web widgets

Dunia Memang Begitu Indah

Dunia memang indah, tp dunia itu
hanya tipuan, keindahannya hanya
sementara, ia tak menjanjikan apapun, walau kita sudah
memperoleh kebahagiaan dari
pada-NYA, namun belum pasti bisa kita bawa hingga ke akhirat. Dimna aku melayang kdunia maya, disana aku terbang kemanapun yang aku inginkan, dan disana pula tmpatku mnoreh banyak cerita mnyampaikan
pesan hati lewat tulisan untuk orang banyak.

Ku goyangkan jari ku di atas keyboard Tercoret tanpa arah.
Tanpa makna. Namun, bagiku
coretan itu begitu menyimpan makna. Sebegitukah keadaan hatiku saat ini?

aku tak menemukan ide untuk berpesta pora dengan kata-kata
indah yng biasa ku tulis. Kemudian aku bangkit, berjalan ksana kemari.

Aku merasa dunia saat ini sungguh tidak bersahabat. Bagiku dunia tidak lagi ramah. Walaupun aku tak tahu kapan ia pernah ramah. Aku
bosan, bosan melihat prioritas manusia yang selalu hanya
memikirkan dunia.

Walau aku tidak mungkin juga lari
dari dunia. Walau aku masih saja larut dalam aktifitas manusiawi yang tak bermakna. Itulah sebabnya aku merasa bosan.

Dunia.
Wajah aneh penuh rasa. Ada
kebahagiaan, kekejaman, kesadisan
dan banyak lainnya yang tak bisa
kusebutkan, lebih tepatnya tak ingin kusebutkan.
Dunia.
Ladang fatamorgana yang manusia tak bisa lari darinya. Memang, tak
mungkin terhindar darinya. Sebab kasat mata yang terlihat hanya dunia saja. Ladang akhirat akan
hadir setelah adanya perenungan.

Aku tak mengerti apa aku benar-benar lelah menghadapi dunia ini. Aku kembali merenungi niat yang
aku miliki. Apa ia begitu suci? Apa ia
sudah lurus? Apa ia sudah layak untk memperoleh janji FirdausNya?

Atau apa ia hanya nafsu dunia
saja? WALLAHU A'LAM....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran