BAHASA KASIH


Kata- kata dan ucapan yang keluar dari hati akan sampai ke hati pula Manakala ucapan hanya keluar dari bibir tanpa diikuti oleh hati , maka dia hanyalah sebatas ucapan manis penghias bibir yang tidak akan member ikan kesan apa- apa pada pendengarnya. Berbicaralah dengan bahasa kasih, Berbicaralah dengan bahasa hati maka kita akan merasakan reaksi yang luar biasa, Ia akan menembus ke hati, indah dan berkesan Bahasa kasih bagaikan Oase di tengah padang pasir, penawar dahaga dikala kehausan, memberikan kesejukan dalam kekeringan, mencerahkan bagi yang mendengarnya, juga memberikan harapan dan suplemen kehidupan ditengah-tengah orang yang putus asa, ia mampu memberikan keteguhan dikala seseorang terpuruk , dan sebagai penawar hati dikala duka dan terluka... Bahasa kasih akan menumbuhkan kasih sayang yang lembut yang hanya bisa dirasakan oleh hati Pernahkah anda memiliki seorang teman yang lama tidak bertemu? Bahkan mungkin juga belum pernah mengenal wajahnya? Tapi kita bisa merasakan kesejukan dan ketentraman di hati. Disaat sedih kita akan mencarinya. Disaat bahagia kita ingin berbagi kebahagiaan dengannya. Disaat duka kita ingin merasakan ketentraman di dekatnya. Disaat ada beban yang menghimpit kita juga ingin merasakan kelembutannya . Maka dia adalah sahabat anda yang dihatinya tertanam rasa kasih dan sayang. Atau sebaliknya , Pernahkah anda memiliki teman yang begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari, sering berjumpa dengannya, selalu bertegur sapa, Namun hati anda terasa jauh dengannya ?, tidak ada kedekatan di hati, tidak merasakan ketentraman di jiwa , dan tidak ada ketenangan batin ketika berdekatan dengannya? Karena anda takut suatu saat dia akan membuka rahasia anda, menyebarkan aib anda ? maka dia bukanlah sahabat anda yang berbicara dengan bahasa kasih. Seorang sahabat sejati yang berbicara dengan bahasa kasih tidak akan melukai hati ketika anda ada di dekatnya. Juga tidak akan membuat anda khawatir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran