ktaatan yang mereka
lakukan.Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan
ketidaksukaan dan kebencian
kpd org-org yg mmprsekutuknNya dan kepada orang-orang yang
keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang
mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah,meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta ’ala:

“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih
sayang dengan orang yang
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara
ataupun saudara keluarga mereka. (Al-Mujadalah:22) Jdi, para sahabat, tabi’in, serta pengikut mereka di
seluruh penjuru dunia adalah orng-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya
hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita
sendiri, saudara-saudara kita,
ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan mnentang Allah dan
RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allh dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan
orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak
disyari ’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta
kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, kecantikan, kefakiran,
kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta ’ala Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan
kecintaan dijalan Allah, antara
lain:

1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta ’ala. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda:

“ Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)

2. Saling memberi hadiah Rasulullah Saw bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. ” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)

3. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . “ Wahai Abu Hurairah!
berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah
sesuatu dengan kecintaan. ” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad
yang shahih)

4. Saling menyebarkan salam.
Rasulullah Saw bersabda : “ Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian
saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam
di antara kalian. ” (HR.Muslim 2/35).
5. Meninggalkan dosa-dosa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
“ Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah
melakukan dosa. ” (HR. Al-Bukhari)

6. Meninggalkan perbuatan ghibah
Allah SWT berfirman:“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sbagian yang lain,sukakah
salah seorang di antara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. ” (Al-
Hujurat:12) Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai
di jalan Allah di antaranya adalah:

Amalan Rasulullah ketika terjadi Awan Gelap dan Angin Topan

Amalan Rasulullah saw. ketika trjadi awan gelap dan angin topan

Aisyah r.a. berkata, apabila terjadi mendung, awan hitam, dan angin kencang. wajah rasulullah saw, yg biasa memancarkan nur, akan terlihat pucat krena takut kpd Allah
swt. beliau keluar masuk masjid
dlm keadaan glisah sambil mmbaca do'a berikut ini.

ALLAHUMMA INNI AS ALUKA KHAIRAHAA WAKHAIRA MAA PIIHAA WAKHAIRA MAA URSILAT BIHII WA A'UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRIMA PIIHAA WASYARRIMAA URSILAT BIHII.

"ya Allah, saya memohon kpadamu kebaikan angin ini, kebaikan yg ada di dalamnya, dan kebaikan yg engkau kirim bersamanya. dan saya
berlindung kepadamu dari
kejahatan angin ini, kejahatan yg ada di dalamnya, dan kejahatan yg engkau kirim bersamanya".

Aisyah r.a. berkata lagi, "Apabila
hujan mulai turun, maka wajah
rasulullah saw. akan menjadi ceria. saya bertanya kpd beliau, "Ya rasulullah, apabila terlihat awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, ttapi mengapa engkau justru terlihat ketakutan?

Rasulullah saw menjawab, "Wahai Aisyah, bagaimana saya dapat meyakini bahwa angin kncang dan awan mendung itu tidak akan
mendatangkan azab Allah?

kaum 'Ad telah dibinasakan oleh
angin topan. ketika mereka
melihat awan mendung, mereka
merasa gembira karena mengira
akan segera turun hujan. padahal bukan hujan yg turun, melainkan azab Allah untuk membinasakan mereka."

Allah berfirman: "Maka ketika mereka (kaum 'Ad) meliht awan itu menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, 'Inilah awan yg akan menurunkan hujan kpd kita.
'Bukan, bahkan itulah ancaman
yg kamu minta segerakan,

yaitu angin yg didalamnya terdapat
azab yg pedih yg membinasakan
segala yg diperintahkan tuhannya, sehingga jadilah mereka tidak terlihat melainkan tempat-tempat tinggal mereka. demikianlah kami balas kaum yg durhaka."
(Qs. al Ahqaf ayat 24-25)

HIKMAH DARI KISAH DI ATAS. Inilah keadaan rasa takut kpd Allah swt. yg dicontohkan oleh sayyidul awwaliin wal aakhirin rasulullah saw. hal ini dpt diketahui melalui kisah2 beliau.

Allah swt, telah berjanji dlm firmannya bahwa dia tidak akan
menyiksa suatu kaum selama nabi saw berada di dalamnya. namun walaupun demikian, rasulullah saw tetap merasa takut kpd Allah swt. jika terjadi awan mendung atau angin topan, beliau teringat kaum2
terdahulu yg telah di azab oleh
Allah swt. ini adalah suatu teladan bagi kita. marilah kita melihat diri kita yg bergelimang dgn noda dan dosa, kita tidak pernah merasa takut apabila terjadi banjir, gempa bumi, dan sebagainya. hanya sedikit
manusia yg menyibukkan diri
dgn beristighfar dan bertaubat
kpd Allah swt. serta mengerjakan shalat. sedangkan sebagian besar lainnya masih tetap dgn kelalaian mereka.

Sesungguhnya Rahmatku Mendahului Murkaku

Bismiilahi walhamdulilahi wa la haula wala quwwata ila billahi.... . Bismillahi Nawaitul Lilahi Ta'ala.. ....   Bismillahi minal Awwali wal Akhiri.....

Allaahumma shalli 'ala Muhammad. Allahumma shalli ' alaihi wa sallim wa adzhib hazana qalbiy fin-dunya wal- aakhirah.............  

Bismillahir-Rahmanir-Rahim .... Istiqomah lah wahai pejuang, bukan menurutmu atas apa yang diketahui dengan pngetahuanmu, maka Dia Maha Mengetahui apa yang terbesit dalam hati dan fikiranmu, mengira-ngira adalah bagianmu, Kehendak Mutlak tanpa syarat adalah bagian Nya, Dia yang tidak membutuhkan persekutuan, Dia yang tiada awal dan akhir, Dia yang abadi atas semua keabadian.   Apakah pengorbanan di jalan ini ?,

di jalan ini adalah dengan mengor bankan apa yang paling dicintai, termasuk ketidak relaanmu terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakmu, engkau telah mencintai ketidak relaan dengan begitu, dan engkau menerima cinta dari ketidak relaanmu dengan kerelaanmu.   Dalam kemabukkan anggur harum suci dari cawan Maha Raja, cinta dapat menjadi dua, bagai air dan minyak yang tak akan pernah bercampuran. Cinta yang ini brkorban untk setiap pngorbanan, cinta yang itu berkorban untuk setiap ketakutan. Cinta yang ini tak perduli kedekatan maupun kejauhan, cinta yang itu tak ada kerelaan atas setiap keadaan. Cinta yang ini membawa kemerdekaan dalam keabadian, cinta yang itu berawal dan berakhir dengan perpisahan.   Bagi seorang budak, adakah tuannya dekat maupun jauh, adalah sama saja. Bagi seorang budak, ketidak pedulian adalah karibnya dalam keseharian, ia akan tetap berusaha melayani tuannya, adakah tuannya peduli atau tidak,

ia pun tidak mempedulikan akan hal itu, karena ia hanyalah budak, penantian adalah satu-satunya adab yang dapat ia persembahkan bagi tuannya.  

Bagi seorang budak, nafasnya adalah kekuatan, kekuatan dalam menyampaikan, meluap-luap dlm stiap nyanyiannya, teratur dan menggema, anggun terlihat dalam kesendirian, megah dalam kumpulan, bagai suara lebah yang mengaumkan suara singa, dalam kumpulan taman surga para budak, penuh dengan singa yang perkasa.  

Brkorbanlh setiap saat, korbankan semua dan lupakan bekasnya, luka-luka dapat terobati dan terlewati, biarkan saja itu dengan ketidak pedulian, abaikan pula semua bentuk kesementaraan, tukarkan semua itu dengan keabadian, maka engkau akan mendapatkan seluruh alam raya dan menjadi bisu dalam kesaksian atas penyaksian.
 

Apa yg paling engkau butuhkan?,

semua cerita akan tetap sama, menua untuk kemudian mati, namun piala kesombongan terus saja menjulang tinggi dalam setiap keadaan dan kondisi, merasa aman ats apa yang telah tranugerahkan?,

namun daripada itu semua, Rahmat-Nya mendahului murka-Nya, menjadikan kewaspadaan bersama-Nya adalah suatu keharusan.

"Siapa saja yang merasa aman terhadap siasat- Ku, maka ia amat merugi" - Hadits Qudsi.   Jangan nyatakan apa-apa !,

engkau adalh sesuatu atau bukan siapa-siapa, itu adalah apa-apa, sesuatu yang dinyatakan dalam pernyataan, kenyataannya engkau hanyalah hamba(budak) , dan jadilah seperti itu apa adanya, malu adlah sebagian dari iman, tanyakan dan renungkan saja, adakah malu dalam setiap pernyataan itu ?..

Ya Rabb, ampuni kami atas setiap prasangka kami kepada Mu..   Kewaspadaan adalah ruh dari zuhud, dan waktu adalah kumpuln dari saat, maka waspadalah dalam saat, karena ia dpt mngelincirknmu pada lompatan-lompatn perkiraan, kecenderungannya adalah ia menarik akalmu untuk mengira-ngira, lalu dengan secepat kilat hawa nafsumu menerkam untuk suatu kesimpulan, setelahnya Iblis (Syetan) akan menambahkannya dengan bisikan-bisikan yang mngarahknmu kpd kesombongan.  

Bagaimana bisa mengatakan hadir, padahal sesungguhnya tidak hadir. Lalu, bagaimana bisa membicarakan kehadiran, namun yang dibicarakan hanyalah ketidak hadiran.   Apa yang ditemukan dari suatu keadaan ?..

prasangka.
Dan para pencari akan mnemukan yng bukan sesungguhnya mereka cari, berputar-putar dan berulang- ulang, kecuali mereka dapat berhenti ( pulang) sejenak untuk melihat adab.   Apa yang terlihat dari suatu keadaan ?..

cermin.
Para pndamba tidk akn mnemukan apapun kecuali adalah dirinya sendiri dalam cermin. Kembali dan kembali lagi ke dalam cermin, menjadi lupa (walau sejenak) terhadap apa yang didambakan, karena ia semakin sibuk atas apa yang terlihat (terpantulkan) dari

cermin.  
Apa yang diharapkan dari suatu keadaan ?.. tidak ada. karena ia berganti-gantian, seperti malam dan siang, tidak ada yang berketetapan, termasuk kejauhan maupun kedekatan. Yang berketatapan hanyalah hamba (budak) yang sering kali berperilaku sebagai tuannya, dan lebih menyukai berbicara dalam cermin keadaan tentang dirinya sendiri tanpa diketahui oleh dirinya sendiri.   Pada setiap keadaan adalah adab, lihat dan waspadai diri kita dalam menyikapi setiap keadaan, adakah kecenderungan diri kita kepada adab atau malah melemparkan tombak tudingan kepada segala sesuatu yang ada dalam keadaan itu dengan mata (hati) yang seolah-olah terbuka namun sesungguhnya malah tertutup.  

Kondisi / keadaan apapun yang meliputi jika tidak disertai dengan ilmu & (atau) adab, maka ia dapat mmbahayakan. Namun, kurangnya ilmu masih dapat di imbangi dengan adanya adab, karena sesungguhnya adab bagi mukmin itu adalah keniscayaan. "

Sesungguhnya seorang mukmin mengambil ( melaksanakan) adab dari Allah. Kalau Allah meluaskan adab baginya maka luaslah adabnya dan menyempitkannya, maka sempitlah adabnya." (HR. Al Hakim)   Kalau tidak ada rinduan itu, hati sudah jadi mati, obat manjur (dzikir) itu menghidupkan orang mati jadi hati, apalah yang dilihat lagi, hiasan-hiasan apapun itu bukanlah makanan, orang yang memang mau masuk Istana itu, tidak akan membawa hiasan-hiasan itu, karena malu terhadap pemilik Istana, maka dengan begitu akan tinggal didalamnya.   Ketika engkau mengejar ketiadaan,

sesungguhnya itu adalah lawan dari ketiadaan itu sendiri, namun apabila engkau mengejar keabadian, maka itulah awal dari ketiadaanmu.   Memang harus masuk lewat pintu, maka masuklah lewat pintu, setelah berada di dalam, adablah, minum dan makanlah jamuan keberkahan, lalu lihatlah hanya pada cermin dan jangan pedulikan yang lain, karena sekarang ini kemurnian jendela telh trcemar dan membingungkan, bagai seekor lalat yang terjebak di atas kaca jendela, melihat namun sesungguhnya tidak melihat.   Berhati-hatilah dalam setiap saat dan keadaan, hadapkan wajah hati hanya kepada Al Haq Azza Wa Jalla,

jangan berharap apapun kepada selain-Nya, adablah dan brsabarlah dengan mengikuti jejak tapak Rasul-Nya, bertaubatlah selalu dari prasangka kepada- Nya, berperilakulah seperti budak hmba yang sesungguhnya, karena kita memang budak (hamba), dengan begitu Dia akan menjauhkan kita dari penyakit "Istidraj".  

Sungguh mengasyikkan yang dapat membawa petaka, bagi kita yang mengakui berhijrah kepada Allah & Rasul-Nya, namun ternyata hanya berhijrah kepada diri(hawa nafsu)nya sendiri yang tanpa disadari & diketahui, sehingga berprasangka telah mendapatkan berbagai anugerah-Nya, namun sesungguhnya malah terjauhkan dari-Nya. "..

akn kami biarkn mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.." ( Al 'Araf 182-183 ).   Apakah obat yang manjur bagi orang yang keras dan lalai, haruslah ia menjadi mabuk dan pemabuk, bersama teman mengangkat cawan dalam taman pesta yang penuh dengan berkah dan kemegahan, bersama- sama mereguk anggur harum suci dalam cawan لا إله إلا الله.   Di sini, kekayaan yang akan habis, tak ada yang dapat diwariskan, apabila hanya kumpulan huruf yg berterbangan, telanjang lah, tanpa pakaian dan kekayaan ucapan, telanjang lah, dengan hanya satu ucapan yang berulang-ulangan, hingga semuanya menjadi bisu akan penyaksian, setelahnya berpakaianlah dengan penyaksian atas kesaksian.

لا إله إلا الله.  

Tawaran Ma 'rifat hati

Tawaran me-makrifati-Mu secara instant tidaklah menarik hatiku Karena buah masak di pohon dengan buah masak di-karbit tentulah berbeda kadar Rumus yang diciptakan manusia selalu hancur oleh angan-angan kosong Aku khawatir,

di dalam diri- Mu aku tak lebur Hnya sekedar meditasi tk membaur Ah, rasanya....bukan begitu Engkau mendidik rasulmu Muhammad. Apa yang tak dijual di sini Mulai dari setitik debu Sampai sukma dan nurani Orang-orang menukarnya dengan merek-merek hampa Dengan benda-benda mati tanpa warna Pasar jagat ini telah menjauh dari teluk kelahirannya sendiri Terkukung di gunduk nafsu Yang tak menyempurnakan teriakannya. Karena itu, kepada sunah nabi-Mu aku berguru, Tak ingin terburu Walaupun aku bukanlah murid yang pandai Yang senantiasa memanjat gunung sinai dan bukit sidratul muntaha. Tapi aku tak hendak beranjak dari rerimbunan bunga. Yang memasuki relung gua kesunyian batinku. Karena itu bertahun aku mengembara ke langit-Mu yang jauh. Kukumpulkan air mata nabi- Mu Kubuat jadi manikam dan mutiara Yang bergemerencing dan berdenting dalam jiwaku Kemudian menjadi suluh Dan mengajarkan sang salik agar tak bakhil dan bathil. Di teluk batin yang begitu khofi Ketika sampai ke samudra- Mu, wahai Kekasih Ku sapa neraka dan surga Ku sapa Mika’il, Israfil, Raqib dan Atid Sementara itu, ku lihat sakaratil maut menyerengai di tangan Izrail Kupetik dawai-Mu lima kali agar khusuk beriktikaf di Baitul Makmur sambil mendengar-Mu berkata dan memanggil,


kemari, kemari...

Tak lama kemudian sayap Jibril menyelimuti batinku. Sambil memberikan pilihan Memasuki kesunyian pertapa Atau menjadi martir sejati Pilihan itu membuat gemuruh tasbihku menggelegar merindingkan sukma Genta malam mengiringiku merintihkan munajat Yang melelapkan ombak samudra di pangkuan bulan. Kupandangi malakut, kupandangi maut, agar makrifatku tak surut untuk akhirnya berbisik,

Terserah kehendak-Mu, wahai Kekasih....

Kini air tertegun di padang qalbu Semesta misik melambai mesra di gua hira Turun bersama angin subuh Tak kuhiraukan, agar purna semedi-ku agar sukmaku menjelma cahaya

Perkenalkan, Namaku: “ Cahaya”
JSIKURMA

Sahabt yang sesungguhnya

Sahabatku sayang...,

Jadilah Sahabat Sejati yg memiliki motivasi yang Kuat... “Apa yang kita alami demi teman kadang- kadang melelahkan dan menjeng kelkan, tetapi itulah yng membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah
Persahabatan sering menyuguhkan bberpa cobaan, tetapi prsahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar- diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah ke arah perbaikan
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan shabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yng begitu hancur krna dikhianati sahabatnya
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalm kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai?
Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan?? Merekalah sahabat-sahabat anda Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri

Lima kejujuran yang harus di ungkapkan

Tips – Orang bilang kejujuran adalah dasar hubungan yang baik, namun ternyata terlalu jujur juga
bisa berdampak kurang baik lho!
Lantas bagaimana cara yang tepat menghadapi pasangan? Kejujuran memang diperlukan dalam suatu
hubungan asmara, namun ada beberapa hal yang bila diungkapkn terlalu jujur, malah dapat membuat
pasangannya kecewa dan berlari meninggalkan Anda. Karena itu, jadilah lelaki yang disukai perempuan dengan mempelajari
bagaimana mengatakan sesuatu di saat yang tepat. Berbohong putih, untuk mengatakan kebohongan
yang menyelamatkan hubungan, terkadang harus dilakukan. Beikut beberapa hal yang memang pantang untuk Anda katakan..

1. Yang pertama adalah mngatakan dia mirip ibunya Bg sbagian prempuan, klimat ini sama dengan mngatakan kulit wajahnya sudah keriput seperti ibunya dan akan sangat
menyakitkan. Tapi jika itu sudah terkatakan sebaiknya ganti arah pembicaraan.

2. Yang kedua adalah janganlah Anda katakan jika Anda lupa pada janji yang telah Anda ucapkan. Atau
Anda lupa pada hari ulang
tahunnya. Bagi sebagian lelaki
mungkin dilupakan ulang tahun bukan masalah. Tapi bagi perempuan tidak akan dapat diterima. Cara terbaik adalah minta maaf, cukup katakan alasan yang masuk akal dan ajak berdamai
dengan mengatakan hal-hal yang membuatnya senang. Ada baiknya bila Anda mengganti sesuatu yang
membuatnya terkejut sehingga dia merasa senang.

3. Ketiga adalah mmbicarakan berat
badannya atau usia dalam bberapa percakapan awal hubungan karena akan merusak suasana. Jika Anda
tidak merasa nyaman dengan kondisi tubuhnya yang tampak mngenakan baju kkecilan sbaiknya ubahlah cara mngungkapkannya.

4. Hal lainnya adalah jangan pernah Anda membandingkan si dia dngan orang lain karena akn membuatnya merasa tidak pantas bersama Anda.
Ia akan merasa slalu trbandingkan atau bahkan merasa dikecilkan oleh anda. Mungkin Anda tidk brmaksud seperti itu tetapi secara tidak langsung si dia akan berpikir kata-kata Anda punya sugesti yang
demikian.

5. Terakhir adalah jangan pernah Anda menceritakan tentang semua mantan Anda. Mungkin pacar Anda
sekarang sabar dan baik hati sehingga mau melupakan semua masa lalu Anda. Tapi jangan pernah cerita tentang si mantan kecuali
dia sungguh-sungguh
menanyakannya. Apalagi anda bercerita ciuman pertama anda dengan dia, kenal pertama atau
hubungan seksual pertama bisa-bisa akan ada perpisahan Sbaiknya Anda kubur masa llu Anda, lupakan dan jalani hidup bersamanya.

Ibnu Abbass

Ibnu Abbas berkata : "

Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkn cahaya di dalam hati,


membersihkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki dan menumbuhkan rasa cinta dihati manusia kepada-Nya. (Tafsir ibnu Katsir)

Secantik apapun wanita itu manakala perilaku dan akhlaknya rusak, maka lunturlh kecantikannya.
Ketika seorang muslimah yang shalihah memahami akan hakikat kehidupn di dunia ini, maka hatinya
senantiasa dipenuhi kerinduan kepada Allah SWT.


hatinya di liputi oleh keimanan dan selalu berusaha memurnikan ibadahnya kepada Allah . Hatinya selalu takut dan terikat dengan
Rabbi nya.


Itulah kecantikan yg sbenarnya. Yg seharusnya dimiliki oleh seorang wanita muslimah..

Tentang Suami Istri

EMOSI yang seringkli mmbingungkn
dan tergolong aneh yang dialami
manusia adalah perasaan bersalah. Prasaan ini timbul bila kita mlakukn ssuatu yng sebenarnya tidak boleh.

Pada masa kanak-kanak, biasanya kita mendapatkan hukuman, dan itu merupakan suatu kewajaran dari ajaran orangtua pada anaknya.
Tetapi, biasanya rasa bersalah
ini malah menimbulkan kepuasan dan kesenangan bagi pelakunya. Beberapa aktivitas menyenangkan yang menyangkut masalah seks,

menyebabkan anak-anak merasa lebih bersalah lagi. Tetapi sebagian besar anak lainnya tidak mendapatkan spesifikasi bahwa seks itu "buruk".


Hanya saja mereka diajarkan untuk tidak mempercayai kenikmatan
seksual pada hampir tiap tingkat.

Rasa bersalah terhadap seks dapat melindungi seseorang dari hubungan gelap yang tidak pada tempatnya. Hal itu merupakan salah satu kepercayaan sebagian besar orang.

Tetapi, bagi sebagian orng lainnya, rasa bersalah menyebabkan seks lebih menggembirakan lagi. Karena
mereka bisa lebih menikmati dirinya sendiri jika merasa sedikit "nakal".


Di samping itu, tidak sedikit orang yang menganggap rasa bersalah
sebagai satu faktor penghalang
untuk membebaskan diri dari
pasangannya. Karena itu,

diperlukan sedikit waktu untuk
mengatasi rasa bersalah.

Lihatlah pengakuan seorang pria
berumur 38 tahun berikut ini;

ia mengatakan bahwa dirinya
selalu menikmati seks dan merasa bersalah sesudahnya.


Berbeda dengan wanita 35 tahun lainnya;

ia mrasa brsalah jika bermasturbasi,
karena tampaknya terkesan seperti mencuri sesuatu dari suaminya.

Untuk itu, jika Anda merupakan
salah satu orng yang sering punya perasaan bersalah, dan prasaan itu seringkali menjadi penghalau keromantisan dan keharmonisan hubungan dengan pasangan Anda, maka cobalah Anda simak saran
berikut ini:


Mmbicarakan suatu topik Dekatilah dan bertemanlah dngn seseorang yang menurut Anda memiliki sikap
sehat dan positif terhadap seks.

Prtimbangkanlh masukn-masukan yang mereka berikan, dan gunakan pada teman lain yang mengalami rasa bersalh lalu mendiskusikannya.
Melakukan. Bila Anda merasakan
lebih nyaman dari satu perilaku
yang Anda sendiri merasakan
kenyamanan dan menyehatkan
saat melakukannya, maka jnganlah sekali-kali menghindari dan menolaknya.


Melawan rasa bersalah. Jangan
semudah itu menerima keyakinan yang Anda sendiri belum benar-benar merasa yakin dengan kebenaran,

keberadaan dan kecocokannya
pada diri Anda. Tanyakan dulu
pada diri Anda sendiri, lalu tnyakan pada orang lain apakah keyakinan seperti ini masih cocok dan sesuai di
zaman modern seperti sekarang
ini. Ikuti apa kata hati Anda
mengenai hal ini - bila hati Anda
melawan, maka jangan diikuti- bila cocok, maka jangan ragu untuk melakukannya.

Trimakasihku atas Doamu teman

Alhamdulillah...alhamdulilah..alhamdulillah...

makasih do'anya sahabat... Semoga Alloh mengijabah do'amu di dalam hatimu yang pada Ikhlas.
Amin Ya Rabbal a'llamin


Rasulullah bersabda :
" Sesungguhnya doa seorang
muslim untuk saudaranya tanpa
sepengetahuan yang didoakan itu adalah doa mustajabah (cepat
dikabulkan). Diatas kepala orang yg
berdoa ada malaikat yg ditugaskan
supaya mengamini dengan
mengatakan Ämin, walaka bimitslin"
(semoga doamu dikabulkan dan kamu mendapat seperti itu)
.............Subhanallah............

Yuk Belajar

SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai

SAYA BELAJAR, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik

SAYA BELAJAR, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati


SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya, dan untuk itu saya harus memaafkannya .....

SAYA BELAJAR, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ....

SAYA BELAJAR, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ....

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya .....

SAYA BELAJAR, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai .....

SAYA BELAJAR, bahwa butuh waktu bertahun- tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya .....

SAYA BELAJAR, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya .....

SAYA BELAJAR, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.....


SAYA BELAJAR, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus ..

SAYA BELAJAR, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda .....

SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses pertumbuhan kecuali saya ingin sakit hati .....

SAYA BELAJAR, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis .....

SAYA BELAJAR, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.

SELAMAT BELAJAR

Yang Haram tak di Hiraukan

Apa komentr saudara saudariku tercinta lillahita'ala, bila ada artis yng mengenakn gaun kasiyatariyat (berpakaian tp telanjng)mmberikan pernyataan yg sgt"religius": "Insya Allah..konser besuk mlm msalnya sudh siap, doakan ya..smoga lancar,sukses, serta diberkahi Allah swt...

"Dlm tanda kutip bs diartikan :Insya Allah..,kl memang Allah meng hendaki aurat sya di tonton banyak orang,bsk mlm siaptampil, doakan pd Allah agar acrnonton aurat sya itu sukses,

dan penghasilan sya dari tontonan sya itu diberkahi...begitukah maksudnya..?

Tak hanya dianggap halal..penghasilan dari mmpertontonkan aurat itu dianggap layak untuk dimintakan berkahNya.. Lahaula wala quwata illa billah..

Akan datang atas manusia, suatu zaman dimana seseorang tidak peduli atas apayg di ambilnya, apakah dari yang "halal", ataukah dari yang "haram" (HR Bukhari)Saudara saudariku tercinta lillahita'ala, marilah kita belajar untuk mengetahui, mana yang haram dan mana yang halal..bukankah yang diharamkan jauh lebih sedikit dari pada yang dihalalkan?

Artinya hanya sedikit hal yang diharamkan yg dibebankan pada manusia untuk dipelajari, kemudian ditandai..lalu di jauhi..

Jika yang sedikit itupun tak dipedulikan, maka wajar jika manusia disebut sbgai makhluk yg kurang berterimakasih.. bersyukur atas nikmat Allah swt...
Na'udzubillah.

.semoga kita semua termasuk manusia yang cerdas, selalu mau belajar mematuhi perintahNya Barakallahu fiekum ~__^
~st huraira~

Sya 'ir Ma ' Rifat dua

Tamsil umpama sebuah kapal
menempuh laut dasar tawakkal
Angin tiada bertiup kekal. Kapal berhenti dilaut dangkal Kasbul ikhtiar

jadi pengarah Hukum syari'at pedoman cerah, Akal penimbang perintah Allah. Harapkan taufik Maha Pemurah.

Jika beramal atau berbakti. Amal syari'at iman dihati. 'Ujub dan sum'ah menjadi anti. Dapat terwujud iman sejati.


Inilah maqam baqa-u billah. disisi Tuhan dapat fadhilah. amal bernilai ganjar bertambah. Budi mulia akhlak mahmudah.

Betapa hebat seorang insan.
pandangan lahir kepada
akhwan. syuhud dibathin kepada
Tuhan. Lahir bathin di perpadukan
Jikalau shalat engkau lakukan.
Fardhu dan sunnat disempurnakan.
seolah hati menampak Tuhan.
Engkau berada di maqam ihsan.

Cara begitu telah biasa. tetap tingkatkan senantiasa. coba terapkan ke dalam rasa. Jiwa tenteram aman sentosa.

Tanpa didorong lebih dahulu.
atau teringat masa berlalu.
memang tertanam didalam kalbu.
Langsung memandang Tuhan Yang Satu.

Itu martabat para auliya. dengan Nur Ihsan hati bercahaya.
banyak berzuhud pada dunia.
jadi pewaris para Anbiya. Kepada

Tuhan merasa aqrab. hati penuh takut dan harap. segera tobat dikala khilaf. Hati ingat zikir diucap.
Ditengah malam mereka bangun
ke hadirat.


Ya Tuhan mintalah ampun. tidaklah dosa sempat terhipun. Amal ibadah terus beruntun.

Kosongkan hati segala aghyar.
Nurul hidayah akan bersinar. apa telihat apa terdengar. Mudah difaham hikmah i'tibar. Pengaruh aghyar.

terlalu dahsyat kurang waspada. membawa sesat bermacam cara. hilah siasat Iman yang mantap ada.
firasat Firasat mu'min sifat mahmudah.

Khusyu' tawadhu' ucapan indah.
tinggalkan amal tanpa faedah.
Ditempat sunyi suka riadhah.
Alhamdulillah

---------------------------------<

Muhasabah Kematian

Bila sesosok jasad di depanmu itu adalah kalian… Mungkin pagi kemarin kalian masih berjalan2 dengan teman2 kalian … Mungkin siang kemarin kalian masih sempat mendengar sayup-sayup tausiah … Atau mungkin sempat sejenak tidur bersantai menikmati hari … Mungkin sore tadi kalian masih tertawa dan bercanda bersama tman2 kalian. Tapi kini, inilah kalian, terbujur kaku. Wajah cakap kalian tak bisa tersenyum lagi … Tangan kuat kalian tak bisa diangkat lagi. Pikiran cerdas kalian tak bisa berputar lagi. Kaki lincah kalian tak bisa bergerak lagi … Di kanan kirimu, mungkin ada ayah ibumu … atau ada saudara2 mu. atau ada sahabat2 mu Yang menangisi kepergianmu, tapi mereka tak bisa berbuat apa2 … Kau berusaha berbicara pada mereka … Oh ayah… ada yang belum kusampaikan padamu, betapa aku ingin lbih banyak mengajakmu bicara … Oh ibu… ada yang belum kuucapkan padamu, betapa aku menyesal lebih banyak aku membantah perkataanmu daripada mendengarkanmu dengan khusyuk … Oh saudara2 ku… apa yang kutinggalkan selain rasa sakit hati pada diri kalian karena buruknya sikapku? Oh sahabat2 ku, aku sering lupa menyapamu dengan senyuman tulus setiap saat aku bertemu kalian … Oh, betapa aku ingin mengatakan aku mencintai kalian … aku menyayangi kalian…!!! Dengarkah kalian? Walau seberapa buruk sikapku, aku mencintai kalian!!! Dengarkah …?? Tapi tidak ada yang mendengarmu … karena lidahmu kini kelu… tak bisa berkata lagi… Kamu kelak akan diarak oleh keluargamu, menuju peristirahatan terakhir. Saat itu, mungkin merupakan perjumpaan terakhir. Karena setelahnya, kalian akan sendiri bersama tanah yang akan membaur dengan tubuh kalian Kaku… bisu… diam… hanya keheningan yang menjadi teman kalian saat itu … Kalian sendirian… Datanglah malaikat Munkar dan Nakir mendekat dan menanyakan kepada kalian … Siapa Tuhanmu? Apakah kau bisa menjawab lantang “Allah”? Lidahmu gemetar, ia tak bisa berbohong lagi, ia tak bisa kaugunakan lagi untuk menutupi kepalsuanmu … Aku ingin menjawab Allah, tapi, lidah ku ini tak bisa menyebutnya … yang kuingat adalah aku terlalu banyak mencintai duniaku… Siapakah nama yang selalu terngiang dalam pikiranku dan terucap dalam lisanku selama ini, teman? Bila selama ini dalam sehari-hari, yang kauingat bukanlah Allah, yakinkah kau masih bisa mengingatnya di alam kubur ini?Kalaupun engkau mengingatnya, yakinkah lidahmu tidak akan kaku karena tak terbiasa ia mengucapkan itu? Saat yaumil hisab datang padamu … Seperti apakah kisah hidupmu ini kelak akan kau ceritakan? Tidak, saat itu lidah kalian dikunci. Akal cerdik kalian dihentikan. Saatnya kejujuran berbicara. Lihatlah tangan kalian, kelak ia akan akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Sentuhlah kaki kalian kelak dialah yang akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Rasakan hati kalian, kelak dialah yang akan berteriak tentang apa yang dia rasa dan niatkan selama ini. Mereka akan berteriak dengan tangis terpendam karena saat itu ia tak bisa lagi berbohong menutupi kesalahanmu … tak bisa lagi membisu menahan aibmu… tak bisa lagi membelamu… Setelah semua terungkap nanti … yang ada hanya tinggal penyesalan… Apalah artinya rasa senangmu di dunia dulu? Apa makanan enakmu siang tadi masih ada gunanya kini? Apa novel yang kalian baca kemarin masih ada manfaatnya saat ini? Atau film yang kau tonton minggu lalu masihkah menyenangkanmu kini? Handphone yang baru kau beli itu, apakah ada di sampingmu saat ini? Pujian-pujian temanmu bahwa kau hebat dalam berbagai hal apakah masih bisa kau banggakan kini? Tatapan kagum adik-adik kelasmu, apakah masih dapat kau lihat kini? Permintaan tolong dari orang-orang sekitarmu, apakah masih membuatmu merasa penting saat ini? Bila setelah tirai diturunkan, tap! Drama telah usai. Perjalanan telah berakhir. Kamu turun dari panggung kehidupan dan di situlah hidupmu yang sebenarnya … Apa yang kamu bawa di tanganmu? Mungkin yang kau bawa adalah hutang2 mu yang belum terbayar? Amanah2 mu yang terlalaikan? Rasa sakit hati teman2 mu yang diabaikan? Lalu mana amalmu? Ya Allah, cukupkah ini untuk perjalanan panjangmu ini? Kemarin saja ada kebaikanmu yang kau tunda. Nanti saja lah, kan masih ada waktu. Namun kini? Masihkah ada? Di mana kamu kelak di akhirat berada? Di deretan orang-orang dengan wajah bersih bersinar? Atau deretan orang-orang yang menunduk karena hangus wajah kalian karena dosa yang kalian sembunyikan? Di manakah kelak rumah abadimu? Apakah di Syurga tempat segala yang kau inginkan tersedia? Tempat segala yang kau tinggalkan di dunia ini dapat kau terima? Atau di Neraka? Tempat segala yang kau pinta adalah sia-sia? Tempat balasan atas hal-hal maksiat yang kau lakukan di dunia? Setiap muslim akan masuk surga, bukan? Namun apakah sebelumnya kau sempat merasakan api neraka itu? Yang satu hari seperti seribu tahun lamanya? Merasakannya untuk semenit saja? Hanya karena dosamu yang tidak kau pintakan taubatnya? Bukan, bukan amalmu yang akan memasukkanmu ke Syurga … bukan sujudmu, bukan infaqmu,, bukan puasamu, bukan lelah kerjamu, bukan capai pikiranmu … bukan teman! Tapi rahmat Allah SWT! Maka hatimu, jagalah selalu pada harapan akan ridho Allah … Sikapmu, jagalah selalu dalam ikhlas padaNya. Lisanmu, jagalah selalu agar selalu membuahkan cinta padaNya …Harapkanlah Allah dalam hatimu, Karena hanyaAllah yang dapat menolongmu, Teman … Maka mulai hari ini hitunglah segala amalmu… hitunglah segala kesalahanmu … menangislah karena amalmu itu belum juga cukup menutupi dosamu … Jagalah terus dirimu dalam kebaikan. Karena kau tak tahu kapan batas akhir hidupmu … Pada akhir ceritamu,apakah akhir yang indah atau buruk? Apakah kau yakin, kelak kau akan mati dalam kondisi sebaik ini? Apakah kau mati dalam maksiat, atau dalam amalmu? Apakah kau mati saat kau sedang berbuat sia2 , atau saat kau sedang berbuat kebajikan? Karena hidup ini hanyalah perjalanan sementara teman. Kisah senangnya hanya hiburan sesaat. Kisah sedihnya hanya ujian sementara. Alam akhirat itulah hidupmu yang sebenarnya. Maka tanyakah ada dirimu.. buat apa aku di dunia ini? Tugas apa yang harus kutuntaskan di sini? Bagaimanakah aku mengisi perjalanan ini? Apa yang harus kusiapkan untuk hidupku nanti? Bagaimana akhir hidupku ini nanti kurencanakan? Tanyakan pada dirimu… cari tahu oleh dirimu… kerjakan olehmu… saat ini… mulai detik ini…karena waktu tak dapat menunggu…

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran