HATI ADALAH BUAH


Buah Hati Kasih sayang dan kalimat yang indah Adalah buah hati yang ranum Karena watak yang terbina Menjadi saling memufakati saling mencintai Saling mengasihi Berkatalah dengan kata-kata yang lurus Niscaya Tuhanmu meningkatkan kebaikan amal bagimu Dan mengampunimu Sungguh Sorga dipenuhi oleh orang orang yang faham agama Dan berhati bersih dengan pribadi yang utuh dengan kebaikan pada sesama Tidak hanya benar dalam bersikap Apa lagi tak ada kecuali hanya tampang tampang dungu peragu sabda Pencerca ulama Penikam keutuhan damai hati insan Tidak ada hal terbaik untuk memberi Melebihi dari sumber itu sendiri jernih Karena sifat dasar nurani yang diridlai Apalagi hanya karena menginginkan sesuatu yang kan habis secara pasti Materi Kekuasaan tinggi Atau kepuasan birahi Hingga akhir suatu kebaikan pasti diingkari Sungguh tak ada kebaikan tertinggi Selain dari sikap hati yang mumpuni Dalam watak kesejatian nurani Berhimpun di dalamnya titah Ilahi Yang Tetakkan langkah-langkah kaki di jalan-Nya Mengurai kebencian menjadi cinta Mengelupas kedengkian menjadi sedap mata Menghembuskan awan menjadi hujan bahagia Mambasahi setiap selokan dengan sentuhan bening mata airnya Ya Tuhanku Cantikkan wajahku Dan hatiku Jauhkan dari segala sikap hati yang membeku yang tertutup dari makna rindu keruh oh… Ya Tuhanku Bukalah hatiku Tuk melapangkan jalan bagi firman-Mu Hingga aku tak butuh lagi pendidika selain itu Tatkala kalam- Mu yang agung Menggenggam erat seonggok dagingku Hingga tertancap Dalam dalam Dalam dalam اللهم حسن خلقي وخلقي , اللهم جنبن منكرات الخلق Ya Allah Aku mohon, tampan-cantikkan pada wajah dan pekerti ini jauhkanlah dari pribadi yang diingkari tak dibenarkan sama sekali Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran