web widgets

HASRAT INGIN BRUBAH DAN MENGUBAH


Ketika aku masih muda dan bebas berhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah. Maka cita-cita itupun agak kupersempit, lalu kuputuskan untuk hanya merubah negeriku. Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasilnya. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah! Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari : ?Andaikan yang pertama- tama kuubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia?
By : kata mutiara BY BC BY JS.

QS AT - TAKWIIIR 1 - 29


Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung- gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) dan apabila binatang- binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap dan apabila ruh-ruh dipertemukan ( dengan tubuh) dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia ( Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, maka ke manakah kamu akan pergi? Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, ( yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki ( menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

RAHASIA 3OTAK SINERGI


Agar menjadi pribadi yang luar biasa, super, dan lengkap, teknik dahsyat mengolabroasi limbic, otak tengah, serta hemisphere (otak kanan & kiri) bisa dilakukan. Ingin tahu rahasianya? Berbicara tema kesuksesan biasanya tak bisa lepas dari kemampuan ‘mengolah otak’. Namun bicara soal kemampuan otak sebaiknya tidak secara parsial. Pasalnya, semua bagian otak penting dan memiliki fungsi serta kemampuan yang memukau. Nah, agar menjadi pribadi yang luar biasa, super, dan lengkap, teknik dahsyat mengolabroasi limbic, otak tengah, serta hemisphere (otak kanan & kiri) bisa dilakukan. Ingin tahu rahasianya? Sukses bukanlah sebuah kecelakaan atau kebetulan. Mereka merencanakan diri untuk sukses. Demikian tulis sebuah quote penting yang sangat mengail pembaca dalam bab pertama buku Sinergi 3 Otak. Dalam buku yang ditulis Alexander Andri, Direktur Great Life Institute dan Hartono Sangkanparan, penulis bestseller Dahsyatnya Otak Tengah mencoba menyadarkan pembaca untuk bisa membangkitkan empat kekuatan luar biasa. Keempat kekuatan tersebut adalah great power, great memory, great financial, dan great leverage. Seperti yang dikutip dalam halaman delapan, great power artinya Anda adalah keajaiban alam terbesar, great memory artinya rahasia membangun potensi genius Anda, great financial artinya Mindset miliuner untuk Anda memperoleh kebebasan dan kesuksesan financial, dan great leverage artinya kekuatan dahsyat untuk mempercepat Anda mencapai impian. Nah, terkait great power, Anda memiliki satu triliun sel otak. Apa yang membedakan orang biasa dengan orang genius adalah pada jumlah koneksi antar sel otak yang terjadi saat mempelajari hal baru. Rahasia pembelajaran adalah harus dalam suasana positif, dengan demikan, otak tengah akan aktif sehingga informasi dibiarkan masuk untuk diproses di otak berpikir yaitu di otak kanan dan kiri. Apakah sesederhana itu? Ya! Semua kesuksesan pada dasarnya sangat sederhana, termasuk sukses di bidang hubungan dan finansial. Penelitian menemukan bahwa orang sukses berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Hal menarik adalah semua orang sukses memiliki kesamaan yaitu mereka memiliki impian yang jelas. Sukses bukanlah sebuah kecelakaan atau kebetulan, mereka merencanakan untuk menjadi sukses. Buku ini mengajak Anda menyadari dan membangkitkan Ultimate Power Anda dalam proses pertumbuhan menjadi pribadi yang sukses. Karena Anda tahu potensi Anda jauh lebih besar dari yang sudah Anda gunakan. Kapan saat untuk membangkitkannya? Sekarang juga! Anda sudah memegang rahasianya dalam buku ini. Mulai sekarang Anda akan memiliki kendali pada diri dan pikiran Anda.

DARI KISAH SEKEPING HATI


Sehingga saat ini, saya masih termenung panjang tatkala mengulang baca sebuah sajak yang baru saya siarkan dua hari yang lalu. CINTA 100 %. Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk ayah ibumu? Pasti jawapanku, 100 %. Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu pada suamimu? Pasti jawapanku, 100 %. Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk anak- anakmu? Pasti jawapanku 100 %. Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu untuk saudara seakidahmu? Pasti jawapanku, 100 %. Andai mereka bertanya, lalu berapa pula peratus cintamu untuk dirimu sendiri? Pasti jawapanku, 100 %. Andai mereka keliru lantas tertanya- tanya, masakan begitu? Bukankah setelah dibahagi, cinta itu pasti berkurang peratusannya? Pasti jawapanku, beserta senyum malu-malu, Ada satu di dunia ini, walau dibahagi seberapa banyakpun, ia tetapkan sama.. Tidak berkurang walau sedikitpun, Itulah CINTA… Anugerah paling berharga dari Yang Maha Esa. KETIDAKADILAN Saya akui, dalam melewati pertengahan usia tiga puluhan ini, dari sehari ke sehari kian kerap saya mengimbas pengalaman masa lalu, mengutip pengajaran dari kehidupan, terutama kenangan- kenangan yang pahit dan mencabar. Yang banyak merobek hati dan menitiskan airmata kepedihan. Walau siapa pun saya, saya tetap seorang manusia biasa yang adakalanya tewas dengan emosi sendiri. Dan saya yakin, tiada seorang pun yang terkecuali dari mengalami situasi ini. Telah banyak kita membaca, mendengar dan menyaksikan, bagaimana sebahagian orang mencurahkan kasih sayang yang tidak berbelah bagi kepada anak-anak; makan minumnya dijaga rapi, pakaian, permainan, hiburan dan segala yang diinginkan oleh si anak dari kecil hingga menginjak dewasa diberi tanpa banyak soal. Namun, bila melihat sikap si anak yang bagai melupakan budi orang tua, mereka kecewa. Limpahan kasih mereka kepada si anak dibalas dengan curahan kata-katanya yang menyakitkan, memberontak, tidak mendengar nasihat dan seumpamanya. Berapa ramai pula para isteri yang meluah masalah, telah melakukan yang terbaik untuk suami tercinta. Memasak makanan kesukaannya, menatahias kediaman mereka agar bersih dan selesa, membasuh dan menyediakan pakaiannya, mengasuh dan mendidik anak-anak sewaktu ketiadaan suami di rumah, berusaha menenangkannya saat suami berhadapan masalah, merawat kesakitannya dan lain- lain khidmat bakti seorang isteri buat suami yang dikasihi. Namun, bila satu-satu ketika, isteri juga memerlukan perhatian serupa, suami bagaikan tidak perasan, lebih bersikap acuh tak acuh dalam mempamerkan penghargaan. Lalu, isteri makan hati dan merajuk kerana merasa dirinya tidak dihargai dan disayangi. Demikian seterusnya, suami menjeruk rasa terhadap isteri, rakan sesama rakan, jiran antara jiran, pendakwah terhadap mad’unya, kakitangan bawahan terhadap majikan/ pihak atasan mereka dan lain- lain lagi. Di satu pihak mereka merasa hanya banyak memberi, tetapi tidak terlalu kerap menerima. Terbit justifikasi, adilkah keadaan sebegini? KISAH SEKEPING HATI Suatu ketika, seorang pemuda yang tampan berdiri di tengah- tengah kota dan mendakwa bahawa dia memiliki sekeping hati yang paling cantik. Lalu diangkat hatinya setinggi yang boleh agar kilauan dari hati yang indah itu dapat dilihat oleh orang lain di sekitarnya. Tersebar bicara kekaguman orang ramai. Sememangnya hati pemuda itu, tiada cacat celanya. Tidak carik walau sedikitpun. Permukaannya licin sempurna. Warnanya juga segar dan menyerlah pesona seorang anak muda. Pemuda tampan itu mulai merasa bangga dengan pujian yang diterima. Sorakannya semakin kuat mewar-warkan betapa indah sekeping hati yang dimilikinya. Tiba-tiba, di tengah-tengah keriuhan itu, muncul seorang tua. Langkahnya perlahan menuju ke arah pemuda tampan. Lagaknya, seolah dia mahu membicarakan sesuatu. “Wahai anak muda, mengapa kulihat hatimu hampir tidak seindah hatiku?” Orang tua tersebut bertanya dalam nada suara yang agak lemah tetapi penuh keyakinan. Orang ramai dan si pemuda mulai berkeliling mengerumuni orang tua. Mereka mendengar degup yang kuat tercetus dari hatinya, tetapi hati itu dipenuhi luka. Di satu sisi, kelihatan permukaannya bertampal-tampal. Ada potongan hati yang diambil dan potongan yang lain dimasukkan ke dalamnya, tetapi ia kelihatan tidak berpadanan. Pada satu sudut yang lain, terdapat pula beberapa tanda patah. Bahkan, di beberapa tempat, terdapat lubang yang dalam, di mana seluruh bahagian permukaannya telah hilang. Melihat itu, orang ramai saling berpandangan. TERTANYA-TANYA "Bagaimana orang tua ini boleh mengatakan bahawa hatinya lebih indah?" fikir mereka. Sementara itu, pemuda tampan tertawa. " Tentu engkau bergurau, wahai orang tua," katanya. " Kalau dibandingkan hatimu dengan hatiku, apa yang aku ada ini adalah sangat sempurna, sedangkan kepunyaanmu begitu berantakan dengan bekas-bekas luka dan air mata," lanjutnya lagi. "Ya, memang benar" tukas si tua penuh kesabaran. "Kepunyaanmu adalah sempurna, namun aku tidak sesekali akan menukarnya dengan hatimu. Andai saja kau lihat wahai anak muda, setiap bekas luka di hatiku ini mewakili setiap seorang yang telah aku berikan cintaku buat mereka. Aku merobek sepotong hatiku dan memberikannya kepada mereka, dan setiap kali itu juga mereka memberiku sepotong dari hati mereka untuk mengisi tempat kosong di hatiku ini, tetapi kerana potongan- potongan itu tidak tepat, lalu menyebabkan ketidaksempurnaannya, bahkan ia kelihatan kasar dan tidak rata. Namun, aku tetap menghargainya, kerana pemberian mereka mengingatkanku pada cinta yang terbina bersama antara kami. " Panjang lebar bicara orang tua. Si pemuda tampan terpaku mendengar patah katanya. "Kadang-kadang aku telah memberikan potongan hatiku, tetapi orang yang kuberikan potongan hatiku itu, tidak memberikan kembali sepotong hatinya kepadaku. Inilah yang mengakibatkan wujudnya lubang- lubang ini. Kau tahu wahai anak muda, sesungguhnya memberikan cinta adalah bermakna memberikan peluang dan kesempatan. Walaupun bekas robekan itu menyakitkan, ia akan tetap terbuka lantas mengingatkanku tentang cinta yang masih aku miliki untuk mereka. Dan aku berharap suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lompong- lompong kosong yang sekian lama kutunggu-tunggu agar ia diisi. Nah, sekarang fahamkah engkau tentang kecantikan sejati? " Si tua mengakhiri kata-katanya. Pemuda tampan itu terus terdiam. Dia menundukkan kepala dengan air mata mengalir di pipinya. Dia menghampiri orang tua, mengambil hatinya yang sempurna, muda dan cantik itu dan merobek keluar satu potongan darinya. Dia menawarkan potongan tersebut kepada orang tua dengan tangan gementar. Si tua itu menerima pemberian tersebut lalu meletakkannya pada hatinya dan kemudian mengambil pula sepotong dari bekas luka lama di hatinya dan menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sungguhpun ia sesuai, tetapi ia tidak sempurna, kerana ada beberapa tanda patahan. Orang muda itu menatap hatinya yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, lantaran cinta dari hati orang tua itu kini mengalir kepada hatinya. Mereka bergandingan dan berjalan bersama meninggalkan orang ramai terus terpaku dengan peristiwa menginsafkan itu. HATI YANG PALING INDAH Saya menangis. Seakan terpancar kefahaman di dalam diri ini bagaimana anjuran ‘ mencintai’ yang dimaksudkan oleh junjungan mulia, Muhammad SAW menerusi sabdanya yang bermaksud : “Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhari dan Muslim) Ia bermaksud, memberi sepenuh hati. 100 %. Yang terbaik! Sebagaimana kita menginginkan yang terbaik buat diri sendiri, begitulah juga sewajarnya yang kita lakukan/berikan kepada orang di sekitar. Tetapi, dengan satu ingatan. Jangan pula mengharap balasan yang sama, 100 % , terhadap apa yang telah diberikan itu, kerana bila pemberian mengharap balasan, maka dibimbangi tiada lagi keikhlasan padanya. Justeru itu, tidak hairan mengapa Rasulullah SAW diiktiraf oleh ALLAH SWT sebagai semulia-mulia insan. Setelah sekian banyak hinaan, cacian dan penderitaan yang dialami, baginda tetap tampil menyebar salam beserta senyuman. Tujahan batu-batu, diganti dengan kalungan doa, lemparan najis, diganti dengan untaian budi. Firman ALLAH SWT : ﻚﻧﺇﻭ ﻰﻠﻌﻟ ﻖﻠﺧ ﻢﻴﻈﻋ Maksudnya : “Dan sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( Surah al Qalam ayat 4 ) Justeru itu, mari bersama kita usahakan, walau kasih tidak dihargai, kita tetap memberi. Walau khidmat tidak dipeduli, kita terus mencurah bakti. Ingatlah, andai satu ketika kita tidak mengenal erti kehancuran, kita tidak akan pernah tahu apa yang membuatkan kita utuh dan teguh untuk hari-hari seterusnya. Yakinlah : ALLAH mahu mendidik kita, DIA ingin mengingatkan kita bahawa tiada cinta yang sempurna selain cinta-NYA, yang hanya dapat dirasakan oleh pemilik hati-hati yang mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. Hati yang sering dilukai lalu sembuh setelah dirawat dengan zikir kepada ilahi, adalah hati yang indah, bercahaya dengan kasih dan sayang dari Yang Maha Esa. Walaupun luka masih ada, namun sifat sabar, reda dan bersedia memaafkan menjadi ‘antiseptik’ yang menahan luka itu dari dijangkiti kuman dendam yang membawa derita berpanjangan. Akhirnya, bersyukurlah andai memiliki hati yang sering dilukai, kerana dengannya kita belajar menjadi seorang yang lebih mengerti, memahami dan menghargai. Terus memuhasabah diri ini…… Mencari dan terus mencari cinta ILAHI. Jumpa lagi, Insya ALLAH.

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran