Malu itu sebagian dari iman.Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. : Nabi Saw. Pernah bersabda ; “Iman meliputi lebih dari enam puluh cabang atau bagian. Dan Al haya ’ (rasa malu) adalah sebuah cabang dari iman. ” (HR. Bukhari) Rasa malu itu keberkahan. Dengan rasa malu kita terhalang dari dosa. Dari Abu Mas ’ud Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri ra. berkata, Rasulullah saw telah bersabda, “Sesungguhnya sebagian yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘ Bila kamu tidak malu, maka berbuatlah sesuka hatimu. ” (HR. Bukhari) Kebinasaan seseorang dimulai dari hilangnya rasa MALU... Bila sudah tidak ada rasa malu, maka dia menjadi manusia bebas. Bebas tanpa aturan, dan bebas berbuat sesuai hawa nafsu. Tuhannya hanyalah nafsunya. Sehingga hidupnya bergelimang dosa. “Sesungguhnya Allah jika menghendaki memBINASAkan seorang hamba, maka Dia menCABUT dari orang itu rasa MALU. Jika telah tercabut darinya rasa malu, engkau tidak menjumpai orang itu kecuali berGELIMANG DOSA. Jika engkau tidak menjumpai kecuali bergelimang dosa, dicabut (pula) dari dirinya AMANAH. Jika telah dicabut darinya amanah, engkau tidak menjumpainya kecuali sebagai orang yang berKHIANAT dan diKHIANATi. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan berkhianat dan dikhianati, maka dicabut darinya RAHMAT (Allah). Jika telah dicabut darinya rahmat (Allah), engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terKUTUK dan terLAKNAT. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat, maka diCABUT darinya IKATAN dengan ISLAM ”. (HR. Ibnu Majah) "Jika Allah hendak menghancurkan suatu kaum (negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum itu." (HR. Bukhari - Muslim) Tetapi rasa malu yang dimaksud adalah menurut para sahabat Rasul, yang malu untuk berbuat dosa dan bukan ukuran manusia jahil yang malu untuk berbuat kebaikan, seperti malu ke masjid, malu ke pengajian dsb. Seorang sahabat Rasulullah bertanya tentang kebajikan dan dosa, dan dijawab : ” Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. ” (HR. Muslim) Jadi bila kita malu berbuat kebaikan dan tidak malu berbuat dosa... Jangan-jangan kita adalah ummat yang akan binasa. Na'udzubillahi min dzaalik Wallahu a’lam bi showab
DIKUBUR HIDUP HIDUP
Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ada seorang pemuda bani Israil yang telah lama menderita sakit parah. Lalu Ibunya bernazar, jikaAllah menyembuhkan penyakit anaknya , maka ia mau dikubur hidup-hidup selama tujuh hari. Kemudian dengan izin Allah , pemuda itu sembuh dari sakitnya . Meski demikian , sang ibu tak kunjung menunaikan nazarnya. Suatu malam sang ibu tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi ada seseorang yang mendatanginya. "Tunaikanlah nazarmu agar kamu tidak ditimpa musibah yang berat dari Allah," kata orang yang dilihat ibu itu dalam mimpinya. Keesokan harinya , sang ibu memanggil putranya dan menceritakan mimpinya semalam. Kemudian ia memerintah putranya untuk mnggali lubang dan mnguburnya. Printah itu dilaksanakan jg oleh anaknya . Sbelum masuk ke kubur , sang ibu brdoa, Tuhan, aku telah mengerahkan semua kesanggupan dan kemampuanku untuk menunaikan nazarku. Oleh karenanya, jagalah aku dari segala keburukan di dalam kubur ini". Lalu anaknya menimbun ibunya dengan tanah dan pergi. Tak lama kemudian, dari dalam kubur sang ibu melihat cahaya terang dan sebuah lubang dari arah kepalanya. Dari arah lubang itu dia melihat dua orang wanita yang berada di sebuah taman. Kedua wanita itu memanggilnya, "Ibu masuklah"!. Tiba -tiba lubang itu semakin membesar dan dia masuk kedalam lubang menuju kearah dua wanita tersebut. Didalam taman itu terdapat sebuah telaga yang jernih, sementara dua orang wanita tadi duduk di tepi telaga.Diapun menghampiri kedua orang wanita itu seraya mengucapkan salam. Akan tetapi mereka tidak membalas salamnya. Hal itu membuat sang ibu heran , " Mengapa kalian berdua tidak membalas salamku, padahal kalian dapat berbicara?" tanya si ibu. Mereka menjawab, "Salam itu merupakan bentuk ketaatan, sedangkan kami tidak bisa melakukan itu." Tiba-tiba datang dua ekor burung. Seekor burung hinggap dikepala salah seorang dari wanita itu dan mengepak- ngepakkan sayapnya. Seekor lagi hinggap di kepala wanita satunya sambil mematuk-metuk kepala wanita itu. Sang ibu heran dengan kejadian itu. Dia bertanya kepada wanita pertama, " Bagaimana kamu memperoleh keistimewaan ini?" Wanita itu menjawab, "Didunia aku memiliki seorang suami dan aku mematuhinya. Dia merelakan kepergianku dari dunia. Allah lalu memberikan keistimewaan ini kepadaku." Kemudian sang ibu bertanya kepada wanita yang dipatuk kepalanya oleh burung, "Mengapa kamu sampai mendapat sisa seperti ini?" Wanita itu menjawab, "Didunia aku mempunyai seorang suami, sedangkan aku tidak pernah patuh kepadanya. Suamiku juga tidak merelakan kepergianku dari dunia. Dia sangat membenciku sehingga Allah menjadikan kuburanku sebagai taman atas kebaikanku dan siksa atas kebencian suamiku. Aku mohon jika kamu kembali kedunia nanti , mintalah kepada suamiku agar dia mau memberikan pertolongan untukku dan merelakanku". Setelah tujuh hari lamanya, kedua wanita itu berkata, "Bangun dan kembalilah ke kuburmu karena anakmu telah datang untuk mencarimu." Segera sang ibu kembali ke kuburnya. Tak lama kemudian anaknya datang dan menggali kuburan ibunya serta mengeluarkan ibunya dari dalam kuburan. Lalu mereka berdua pulang kerumah. Kemudian tersiar kabar bahwa ibu dari anak itu telah meninggal dunia karena nazarnya, padahal si ibu masih sehat. Banyak orang yang berdatangan kerumah ibu dan anak itu untuk bertakziah. Salah seorang yang bertakziah adalah suami dari wanita yang meminta tolong pada si ibu. Si ibu lalu menceritakan kejadian yang dialaminya di dalam kubur kepada suami dari salah seorang wanita yang ditemuinya didalam kubur. Mendengar kisah itu , suaminya bersedia memaafkan istrinya. Pada malam berikutnya , si ibu bermimpi bertemu dengan wanita yang menitipkan amanat padanya . Wanita itu berkata , "Berkat bantuanmu aku terbebas dari siksaan yang selama ini menderaku. Semoga Allah mengampunimu dan membalasmu dengan kebaikan " * Demi kasih sayangnya yang begitu besar kepada anaknya , seorang ibu bahkan mampu melampai kekangan ego. * Keridhaan Allah ada dalam keridhaan suami...Semoga bermanfaat ( Mokh Syaiful Bahri " Ada surga di Tapak Kaki Ibu")
*BC* *JS*
VIRUS VIRUS HATI
Hati manusia tak ubahnya seperti internet. Hati setiap saat mengakses peristiwa- peristiwa alam yang terlintas dalam jangkauan orbitnya. Karenanya itu, hati senantiasa bergejolak bagaikan gelombang air lautan luas. Bahkan menurut ibnu Qayim, frekwensi gelombang hati orang mukmin bagaikan gejolak air yang sedang mendidih, hati senantiasa mengakses segala peristiwa alam yang terlintas dan tersentuh oleh pancaindra. Setiap peristiwa alam yang dapat tersentuh oleh pancaindra , secara otomatis akan direkam oleh hati. Dan setiap sentuhan peristiwa alam tidak semuanya bermuatan nilai-nilai yang menyenangkan hati, kadang menyenangkan, kadang menyusahkan, kadang netral, dan kadang simpatik kadang menggairahkan, kadang membosankan dan kadang-kadang negatif, kadang merusak hati, kadang menyegarkan hati dan sebagainya. Kalbu dunia akan lebih dominan menggairahkan dan menyenangkan nafsu . Akibatnya hati pun menjadi simpatik dan pada gilirannya hati akan terlibat mencintai kilau dunia lalu akhirnya , dipenjara oleh nafsu. Jika begitu hati tidak lagi bertahta sebagai raja didalam sosok tubuh manusia karena hati ditawan dan dipenjara oleh nafsu yang bekerja sama dengan iblis dan syetan. Manusia yang seperti itu,oleh syeh Abdul Qadir Al Jailani disebut sebagai " budak dunia, pengabdi nafsu, dan penyanjung syahwat, sangat ideal dirinya tumbuh dan berkembang sebagai kayu bakar api neraka". Agar hati tidak terkontaminasi oleh glamour dunia dan terpenjara oleh hawa nafsu, maka Rasulullah SAW memberikan contoh agar didalam hati dipasang atau di INSTALL "Anti Virus Hati". Dengan begitu setiap hati mengakses ( merekam ) suatu peristiwa kehidupan yang didalamnya terkandung "virus" yang dapat mengotori atau merusak hati, akan dihadang oleh antivirus tersebut. Asghar Al- Muzanni meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :"Terkadang timbul perasaan yang kurang baik di dalam hatiku. Dan sesungguhnya aku memohon ampun ( bertobat) kepada Allah seratus kali dalam sehari " (HR Muslim) Ibnu Umar r.a meriwayatkan bahwa pada suatu pertemuan , saya menghitung Rasulullah SAW membaca seratus kali , "Rabbi-gfir li wa tub ' alayya innaka antat-tawabul-gafur" "Wahai Allah , ampunilah dosaku dan terimalah tobatku, karena engkau Maha penerima tobat dan maha pengampun" (HR Abu Dawud dan Tirmidzi) Wahai saudaraku sehati, seiman dan seperjalanan, setan berjalan pada setiap diri manusia mengikuti aliran darah. Hal itu telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabda beliau Sesungguhnya setan mengalir didalam tubuh anak Adam laksana mengalirnya darah . Dan aku khawatir setan akan menyuruh hatimu untuk berbuat kejahatan " ( HR Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu , jika pada hati bani Adam tidak di "Install" anti virus hati, akan lumpuhlah hatinya termakan oleh virus-virus hati yang masuk bersama setan yang mengalir mengikuti aliran darah. Jika Rasulullah SAW yang telah dijamin oleh Allah , dipuji oleh Allah dan dicintai oleh Allah dihati beliau masih juga ada penghalang dengan Allah, bagaimana hamba Allah seperti kita? Subhanallah , kesucian hanya bagi- Mu Ya Allah. Allah berfirman didalam Al-Quran : ".... Dan barangsiapa yang tidak mau bertobat , maka mereka itulah orang- orang yang zalim" (QS Al- Hujarat :11) Konsekwensi bagi orang yang tidak mau bertobat atau orang yang zalim linafsihi adalah dibakar dalam neraka oleh Allah dalam keadaan berlutut, sebagaimana firmannya: "Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (Neraka) dalam keadaan berlutut " (Maryam :72) Sampai batas mana tobat manusia masih bisa diterima oleh Allah? Rasulullah SAW bersabda di dalam sebuah hadis : "Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selagi dia belum sekarat (sakratul maut)" (HR Tirmidzi, ibnu majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan Bagawi) Sesungguhnya Allah akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang bertobat kepada-Nya , sebagaimana firman-Nya : ".... Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada- Nya " (Ar-Ra'd : 27) *BC* *JS*
CINTA SAYANG DAN SUKA
Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah
sedikit Dihadapan orang yang kau
cintai, jantungmu tiba tiba berdebar
lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-
kaca Pernahkah kamu brpikir sejenak, merenung, dan mengernyitkan dahimu kalau Suka, Cinta dan Sayang ternyata memiliki perbedaan? Inilah beberapa fakta yang sebentar lagi akan kalian
temukan di sini.
* Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk
keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk
kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
* Saat kau menyukai sseorang dan berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
* Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
* Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan
menggenggam erat tangannya...
* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan mnangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. "
* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."
* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah yang
pernah Tuhan berikan padaku.."
* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yng kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan brkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia
lakukan."
* Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk
menyukaimu.
* Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...
* SUKA adlh kau akan mnemaninya bila itu mnguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan
menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan
menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.
* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.*** Tapi ingatlah... Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja...... Cinta tak harus berakhir bahagia..... karena cinta tidak harus berakhir.....
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan.... dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran... melainkan dari HATI.
Hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi.
“Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik
kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu. ” (Yahya bin Mu’az)
RISALAH CINTA
Mengenai tentang dan ktakan pada cinta Cinta... Kau bagaikan udara ,
dapat di rasa namun tak dapat
di lihat.. Cinta..Kau tidak berwarna
namun kau buat hari hari penuh dengan warna.. Cinta... Kau buat hati bahagia walau tak jarang ada derita berselaput rinai air mata
Cinta... Kau bagai belati bermata dua , di 1 sisi dapat melindungi , namun di sisi yang lain dapat melukai diri sendiri , jika tak hati hati.. Cinta... Kau bagaikan api yang
membakar, membuat jiwa berkobar akan rasa sekaligus dapt membuat hangus hati sang pencinta.. Kau bagaikan mendengar petir di siang hari , saat ia menyebut namamu.. Terkadang kau menangis dan tertawa tanpa mau disebut dengan gila.. Cinta.. Saat kau datang , tak ada yang dapat menolak atau pun mengelak dan di saat kau pergi , tiada yang mampu menghalangi.. Cinta.. Kau penuh teka-teki yang mengandung serba -serbi dan penuh dengn misteri.. Bahkan ilmu logika terhebat sekalipun tak mampu menjabarkan tentangmu.. Cinta.... Tak ada yang dapat menebak kapan kau akan datang dan pergi.. Kecuali diri Mu.. Ilahi Ya Robbi.. Risalah Cinta
KETIKA BAROKAH TAK LAGI KITA RASAKAN
Jika sekiranya penduduk suatu negeri benar-benar iman dan takwa, pasti Kami akan membukakan berbagai barokah dari langit dan bumi. (QS. Al A’raf: 96) . Namun pada kelanjutan ayat di atas memang ada ancaman keras. Tapi karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan (zalim) mereka. Arti barokah sendiri bertemu pada pertumbuhan dan pertambahan (kebaikan). Barokah terjadi pada waktu, ilmu dan harta. Intinya, produktivitas yang tercipta dari waktu (termasuk umur), ilmu dan harta melampaui nilai nominalnya. Barokah terjadi pada sesuatu yang sedikit, yang apa adanya, namun menghasilkan banyak. Barokah merupakan karunia Ilahiyah yang hanya diberikan pada puncak spiritualitas keimanan dan ketakwaan sesorang. Maka jika kehidupan kita dan negeri ini dikatakan telah kehilangan barokah, penyebab terbesarnya adalah kadar keimanan dan ketakwaan kita yang dari hari ke hari terus merosot. Bahkan terus hilang sama sekali. Barokah adalah buah. Ada pohon, akar, daun dan ranting-rantingnya. Artinya, ia hanya akibat dari sebuah proses. Bila pohonya tumbuh dengan baik, barokah itu juga akan menjadi buah yang ranum untuk dinikmati. Sebaliknya, bila tidak ada pohonya, atau ada tetapi secara gersang, maka barokah pun menjadi mimpi belaka. Dalam Al Qur’an surat Al A’raf: 96 di atas jelas, bahwa pohon barokah yang dimaksud itu adalah iman. Besar kecilnya, kuat lemahnya iman, memberi pengaruh yang segnifikan terhadap melimpah atau tersumbatnya barokah. Maka sebuah negeri dengan segala atribut peradabanya, juga berbagai bencana dan musibah yang melandanya, seperti di negeri kita saat ini, adalah penjelasan tentang kadar keimanan penduduknya. Penyakit yang akhir-akhir ini marak bermunculan bak jamur di musim penghujan; flu burung, antrax, DBD, cikungunya, HIV/AIDS, polio dan sejenisnya. Atau bencana alam seperti gempa, gunung meletus, tanah longsor dan banjir dimana- mana, bahkan naiknya harga-harga serta kesulitan hidup lainya, adalah buah dari krisis keimanan masyarakat. Termasuk kita. Iman itu sendiri, ibarat aliran listrik. Bila ia besar, ia mampu memberi kekuatan pada sumber listrik yang lain, bahkan mampu menyalakan lampu-lampu yang beraneka ragam. Begitu juga dengan konteks barokah. Orang yang imanya tinggi, secara individu atau kolektif (kaum atau bangsa), haaliyah , perilaku fisik dan batinya akan bisa memancarkan barokah bagi orang lain dan lingkunganya. NEGERI KITA NEGERI SUBUR. SUBUR APANYA? Negeri kita adalah negeri yang terkenal kesuburan tanahnya. Sumber alamnya melimpah. Apapun yang ditanam di tanah negeri ini, Insya Allah akan berbuah. Orang dulu menyebutnya sebagai negeri Gemah Ripah Loh Jinawi. Tanahnya subur, udaranya sejuk, dua musimnya baik. Dari sinilah sebenarnya slogan itu terlahir. Bahkan negeri tetangga memberi julukan lebih dengan julukan lebih indah lagi, Zamrud Khatulistiwa . Yang menunjukkan betapa indah, kaya dan berharganya negeri kita. Memang sangat meyakinkan. Tapi mari kita lihat kenyataan sekarang ini. Negeri subur, adil makmur itu kini tinggal slogan dan angan-angan belaka. Betapa tidak, negeri kita kini menjadi negeri sasaran ekspor Negara-negara tetangga. Beras, gula, buah-buahan, dan bahan-bahan makanan lainya saja kita masih tak mampu menyediakan sendiri. Yang nota bene bahan baku itu semua bisa tumbuh dan berkembang di tanah kita sendiri. Bukan hanya karena kita terikat kerjasama Internasional, tapi memang mental kita untuk menjadi produsen yang mandiri cukup memprihatinkan. Entah karena minimnya SDM kita, rendahnya etos kerja kita, atau mungkin juga karena hancurnya moral kita. Yang tampak subur dinegara kita saat ini adalah aneka kehancuran dan kemaksiatan. Tempat perjudian, prostitusi, pornografi, pornoaksi, hiburan-hiburan malam merenbak dimana-mana. Rasanya sudah tidak ada lagi tempat yang asri. Asri bukan karena banyaknya pohon, tapi asri karena pancaran jiwa-jiwa yang iman dan takwa. Di dunia alam, betapa langit yang kita tatap, bumi yang kita pijak, udara yang kita hirup, air yang kita minum tidak lagi mengandung barokah. Terlalu banyak kategori kerusakan alam untuk disebutkan satu persatu. Ekosistem mereka hancur. Pohon-pohon ditebangi, tanah dikeruk, karang-karang laut diangkut, udara penuh polusi. Semua ini membuat kondisi alam tidak lagi stabil. Akibatnya, kita-kita jualah yang jadi korban. Banir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, cuaca tidak sesuai perkiraan, dan amuk alam lainya. Inilah barangkali yang dimaksud peringatan dalam Al Qur’an surat Ar Rum 41 : ”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan- tangan jahil manusia. Sebagian dari perbuatan itu akhirnya dikembalikan lagi kepada mereka (berupa musibah dan bencana) agar mereka merasakan sebagaian akibat perbuatan mereka, dengan harapan semoga mereka kembali.” Kerusakan yang sengaja diciptakan oleh petualang kepentingan. Di jalur kekuasaan, bisnis, atau bahkan untuk dan atas nama kemanusiaan. BAROKAH HILANG KARENA DOSA Dosa adalah hijab. Dosa juga merupakan hutang. Siapa yang berbuat dosa berarti dia telah berhutang. Dan itu harus di bayar. Seringkali bayaranya adalah musibah, termasuk hilangnya barokah. Cepat atau lambat, bahkan saat itu juga, atau kita sudah lupa sekalipun. Karena Allah tidak pernah lupa akan dosa hamba-Nya. Sebagaimana dikatakan Abu Darda: ”Dan kethuilah bahwa kebaikan itu tidak akan pernah sirna dan sessungguhnya dosa itu tidak akan pernah dilupakan.” Barokah hilang juga adalah suatu isyarat. Kesulitan yang kita hadapi adalah perlambang bahwa kita sudah lama lupa bercermin. Bercermin dalam arti koreksi diri. Ketika Khalifah Umar bin Khattab berkuasa. Bencana yang hampir menyerupai kesulitan di negeri kita pernah terjadi. Kala itu, negeri yang di pimpin Khalifah Umar di landa kemarau panjang yang membuat banyak rakyat kelaparan, kebun-kebun dan sawah kering kerontang. Sementara hewan ternak mati bergelimpangan. Sang Khalifah pada waktu itu kemudian membujuk Sayyidina Abbas RA, paman Rasulullah SAW untuk memberikan petunjuk sekaligus bersedia memimpin doa masal di lapangan terbuka, yang diikuti seluruh rakyat dan pejebat Negara. Dalam doanya, Sayyidina Abbas munajat kepada Allah, dengan lebih dahulu berwasilah kepada kebesaran Rasulullah SAW; Yaa Allah! Sesungguhnya tidak akan turun suatu bencana kalau tidak karena dosa. Dan tidak akan lenyap bencana itu kalau tidak dengan taubat. Yaa Allah! Seluruh rakyat telah menghadapkan wajah kepada-Mu dengan perantaraanMu. Dan inilah tangan-tangan kami yang penuh dosa kami tengadahkan kepada-Mu. Dan ini pulalah kepala-kepala kami yang penuh taubat kami tundukkan kepada Engkau. Maka turunkanlah hujan kepada kami Yaa Allah..! Alhasil. Setelah doa itu selesai di ucapkan dan di amini seluruh rakyat, hujan pun mulai turun. Udara yang semula panas terasa sejuk. Tanah yang tadinya kering kerontang kini menjadi subur. Barokah negeri pun, kini mulai kembali. Hadits dan juga catatan sejarah di atas menjelaskan, bahwa ada hubungan yang sangat nyata antara dosa dan barokah. Hubungan antara hilangnya barokah dengan perbuatan dosa yang dilakukan seseorang. Hubungan antara dosa dan rizki. Sebagaimana sabda Nabi SAW: ”Sesungguhnya, bisa saja seseorang terhalang rizkinya lantaran karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Hibban). Rasulullah SAW juga pernah mengungkapkan dosa-dosa yang mendatangkan siksa: ”Bagaimana tindakan kalian jika ada lima perkara yang terjadi di tengah kalian. Aku berlindung kepada Allah semoga kalian terhindar dari keadaan itu. Pertama, jika perzinahan dilakukan secara terang-terangan; Allah akan menurunkan penyakit yang tidak pernah ada obatnya dan kelaparan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kedua, jika suatu kaum telah berani tidak mengeluarkan zakat, maka hujan di langit akan di tahan. Kalaulah tidak ada binatang ternak, maka hujan itu tidak akan pernah turun. Ketiga, jika mereka telah mengurangi takaran dan timbangan, mereka akan disiksa bertahun-tahun dan kesulitan mendapatkan makanan pokok serta mempunyai pemimpin yang menyeleweng. Keempat, jika para pemimpinya tidak lagi berhukum kepada hukum Allah, maka Allah akan menguasakan musuh Islam menguasai mereka dan merampas apa yang mereka kuasai. Kelima, jika Al Qur’an dan As Sunnah telah disia-siakan, maka Allah akan menjadikan bahaya ditengah-tengah mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Memang sepantasnya dosa menjadi penghalang barokah atau kebaikan hidup. Karena dosa artinya pelanggaran dan hijab kepada (turunya fadhal) Allah. Karenanya, bila kita mengalami kesulitan hidup, ketika Negara kita dilanda musibah bertubi-tubi, cobalah untuk merenungi, berapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Berapa kali kita telah bertaubat. Begitulah Islam mengajarkan kita. Bahwa kesulitan hidup tidak semata hanya dilihat dari sudut pandang fisik duniawi. Tidak karena kelesuan bisnis, karena pasar yang tidak bergairah. Atau karena cuaca dan alam yang tidak mendukung. Harus ada sudut pandang batin, sudut pandang keimanan. Bahwa hilangnya barokah dalam kehidupan kita, juga harus dilihat dari sudut dosa. Kalau barokah terasa sudah mulai hilang. Sungguh ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Ini harus menjadi keprihatinan semua orang. Hilangnya barokah adalah tanggung jawab kita bersama. Maka merindukan kembalinya barokah adalah juga merindukan makna baru akan peningkatan iman dan ketaatan kita pada tingkat instansi sosial apapun, dirumah kita, di jalanan kita, di kampung kita, di negeri kita, juga ditanah kelahiran kita. Allahu a’lam
Puisi Untuk para Sahabat
Sejemput awan di pinggir matamu
secangkir luka di hujung genggam mu.. kesepian demi kesepian.. menjerit rindu mu pada hujung waktu hari-hari yg berlari..
antara kelam dan sinar..melilit
kesepian.. kau akan merintih
lagi.bagaikan mentari gerhana.. di tengah wahang cakrawala.. mencumbui sebuah kehidupan
antara duka nestapa mu kudrat adalah pelamar kehidupan.. penitian harapan. .yg jernih dan perih.. sehingga di ketemukan
sekeping waktu pada sebuah pelantara abadi.. antara hari-hari mu yg berlari.. kau meniti kehidupan.. lautan kian bergelombang. bintang kian berterbangan.. lalu apalagi yg kau tunggu sahabat ku.???
BLOG SAHABATKU B*C
HADITS SHAHIH
HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran