LIDAH MULUT DAN SUARA YANG DI KELUARKAN NYA


suara lisan dengan keruh
~-~- ~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-
Kalau ada masalah, jika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan ( membicarakannya, bertukar pikiran) mengenai apa yang diharapkan (diinginkan) untuk penyelesaian. Jangan berdebat (silat lidah), berteriak, atau marah!! Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari, teriakan ( amarah, emosi) hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan? Tau tidak, mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan- teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centi meter?! Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak. Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta merusak mental orang yang dimarahi kerena perasaan- perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak (dengan amarah) karena kita ingin melukai, kita ingin membalas, iya kan?? ! ***** Satu langkah konkrit untuk memulai upaya menjaga lisan adalah dengan mulai mengurangi jumlah kata-kata. Makin sedikit bicara, makin tipis peluang kesalahan (meredam dan mengelola amarah agar terkendali). "Yang paling aku takutkan bagi ummatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah." (HR. Abu Ya'la) Sebaliknya makin banyak bicara (dan berteriak-teriak), peluang tergelincirnya lidah semakin lebar. Jika lidah kita telah meluncur tanpa kendali, kehormatan kita seketika akan runtuh. "Kebanyakan dosa anak Adam (adalah) karena lidahnya." (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi) Berbahagialah bagi siapa yang bisa berkata dengan akhlak tinggi (berucap sambil menjaga lisannya). "Seorang Mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji, atau berkata busuk." (HR. Bukhari dan Al- Hakim) Selalu berkata baik. Jika tidak, cukup diam saja! Wallahu 'alam! Mohon maaf, semoga ada gunanya jika dirasa ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran