MENJAGA KE IKHLASAN HATI

Semoga Allah senantiasa mencabut kesenangan dinilai manusia dari dalam hati. Karena sesungguhnya dosa riya’ dan musyrik menyekutukan Allah berawal dari kesenangan mendapatkan penilaian dari mahluk.   Sadarilah bahwa walaupun berbicara dengan menyebut-nyebut nama Allah memang mudah, namun tidak mudah untuk diterima oleh Allah karena Allah Maha Mengetahui isi hati yang terdalam. Seluruh amalan dan perbuatan yang kita anggap baik akan menjadi sia-sia jika niat kita salah, jika terselip dalam hati keinginan untuk diketahui keilmuan kita, keinginan mendapatkan kekaguman orang lain atau mencari popularitas   Jadi berhati-hatilah menjaga hati dan meluruskan niat dalam setiap amalan kita. Dalam suatu hadist riwayat Muslim diriwayatkan, Dari Abu Hurairah mendengar Rasulullah bersabda : 3( tiga) golongan orang yang pertama kali diadili di hari kiamat adalah : golongan syuhada, golongan orang-orang yang belajar dan mengajar ilmu agama serta sering membaca al quran, dan golongan orang kaya yang diberi banyak harta.   Diceritakan dalam hadist tersebut bagaimana Allah menunjukan kenikmatan–kenikmatan pada tiap golongan itu dan merekapun mengenali kenikmatan tersebut. Kemudian Allah bertanya apa yang mereka lakukan dengan kenikmatan tersebut...   Golongan syuhada berkata mereka berperang untuk mencari ridha Allah, Golongan ulama berkata mereka belajar dan mengajar agama untuk mendapatkan ridha Allah, dan golongan orang kaya berkata mereka tidak akan membiarkan ada jalan yang tidak mereka sedekahi juga demi mengejar ridha allah. Namun apa jawaban Allah??KALIAN BERDUSTA!!!!!”.... Allah yang maha mengetahui isi hati tahu benar ketika syuhada berperang agar mendapatkan gelar pahlawan, dan mereka telah mendapatkannya di dunia, ketika ulama dan qari mempelajari, membaca dan mengajar al quran demi mendapatkan penilaian baik dari manusia dan mereka telah mendapatkannya di dunia dengan gelar ulama, ustad, dan sebagainya.   Allah mengetahui isi hati orang kaya yang berinfaq dalam rangka mendapatkan predikat dermawan di dunia dan mereka telah mendapatkannya. Kemudian Allah menyuruh malaikat menyeret mereka di atas wajahnya dan melemparkannya ke dalam neraka.   Hadist di atas menggambarkan betapa sulit bagi kita untuk menjaga hati dan meluruskan niat dalam beramal dan bukan hal yang mudah mendapatkan penerimaan Allah atas amalan–amalan yang kita sangka baik karena Allah maha mengetahui rahasia hati terdalam.   Namun tentu hal ini bukan kemudian menjadi alasan kita untuk tidak berusaha berbuat baik dan beramal di jalan Allah. Yang harus terus kita perbaiki adalah ketauhidan kita, dan terus mempelajari ilmu ikhlas agar dapat istiqamah mencari ridha Allah tanpa dipusingkan dengan penilaian manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran