MERAIH PAHALA BESAR DENGAN AMALAN RINGAN


Ihtisab ( mencari pahala ) dari saat melakukan amal- amal shaleh dan saat menghadapi berbagai cobaan adalah inisiatif untuk mencari pahala dan menggapainya dengan cara berserah diri dan sabar. Atau menggunakan berbagai macam kebajikan menurut cara yang telah digambarkan demi menjadi pahala yang diharapkan darinya. Karena itu ihtisablah dengan menjadikan pekerjaan sehari- hari sebagai ketaatan. Carilah pahala dari sabar terhadap perkara-perkara yang dibenci, serta dari berbagai gerak dan diam agar semua dihitung sebagai amal shaleh anda. Amal harus ada niatnya . Apa- apa yang kita niatkan untuk mencari Rhidho Allah dan negeri Akhirat maka untuk itu Allah dan kita akan memperolehnya. Dan apabila kita berniat untuk duniawi kadang kita memperolehnya terkadang tidak. " BARANGSIAPA MENGHENDAKI KEHIDUPAN SEKARANG ( DUNIAWI) MAKA KAMI SEGERAKAN BAGINYA DI DUNIA ITU APA YANG KAMI KEHENDAKI BAGI ORANG YANG KAMI KEHENDAKI (QS Al- israa:18)
Jadi "apa yang kami kehendaki" dan "bagi orang yang kami kehendaki" artinya bukan untuk setiap orang, jadi apa yang disegerakan dan siapa yang disegerakan dan siapa yang segera diberi itu dibatasi. Sementara amal yang diniatkan untuk mencari Ridha Allah dan negeri akhirat pasti membuahkan hasil.. "DAN BARANGSIAPA YANG MENGHENDAKI KEHIDUPAN AKHIRAT DAN BERUSAHA KEARAH ITU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH SEDANG IA ADALAH MUKMIN, MAKA MEREKA ITU ADALAH ORANG- ORANG YANG USAHANYA DIBALAS DENGAN BAIK " (QS; AL-israa :19)
Pahala ihtisab dari niat baik tidak akan disia- siakan Allah sekalipun kita belum mampu melaksanakan amal shaleh yang kita niatkan. Sebab baru niat saja sudah ditetapkan baginya satu pahala. Membiasakan diri untuk mencari pahala dari semua amal merupakan kebaikan yang sempurna. MENGAPA MENCARI PAHALA DALAM SEGALA HAL ITU PENTING? 1. Agar kita dapat merealisasikan tujuan kita diciptakan. 2. Ia akan membedakan ibadah-ibadah kita dari kebiasaan-kebiasaan kita Contoh : ketika mandi bisa karena kebersihan. Agar menjadi ibadah kita niatkan menghilangkan hadas atau mandi sunah. 3. Kita sangat membutuhkan ihtisab dari niat yang baik karena semua amal terikat dengan niat dari segi diterima atau ditolak, pahala atau hukuman. " SESUNGGUHNYA AMAL ITU TERGANTUNG NIAT DAN MASING-MASING ORANG MENDAPATKAN APA YANG DINIATKANNYA" 4. Terkadang kita kurang bergairah dalam beramal shaleh (tiada antusiame) . Hal ini disebabkan: a. Kita tidak tahu / lupa urgensi amal dan pahala yang dihasilkannya. b. Kita lupa bahwa sebagian amal yang sederhana dapat mengantarkan kita kepada derajat yang tinggi sehingga kita meremehkannya. c. Adanya orang yang menentang dengan melemahkan niat kita. d. Apabila membuat kita senang maka kita mati-matian berbuat baik kepada mereka. Dan bila mereka membuat kita marah kita mati-matian berbuat buruk pada mereka . LALU APA YANG TERSISA UNTUK AKHIRAT? e. Menganggap amal shaleh sebagai kelemahan dan kehinaan , misal : seperti memaafkan dan berbelas kasih. HAL APA YANG DAPAT MEMOTIVASI KITA UNTUK MENCARI PAHALA DALAM SEMUA AMAL? 1. Cepatnya waktu berlalu 2. Kematian datang secara tiba- tiba 3. Perubahan kondisi ( dari sehat menjadi sakit; dari kaya menjadi miskin; dari muda menjadi tua; dari hidup menjadi mati) 4. Kita memerlukan amal untuk memberatkan timbangan kita kelak. Agar tidak menjadi orang yang bangkrut. 5 Merasa kurang dan teledor dalam menjalankan hak Allah " SUPAYA JANGAN ADA ORANG YANG MENGATAKAN , AMAT BESAR PENYESALANKU ATAS KELALAIANKU DALAM ( menunuaikan kewajiban) TERHADAP ALLAH, SEDANG AKU SESUNGGUHNYA TERMASUK ORANG-ORANG YANG MEMPEROLOK-OLOKKAN (AGAMA ALLAH) (Qs AZ-zumar : 56)
6. Takut kepada Allah Sesungguhnya rasa takut kepada Allah merupakan motivasi yang kuat untuk beramal shaleh pada umumnya. 7. Keinginan untuk mendapatkan pahala dan balasan dari Allah. 8. Kesempatan hidup di dunia hanya sekali dan tidak dapat kembali guna mengganti apa yang telah terlewatkan. Disamping itu dia juga cepat berakhir. Seperti ketika kita duduk di depan nenek kita yang berusia 80 tahun, kita minta dia menceritakan sejarah hidupnya selama ini. Paling dia menceritakan beberapa jam saja. Lalu kemanakah perginya tahun-tahun yang panjang itu? " DAN (INGATLAH) AKAN HARI (YANG WAKTU ITU) ALLAH MENGUMPULKAN MEREKA, (MEREKA MERASA DI HARI ITU) SEAKAN-AKAN MEREKA TIDAK PERNAH BERDIAM HANYA SESAAT SAJA DISIANG HARI (DIWAKTU ITU) MEREKA SALING BERKENALAN (Qs yunus :45)
*** PETUNJUK KEBAIKAN AKAN MENERIMA KEBAIKAN " BARANGSIAPA YANG MENUNJUKKAN AKAN KEBAIKAN MAKA BAGINYA AKAN MENDAPATKAN GANJARAN KEBAIKAN SEMISAL GANJARAN YANG DITERIMA PELAKUNYA " (HR Muslim) KEBAIKAN YANG DIIKUTI ORANG LAIN "BARANGSIAPA YANG MEMBUAT KEBAIKAN ( SUNAT) DALAM ISLAM MAKA BAGINYA AKAN MENDAPATKAN GANJARAN SERTA GANJARAN ORANG- ORANG YANG MENGIKUTI SESUDAHNYA TANPA DIKURANGI SEDIKITPUN. DAN BARANGSIAPA MEMBUAT DALAM ISLAM SATU PERBUATAN YANG BURUK , MAKA BAGINYA AKAN MENDAPATKAN DOSA DITAMBAH DOSA- DOSA ORANG- ORANG YANG MENGIKUTI SESUDAHNYA ITU (HR Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran