Jika orang2 Muslim dan nön Muslim meragukan Rasulullah saw adalah Utusan Allah SWT
Coba kita buktikan Kisah Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira (Lailatul Qodar)
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 197-200
Kedatangan Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Gua Hira' Ibnu Ishaq berkata bahwa Wahb bin Kaisan berkata kepadaku, bahwa Ubaid berkata, "Pada bulan itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mnetap di Gua Hira'. Beliau memberi makan orang-orang miskin yang datang kepada beliau. Usai melakukan hal itu, aktifitas pertama beliau ialah pergi ke Ka'bah sebelum pulang ke rumahnya. Beliau thawaf di sekitar Ka'bah sebanyak tujuh kali atau lebih. Usai thawaf, beliau pulang ke rumah. Itulah yang terjadi hingga pada bulan di mana Allah berkehendak memuliakan beliau dengan mengutus sebagai Nabi pada bulan Ramadhan. Pada bulan tersebut, beliau ke Gua Hira' seperti biasanya dengan diikuti keluarganya. Pada suatu malam Allah memuliakan beliau dengan memberi risalah dan rnerahmati hamba-hambaNya dengan beliau,
datanglah Malaikat Jibril dengan membawa perintah Allah Ta 'ala. Rasulullah Shallallahu Alaihi wSalam bersabda, "Jibril datang kepadaku pada saat aku tidur dgn membawa secarik kain Dibaj dan dalamnya terdapat tulisan. Malaikat Jibril berkata, `Bacalah!' Aku berkata,`Aku tidak bisa membaca.' Malaikat Jibril mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati kemudian ia melepas cekikannya dan berkata, `Bacalah!' Aku menjawab, 'Apa yang harus aku baca?' Malaikat Jibril kembali mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati, kemudian ia melepas cekikannya dan berkata, `Bacalah!' Aku berkata, 'Apa yang harus aku Baca?' Jibril kembali mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati, kemudian ia melepas cekikannya, dan berkata, `Bacalah!' Aku berkata, 'Apa yang harus aku Baca?' Aku berkata seperti itu dengan harapan ia mengulangi apa yang sebelumnya ia lakukan terhadp diriku. Kmudian ia brkata, Bacalah dngn (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yng mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yg tidak diketahuinya. (Al-Ala: 1-5). Aku pun membacanya, sedang Jibril pergi dari hadapanku. Setelah itu,
aku bangun dari tidurku dan aku merasakan ada sesuatu yang tertulis dalam hatiku. Kemudian aku keluar dari Gua Hira. Ketika aku berada di tengah- tengah gunung, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit, "Hai Muhammad, engkau utusan Allah dan aku adalah jibril ". Aku hadapkan kepalaku ke langit, saat itu kulihat jibril menjelma seperti orang laki-laki yang membentangkan kedua lututnya ke ufuk langit. Jibril berkata lagi,
"Hai Muhammad, engkau utusan Allah, dan aku adalah jibril" . Aku berdiri untuk melihatnya tanpa maju dan mundur. Aku arahkan pandanganku kepadanya di ufuk langit, dan aku tidak melihat arah manapun melainkan aku lihat dia berada di sana. Aku berdiri diam terpaku; tidak maju dan tidak mundur, hingga akhirnya Khadijah mengutus orang-orangnya untuk mencariku. Mereka tiba di Makkah Atas dan kembali menemui Khadijah, sedang aku tetap berdiri di tempatku semula." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menceritakan apa Yang Dialaminya kepada Khadijah Ibnu Ishaq berkata bahwa Wahb bin Kaisan berkata kepadaku bahwa Ubaid berkata, "Kemudian Jibril pergi dari hdapanku, dan aku pulang mnemui keluargaku. Ketika aku bertemu Khadijah, aku duduk di pahanya, dan bersandar padanya. Khadijah berkata, 'Hai Abu Al-Qasim, di mana engkau berada? Sungguh, aku telah mengutus orang-orngku untuk mencarimu hingga mereka tiba di Makkah atas, kemudian pulang tanpa membawa hasil.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam brsabda, `Kemudian aku ceritakan kepada Khadijah kejadian yang baru aku alami. Khadijah berkata, `Saudara misanku, bergembiralah, dan tegarlah. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di TanganNya, sungguh aku berharap kiranya engkau menjadi Nabi untuk umat ini'." Khadijah Menceritakan apa Yang Dialami Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada Waraqah bin Naufal Ibnu Ishaq berkata bahwa Wahb bin Kaisan berkata kepadaku bahwa Ubaid berkata, "Khadijah berdiri dan mengemasi pakaiannya kemudian pergi ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai, saudara misannya. Waraqah adalah pemeluk agama Nasrani, membaca kitab-kitab, dan mendengar dan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Khadijah bercerita kepadanya persis seperti yang diceritakan Rasulullah Shallallahu wa Sallam kepadanya, bahwa beliau melihat dan mendengar sesuatu. Waraqah bin Naufal berkata, `Mahasuci Allah. Mahasuci Allah. Demi Dzat yang jiwa Waraqah ada di Tangan- Nya, jika apa yang engkau ceritakan benar, wahai Khadijah, sungguh suamimu didatangi Jibril yang dulu pernah datang kepada Musa. Sungguh suamimu adalah Nabi untuk umat ini. Katakan padanya agar ia bersabar.' Kemudian Khadijah pulang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menceritakan perkataan Waraqah bin Naufal kepada beliau."
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bertemu Waraqah bin Naufal Ibnu Ishaq berkata bahwa Wahb bin Kaisan berkata kepadaku, bhwa Ubaid berkata, "Usai melakukan penyendirian di Gua Hira, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan aktifitas-aktifitas yang biasa beliau lakukan. Beliau pergi ke Ka'bah, dan thawaf di sekitarnya. Ketika beliau sedang thawaf, beliau bertemu dengan Waraqah bin Naufal. Waraqah bin Naufal berkata kepada beliau, `Keponakanku, ceritakan kepadaku apa yang telah engkau lihat dan egkau dengr!
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menceritakan apa yang beliau lihat dan dengar kepada Waraqah bin Naufal. Waraqah bin Naufal berkata, 'Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan- Nya, sungguh engkau adalah Nabi untuk umat ini. Sungguh telah datang kepadamu Malaikat Jibril yang dulu pernah datang kepada Musa. Sungguh, engkau pasti akan didustakan, diganggu, diusir, dan diperangi. Seandainya aku berada pada hail itu, pasti aku menolong Allah dengan pertolongan yang diketahui-Nya.' Kemudian Waraqah bin Naufal mendekatkan kepalanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mencium ubun-ubun beliau. Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pulang ke rumahnya.
Khadijah Radhiyallahu Anha Mencari Kejelasan tentang Wahyu Ibnu Ishaq berkata bahwa Ismail bin Abu Hakim, mantan budak keluarga Az-Zubair berkata kepadaku bahwa ia diberitahu dan Khadijah Radhiyallahu Anha,
Khadijah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Hai saudara misanku, bisakah engkau bercerita kepadaku tentang sahabatmu Malaikat Jibril) yang datang kepadamu?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, `Ya, bisa.' Khadijah berkata, `Jika ia datang lagi kepadamu, maka ceritakan kepadaku!' Tidak lama setelah itu, Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seperti biasanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam brsbda. kepada Khadijah, 'Hai Khadijah, inilah Jibril datang kpadaku. Khadijah berkata, Saudara misanku, berdirilah dan duduklah di atas paha kiriku!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri lalu duduk di atas paha kiri Khadijah. Khadijah brkata, Apakah engkau melihatnya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, 'Ya.' Khadijah berkata, `Rubah posisimu dan duduklah di paha kananku!' Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam mengubah posisinya dengan duduk di atas paha kanan Khadijah. Khadijah berkata, `Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, `Ya.' Khadijah berkata, `Cobalah engkau duduk di atas pangkuanku!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wSallam mngubah posisinya dengan duduk di atas pangkuan Khadijah. Khadijah berkata, `Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah Shallallahu Alai hi wa Sallam menjawab, `Ya.' Kemudian Khadijah duduk dengan kepala dan wajah terbuka, serta melepas kerudungnya, sedang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di atas pangkuannya. Khadijah berkata, `Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wSallam mnjawab, `Tidak.' Khadijah berkata, Saudara misanku, bergembiralah dan bersabarlah. Demi Allah, sungguh dia adalah malaikat dan bukan syetan." Ibnu 'shaq berkata bahwa aku pernah berdiskusi dengan Abdullah bin Hasan tentang hadits di atas. Abdullah bin Hasan berkata, "Aku pernah mendengar ibuku, Fathimah binti Husain menceritakan hadits tersebut dari Khadijah, namun aku pernah mendengar ibuku berkata, `Khadijah memasukkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ke dalam dir'un (baju rumah wanita) miliknya, kemudian pada saat itulah Jibril pergi dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Khadijah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi waSallam, Sungguh, dia adalah malaikat dan bukan syetan'
Semoga bisa menjadi pencerahan buat yg menuduh Nabi muhammad diangkat jadi Nabi oleh istrinya sendiri............
MAUT dan KEMATIAN
1. Kematian yang paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)
2. Tidak ada sesuatu yang dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada kematian. Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialaminya sesudahnya. (HR. Ahmad)
3. Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami) Penjelasan: Dia mati dengan mudah dan ringan pada saat sakaratul maut.4. Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah. (HR. Muslim)
5. Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku." (HR. Bukhari)6. Cukuplah maut sbagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath- Thabrani)
7. Mati mndadak suatu ksenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka. (HR. Ahmad) Penjelasan: Artinya, seorang mukmin sudah mempunyai bekal dan persiapan dalam menghadapi maut setiap saat, sedangkan orang durhaka tidak.8. Tuntunlah orang yang mnjelang wafat dengan ucapan Laailaaha illallah (maksudnya, agar dia mau meniru mengucapkannya). (HR. Muslim)
9. Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas suatu kematian lebih dari tiga malam, kecuali terhadap kematian suaminya, maka masa brkabungnya empat bulan dan sepuluh hari. (HR. Bukhari dan Muslim) Penjelasan: Kematian ayah, ibu, saudara dan yang lain selain suaminya, masa berkabungnya tidak boleh melebihi tiga hari.10. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa." (HR. Ahmad)
11. Ada tiga perkara yang mngikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)12. Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah 'Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)
13. Allah mencatat ihsan (kebaikn) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik. Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya. (HR. Muslim)14. Janganlah kamu mengagumi amal seorang sehingga kamu dapat menyaksikan hasil akhir kerjanya (amalnya). (HR. Aththusi dan Ath-Thabrani)
15. Apabila seorang muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak bersyirik kepada Allah maka Allah mengijinkan syafaat (pertolongan) oleh mereka baginya (si mayit). (HR. Abu Dawud)16. Percepatlah menghantr jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR. Bukhari)
17. Seorang mayit dapat disiksa (kubur) disebabkan tangisan keluarganya. (Mashabih Assunnah) Penjelasan: Hal tersebut terjadi bila keluarganya menangisi mayit dngn berlebih-lebihan dan berteriak-teriak. Menangisi dengan wajar dari anggota kluarga yang ditinggalkan wafat sebenarnya dibolehkan dalam agama. Lalu kenapa si mayit yng harus menanggung akibatnya? Ini disebabkan karena sebelum wafatnya dia tidak pernah mengajarkan hal demikian.18. Barangsiapa wafat pada hari Jum'at atau pada malam Jum'at maka dia terpelihara dari fitnah (siksa) kubur. (Abu Ya'la)
19. Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut kebaikan mereka. (An-Nasaa'i)20. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mngingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)
Keutama.an Do'a
Keutama.an Do'a
1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan brdoa. (HR. Ahmad dn Abu Dawud) Penjelasan: Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).
4. Do'a seorang muslim untuk kwannya yg tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan- karyawanmu) atau harta- bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)
6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)
8. Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadits Qudsi): "Barangsiapa berdo'a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do'anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan brangsiapa mohn pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya." (Ar- Rabii')9. Ada tiga orang yang tidk ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allh ke atas awan dn dibukakn baginya pintu lngit dn Allh bertitah, Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi)
10. Barangsiapa tidak (pernah) berdo'a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)11. Apabila kamu berdo'a jnganlah berkata, "Ya Allah, ampunilah aku klau Egkau mnghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilh aku rezeki kalau Engkau menghendaki." Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)
12. Hati manusia adalah kndungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)13. Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah 'Azza wajalla turun ke langit bumi dan berfirmn:Adakah orang yang berdo'a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?" Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad)
14. Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do'a. (HR. Ahmad)15. Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orng tua, dan do'a seorang musafir (yang berpergian untuk mksud dn tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
16. Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang mnengadahkan tangan (memohon kpda-Nya) lalu dibiarknnya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)17. Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia mmperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)
18. Barangsiapa mendo'akan keburukan terhadap orang yang menzaliminya maka dia telah mem peroleh kemenangan. (HR. Tirmidzi dan Asysyihaab)19. Ambillah kesempatan berdo'a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-Dailami)
20. Ali Ra berkata, "Rasulullah Saw lewat ktika aku sdang mngucapkan do'a : "Ya Allah, rahmatilah aku". Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, "Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi." (HR. Ad- Dailami)21. Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus- menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan. (HR. Muslim)
22. Tidak ada manfaatnya bersikap siaga dan berhati-hati menghadapi takdir, akan tetapi do'a bermanfaat bagi apa yang diturunkan dan bagi apa yang tidak diturunkan. Oleh karena itu hendaklah kamu berdoa, wahai hamba-hamba Allah. (HR. Ath-Thabrani)
23. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan- ksulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad) *JS*
Taubat dan Istiqfar
1. Penyesalan adalah suatu taubat. (HR. Abu Dawud dan Al
Hakim)
2. Iblis berkata kepada Robbnya,
Dngan keagungan dn kbesaranMu, aku tidak akan berhenti menyesat kan bani Adam selama mereka masih bernyawa.
Lalu Allah berfirman: Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar".
(HR. Ahmad)
3. Semua anak Adam pembuat
kesalahan, dan sebaik-baik pmbuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat. (HR. Addarami)
4. Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan. (HR. Ahmad)
5. Sesungguhnya Allh mrentangkan tanganNya pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada
siang hari memberi kesempatan
taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat (hari kiamat). (HR. Muslim)
6. Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa tetapi bertaubat. (HR. Ahmad)
7. Apabila kamu melakukan dosa
maka lakukanlah pula taubat.
Apabila (dosa itu) dirahasiakan
maka taubatnya juga dirahasiakan dan apabila dosa itu terang-terangan maka taubatnya pun terang-terangan pula. (HR. Ad-Dailami)
8. Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah daripada seorang pemuda yang bertaubat. (HR. Ad-Dailami)
9. Orang yang bertaubat dari
dosanya seperti orang yang tidak mnyandang dosa. (HR. AthThabrani)
10. Tidak menjadi dosa besar
sebuah dosa bila disertai dengan
istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus. (HR. Ath-Thabrani)
Penjelasan: Dosa kecil apabila dilakukan terus-menerus akan menjadi dosa besar.
11. Puncak istighfar ialah ucapan seorang hamba:
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan kecuali Engkau.
Engkau Penciptaku dn aku hmbaMu yang tetap dalam kesetiaan dan janjiku sepanjang kemampuanku. Aku kembali kepada-Mu dengan kenikmatan dan kembali kepada-Mu dengan dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada
pengampun dosa-dosa kecuali
Engkau."
Rasulullah bersabda: Barangsiapa mengucapkan doa itu dengan penuh keyakinan pada siang hari dan ternyata wafat pada hari itu sebelum senja maka dia tergolong
penghuni surga. Barangsiapa
mengucapkannya pada malam
hari dengan penuh keyakinan
dan wafat sebelum subuh maka
dia tergolong penghuni surga pula. (HR. Bukhari)
12. Sesungguhnya Allah
menurunkan kepadaku dua
keselamatan bagi umatku. Allah
sekali-kali tidak akan mengazab
mereka, sedang kamu berada
diantara mereka dan Allah tidak
akan mengazab mereka sedang
(mreka) beristighfar (minta ampun) bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat. (HR.
Tirmidzi)
13. Seusai shalat (fardhu) Rsulullah Saw beristighfar kepada Allah tiga kali, lalu menyebut:
"Ya Allah, Engkau maha pemberi
ketentraman dan perdamaian.
Dri Engkaulh dtangnya ktentraman dan perdamaian, whai Tuhan yang maha memiliki keagungan dan
kemuliaan." (HR. Muslim)
14. Seorang yang berbuat dosa
lalu membersihkan diri (wudhu
atau mandi), kemudian ia shalat
dan memohon pengampunan
Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. Setelah berkata demikian Rasulullah mengucapkan firman Allah surat Ali Imran ayat 135: "Dan orang-orang yang apabila mlakukan
perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan
Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mngampuni dosa-dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak
meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui." (HR. Bukhari dan Muslim)
15. Barangsiapa memperbanyak
istighfar maka Allah akn membebas kannya dari kedukaan dan membe rinya jalan ke luar bagi kesempitan nya dn memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)
16. Apabila kamu tidak pernah
berbuat dosa maka Allah Tabaroka Wata'ala akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian Allah mengampuni mereka. (HR. Muslim)
Aroma Dosa
Mohammad bin Wahsy, pernah berkata dalam muhasabahnya (perenungannya):
Seandainya dosa itu mempunyai aroma, tentu semua orang tidak akan senang duduk bersama saya
Dosa itu bagaikan debu yang menempel di kaca. Maka pandai-pandailah membersihkan kaca itu “. Firman Allah SWT: “ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu, dn ssungguhnya mrugilah orang yang mengotorinya ” (QS. Asy-Syams: 9-10). Kita bertambah yakin apabila hati kita bersih, Hati yang bersih akan memunculkan kedamaian, ketentraman, dan kesejukan. ltulah hati yang telah memperoleh percikan surga. Kalau situasi dan kondisi semacam itu telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari, alangkah indahnya hidup. Suasana kedamaian dan kasih sayang begitu terasa dalam kehidupan. Kehidupan keluarga (rumah tangga) penuh dengan nila-nilai kerukunan, di kantor (tempat kerja) pun telah tercipta suasana keharmonisan (kondusif), saling tegur sapa berlangsung sedemikian akrab, dengan tutur kata yang santun, sepanjang masa serasa berada di sebuah negara Baldatun toyyibatun warrabbun ghafur (Negara indah yang penuh dengan nilai-nilai keampunan dari Allah yang Maha Pengatur).
Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun ” (QS. An Nisa: 124) . Apabila seseorang telah condong kepada kebaikan dengan dasar kejujuran, dan ia ingin beraudiensi (bertemu) dngan Allah SWT, maka ia akan terhindar dari noda-noda, terhindar dari kepalsuan, terhindar dari amal- amal buruk. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW dalam rangka menjawab pertanyaan seorang sahabatnya, Abu Darda:
Maka, apabila seorang mukmin sudah tercium bau kbohongannya, dia bukanlah seorang mukmin, melainkan dia (hanyalah) orang Islam. Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT:
Kejujuran adalh amanah, sdangkan kbohongan adlah khianat. Apabila seluruh anggota tubuh kita khianati, tidak mau peduli dengan aturan-aturan Allah, ketika makan, istirahat, bekerja, maka akan mengakibatkan badan sakit. Begitu juga halnya hati kita “akan sakif apabila kita tidak mau ikut aturan-aturan-Nya. Hanya orang-orang yang kuat imannya yang tidak bisa tercium aroma dosa mengontrol diri dengan menghindari tempat-tmpat mksiat. Mendobrak blenggu nafsu, ingin segara masuk ke dalam hati nurani. Di saat itulah seorang mukmin akan menemukan cahaya ilahi, yang sempat terlepas dari dirinya.
Seandainya dosa itu mempunyai aroma, tentu semua orang tidak akan senang duduk bersama saya
Bayangkan kalau dosa itu mempunyai aroma, maka semua orang tidak akan bisa hidup tenang, karena masih mencium bau busuknya. Apalagi efek sampingnya terhadap anggota tubuh kita, misalnya, ketika kita memakan hasil korupsi, lalu perut kita tiba-tiba buncit. Atau ketika kita selingkuh atau berzina lalu hidung kita menjadi belang, ketika mata kita suka melihat aurat wanita lalu mata kita tiba- tiba buta. Tentu semua orang tidak akan melakukan perbuatan dosa. Tepatlah ucapan Imam Ghazali:
Dosa itu bagaikan debu yang menempel di kaca. Maka pandai-pandailah membersihkan kaca itu “. Firman Allah SWT: “ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu, dn ssungguhnya mrugilah orang yang mengotorinya ” (QS. Asy-Syams: 9-10). Kita bertambah yakin apabila hati kita bersih, Hati yang bersih akan memunculkan kedamaian, ketentraman, dan kesejukan. ltulah hati yang telah memperoleh percikan surga. Kalau situasi dan kondisi semacam itu telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari, alangkah indahnya hidup. Suasana kedamaian dan kasih sayang begitu terasa dalam kehidupan. Kehidupan keluarga (rumah tangga) penuh dengan nila-nilai kerukunan, di kantor (tempat kerja) pun telah tercipta suasana keharmonisan (kondusif), saling tegur sapa berlangsung sedemikian akrab, dengan tutur kata yang santun, sepanjang masa serasa berada di sebuah negara Baldatun toyyibatun warrabbun ghafur (Negara indah yang penuh dengan nilai-nilai keampunan dari Allah yang Maha Pengatur).
Tidak Sia-sia Ada tiga yang tidak akan kembali, Kata-kata apabila telah diucapkan, waktu apabila telah berlalu, dan kesempatan yang terabaikan. Oleh karena itu, janganlah kita menyia- nyiakan umur dengan hanya menimbun dosa, lebih baik memperbanyak amal shaleh ( berbuat kebajikan), yang nantinya akan mendapat pahala, yang merupakan jalan lebar menuju surga. Setiap manusia tentu menginginkan surga karena ia adalah tempat bahagia, disediakan bagi orang-orang yang selalu meningkatkan kualitas taqwa dan kesabarannya. Untuk itu diperlukan gairah yang optimistis, menjadi manusia yang selalu condong untuk melakukan amal-amal shalih (kbajikan) sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT:
Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun ” (QS. An Nisa: 124) . Apabila seseorang telah condong kepada kebaikan dengan dasar kejujuran, dan ia ingin beraudiensi (bertemu) dngan Allah SWT, maka ia akan terhindar dari noda-noda, terhindar dari kepalsuan, terhindar dari amal- amal buruk. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW dalam rangka menjawab pertanyaan seorang sahabatnya, Abu Darda:
Ya Rasulullah, mungkinkah seorang mukmin mencuri? sabda Nabi SAW: Ya, kadang- kadang. la bertanya lagi: Mungkinkah mereka (mukmin) berzina? “. Sabda Nabi SAW: “ Mungkin saja”. Abu Darda bertanya lagi: Mungkinkah mereka (mukmin) berdusta? Nabi SAW menjawab dengan ayat Al-Qur ‘an: “ Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta” (QS. An-Nahl: 105)
Maka, apabila seorang mukmin sudah tercium bau kbohongannya, dia bukanlah seorang mukmin, melainkan dia (hanyalah) orang Islam. Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT:
Bahwa orang-orang Arab Baduwi itu berkata: Kami telah beriman. (Allah berfirman) Katakanlah (kepada mereka): kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami telah tunduk. karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al Hujuraat: 14) Jujur dan Bohong Hindanlah kebiasaan berbohong, karena kebohongan akan melahirkan kelemahan- kelemahan dan jiwa pengecut. Sedangkan kejujuran akan melahirkan keberanian. Sahabat Nabi SAW, AbuBakar as Shiddiq pernah menyampaikan sebuah hadits:
Kejujuran adalh amanah, sdangkan kbohongan adlah khianat. Apabila seluruh anggota tubuh kita khianati, tidak mau peduli dengan aturan-aturan Allah, ketika makan, istirahat, bekerja, maka akan mengakibatkan badan sakit. Begitu juga halnya hati kita “akan sakif apabila kita tidak mau ikut aturan-aturan-Nya. Hanya orang-orang yang kuat imannya yang tidak bisa tercium aroma dosa mengontrol diri dengan menghindari tempat-tmpat mksiat. Mendobrak blenggu nafsu, ingin segara masuk ke dalam hati nurani. Di saat itulah seorang mukmin akan menemukan cahaya ilahi, yang sempat terlepas dari dirinya.
Pemberian Allah begitu lengkap
Tubuh ini dilengkapi oleh Allah dngan 5 panca indra, dan masing- masing indra mempunyai fungsi yang berbeda, kelima panca indra itu merupakan fasilitas untuk mnunjang aktifitas kehidupn. Dari kelima panca indra itu slah satunya adalah mata dan tentu semua dari kita pasti sudah tau fungsi mata, yaitu untuk melihat. Melalui mata, kita bisa dengan mudah melangkah menuntun kaki menapaki jalan, baik dalam keadaan siang maupun malam. Mata juga bisa dikatakan jendela keindahan,
Syukur tiada terkira saat ini saya bisa browsing internet, dapat mem baca informasi beserta gambarnya dengan nyaman. Itu lantara di bagian depan kepala ini ada 2 buah bola mata yang terpasang sejajar dan rapih, Maha Suci Allah yag telah memberikan mata secara cuma-cuma pada saya,
kedua matanya tidak dapat melihat, sepertinya dia mnyandang tuna netra sejak lahir. Kalau mau digolongkan, dia termasuk wanita yang tegar dan gigih. Saya akan menceritakan pada Anda mengenai wanita itu. Kala itu selepas pulang kerja, sudah menjadi biasa sore itu saya melintasi jalan yang sama seperti hari sebelumnya, karena memang jalan itu adalah jalan utama rute perjalanan saya pulang pergi ke kantor.
wah ladang amal nih ! segera saya balikan arah motor untuk mencari wanita itu dan ternyata dia sudah tidak ada di sekitar pinggiran jalan tadi, saya bergumam di dalam hati "jangan-jangan dia sudah belok ke gang itu". Ketika saya akan belok, dari sebrang jalan saya lihat wanita itu sedang duduk di pos satpam. Di sebelah kanan gang itu ada pintu gerbang sebuah prusahaan terbuka lebar, waktunya pulang kerja. Dan rupanya dia duduk di dekat pos satpam itu harapannya para karyawan dan kryawati yang pulang kerja, mmpir membeli kerupuknya.Saya pun menyebrang jalan dan motor saya parkirkan sebentar di depan pintu gerbang, lalu saya menghampiri wanita tuna netra itu sambil memberinya uang, terlihat satpam dan beberapa karyawan memperha tikan saya, mungkin mereka bertanya-tanya "koq saya memberikan uang padanya tapi tidak mengambil kerupuk ?!" dalam hati saya berbicara "akh biarin aja lah, mereka mau menduga apa....Allah maha tau niat di hati ini". Istri di rumah mendengar cerita tadi, terharu plus salut sekali pada wanita tuna netra penjual kerupuk itu, dalam keadaan buta dia tegar, semangat ikhtiarnya untuk mencari nafkah gigih sekali, SubhanAllah. Kita-kita ini yang diberi penglihatan normal, akan kah terlontar dari mulut ini kata mengeluh. sdangkan seorang yang buta begitu gigih mencari karunia Allah. Terbayangkh oleh Anda, bila mata ini buta ?!
semua serba terang dan jelas memandang, mungkin kita akan merasa menderita bila keadaan berbalik, pandangan menjadi gelap baik siang maupun malam karena mengalami kebutaan. Puji syukur pada Allah, Anda dan saya sekarang ini masih dapat melihat, Dia-lah Allah yang telah memberikan mata ini sebagai salah satu nikmat yang manfaatnya sungguh amat bernilai.
Pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran anak, dalam masa penantian itu penglihatan mereka masih berfungsi dengan normal. Ketika usia kehamilan mendekati 9 bulan, entah karena kecelakaan atau sebab lain, mata mereka menjadi buta. Jadi saatnya sang jabang bayi lahir, mereka tidak dapat melihat wajah anaknya ! Berhubung sebelumnya penglihatan mereka normal, bisa kita bayangkan betapa sedih dan tersiksanya mereka ketika sedang menimang- nimang anak tidak dapat membayangkan wajahnya. Lain halnya dengan orang yang buta bawaan semenjak lahir, mereka sedari kecil memang tidak pernah bisa melihat satu benda pun, apalagi untuk membayang kannya...
Baru satu nikmat saja, kita sudah tidak mampu menghitung nilainya, bagaimana jika diminta menghitung dan memberi nilai terhadap nikmat-nikmat lainnya, seperti : mulut, di dalam mulut ada lidah sebagai perasa, ada gigi untuk mengunyah dan di dalam perut ada jantung, paru-paru dll. Masih ada lagi anggota tubuh yang lain dan di luar itu masih banyak nikmat yang kita dapat, seperti air, udara, sinar matahari dan selebihnya silahkan Anda teruskan sendiri untuk menyebutkannya satu persatu hingga lelah...
"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur". Mari intropeksi diri, seberapa seringkah kita bersyukur ?! Wallahu'alam bish showab. Semoga bermanfaat ! Oleh : Wibowo Setiap kedip mataku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini...Banyak orang melihat, tetapi buta. Setiap tarikan napasku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau. Setiap suara yang kudengar Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang mendengar, tetapi tuli. Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang merasa, tetapi kebal. Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang hidup, tetapi mati. Akhirnya Ya Allah, Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku, Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati...
pasalnya kita tidak akan bisa mengatakan sesuatu yang nampak indah, bila kita sebelumnya tidak pernah melihatnya dan mata ini lah alat untk menikmati keindahan itu.
Syukur tiada terkira saat ini saya bisa browsing internet, dapat mem baca informasi beserta gambarnya dengan nyaman. Itu lantara di bagian depan kepala ini ada 2 buah bola mata yang terpasang sejajar dan rapih, Maha Suci Allah yag telah memberikan mata secara cuma-cuma pada saya,
Alhamdulillah. Tentu tidak hanya itu saja nikmat yang saya rasakan melalui mata ini, banyak nikmat- nikmat lainnya. Salah satunya saya bisa pergi ke kantor dengan mengendarai motor, itu lantaran saya dapat melihat. Karena bila mata ini dlam keadaan buta, sangat tidk mungkin saya bisa mngendarai motor, walaupun tangan sudah memegang stang motor dan kaki sudah siap mengatur Gear dan menginjak rem. Beberapa waktu yang lalu, saya melihat seorang wanita muda yang sedang diberi ujian oleh Allah,
kedua matanya tidak dapat melihat, sepertinya dia mnyandang tuna netra sejak lahir. Kalau mau digolongkan, dia termasuk wanita yang tegar dan gigih. Saya akan menceritakan pada Anda mengenai wanita itu. Kala itu selepas pulang kerja, sudah menjadi biasa sore itu saya melintasi jalan yang sama seperti hari sebelumnya, karena memang jalan itu adalah jalan utama rute perjalanan saya pulang pergi ke kantor.
Saat itu dari kejauhan, di sebelah kiri jalan saya melihat ada seorang wnita berjalan dengan lngkah yang lamban dan di pundak kanan kirinya tergangtung 2 bungkus plastik besar yang berisi kerupuk dengan jenis yang brbeda, sepertinya dia sedang berjulan. Motor saya pun makin lama makin mndkati wanita itu dn mlewatinya. Benar seperti dugaan saya sbelum nya, dia sedang menjajakan kerupuk barang dagangannya. Karena mmang saya tidak ada niat membeli kerupuk, jadi saya mlewatinya. Tapi tiba-tiba terfikir dibenak ini untuk membeli kerupuknya, membeli dengan niat tidak semata ingin memakan kerupuk, tapi untuk menolong agar dagangannya cepat berkurang. Kemudian saya balikkan arah motor untuk menghampiri wanita tuna netra penjual kerupuk itu, sampailah saya menghampirinya, dari samping kanannya saya panggil dia "mba, beli kerupuknya" lalu dia memberi pilihan "mau yang mana mas, yang ini apa yang ini ?" sambil dia menyebutkan jenis kerupuknya. Lalu saya pilih krupuk yang tergantung dipundak kirinya (1 plastik berukuran sedang berisi 5 buah kerupuk bundar, seharga 5 ribu rupiah) dan dia mengeluarkan kantong kresek untk membungkus kerupuk itu, lantas saya mmberikan uang padanya, setelah itu saya mengucap terima kasih. Kembali ketujuan semula pulang ke rumah, motor saya gas sedang, kantong kresek berisi kerupuk tergantung di sebelah kiri stang motor. Kira- kira jarak 500 Meter, reflek terfikir di otak ini "kenapa tadi saya tidak memberi uang tip (bersodakoh) pada penjual kerupuk itu.
wah ladang amal nih ! segera saya balikan arah motor untuk mencari wanita itu dan ternyata dia sudah tidak ada di sekitar pinggiran jalan tadi, saya bergumam di dalam hati "jangan-jangan dia sudah belok ke gang itu". Ketika saya akan belok, dari sebrang jalan saya lihat wanita itu sedang duduk di pos satpam. Di sebelah kanan gang itu ada pintu gerbang sebuah prusahaan terbuka lebar, waktunya pulang kerja. Dan rupanya dia duduk di dekat pos satpam itu harapannya para karyawan dan kryawati yang pulang kerja, mmpir membeli kerupuknya.Saya pun menyebrang jalan dan motor saya parkirkan sebentar di depan pintu gerbang, lalu saya menghampiri wanita tuna netra itu sambil memberinya uang, terlihat satpam dan beberapa karyawan memperha tikan saya, mungkin mereka bertanya-tanya "koq saya memberikan uang padanya tapi tidak mengambil kerupuk ?!" dalam hati saya berbicara "akh biarin aja lah, mereka mau menduga apa....Allah maha tau niat di hati ini". Istri di rumah mendengar cerita tadi, terharu plus salut sekali pada wanita tuna netra penjual kerupuk itu, dalam keadaan buta dia tegar, semangat ikhtiarnya untuk mencari nafkah gigih sekali, SubhanAllah. Kita-kita ini yang diberi penglihatan normal, akan kah terlontar dari mulut ini kata mengeluh. sdangkan seorang yang buta begitu gigih mencari karunia Allah. Terbayangkh oleh Anda, bila mata ini buta ?!
yang dulunya kita di siang hari menatap ke depan, menoleh ke kanan/kiri, menenggak ke atas dan berbalik ke belakang.
semua serba terang dan jelas memandang, mungkin kita akan merasa menderita bila keadaan berbalik, pandangan menjadi gelap baik siang maupun malam karena mengalami kebutaan. Puji syukur pada Allah, Anda dan saya sekarang ini masih dapat melihat, Dia-lah Allah yang telah memberikan mata ini sebagai salah satu nikmat yang manfaatnya sungguh amat bernilai.
Berikut ini penggalan ayat (QS. Ibrahim:34) "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya". Bila dalam sebuah kompetisi lomba melukis, lomba cipta lagu dan lomba seni lainnya seorang juri dapat memberi nilai terhadap karya seseorang, lain halnya dengan nikmat Allah, tak satu manusia pun mampu memberi nilai atas nikmat- Nya ! Satu contoh tadi nikmat mata, manfaatnya sungguh luar biasa. Coba kita bayangkan ilustrasi berikut ini:
Pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran anak, dalam masa penantian itu penglihatan mereka masih berfungsi dengan normal. Ketika usia kehamilan mendekati 9 bulan, entah karena kecelakaan atau sebab lain, mata mereka menjadi buta. Jadi saatnya sang jabang bayi lahir, mereka tidak dapat melihat wajah anaknya ! Berhubung sebelumnya penglihatan mereka normal, bisa kita bayangkan betapa sedih dan tersiksanya mereka ketika sedang menimang- nimang anak tidak dapat membayangkan wajahnya. Lain halnya dengan orang yang buta bawaan semenjak lahir, mereka sedari kecil memang tidak pernah bisa melihat satu benda pun, apalagi untuk membayang kannya...
Kembali ke pasangan suami istri tadi, mungkin dalam keadaan buta seperti itu, mereka akan memohon pada Allah untuk menormalkan matanya walau hanya beberapa detik saja agar dapat melihat wajah anaknya, agar mereka bisa membayangkan wajah anaknya. Bila Allah benar mengabulkan permohonannya, sungguh itu detik-detik yang sangat berharga, pasti lah kesempatan itu dimanfaatkan sekali untuk merekam wajah anaknya di dalam ingatannya. Lalu bagaimana dengan beberapa diantara kita yang sudah mempunyai anak, setiap hari dapat memandangi wajahnya dengan leluasa, sungguh itu amat menyenangkan sekali. Bila kita diminta memberi penilaian atas nikmat mata ini, berapa nilai yang akan kita berikan ?! pasti Anda akan tertegun bingung sulit untuk menghinggakannya!
Baru satu nikmat saja, kita sudah tidak mampu menghitung nilainya, bagaimana jika diminta menghitung dan memberi nilai terhadap nikmat-nikmat lainnya, seperti : mulut, di dalam mulut ada lidah sebagai perasa, ada gigi untuk mengunyah dan di dalam perut ada jantung, paru-paru dll. Masih ada lagi anggota tubuh yang lain dan di luar itu masih banyak nikmat yang kita dapat, seperti air, udara, sinar matahari dan selebihnya silahkan Anda teruskan sendiri untuk menyebutkannya satu persatu hingga lelah...
Sungguh berlimpah nikmat Allah yang diberikan pada manusia, dari mulai manusia berada di dalam rahim ibu, hingga besar seperti kita sekarang ini. Allah berkata tegas pada (QS. Al-Rahman:13) "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Oleh karena itu Allah mengancam manusia yang tidak pandai bersyukur dengan azab yang amat pedih, itu tertulis pada (QS. Ibrahim:7). Dan ternyata pada kenyataannya hanya segelintir saja manusia yang pandai bersyukur, begitu Allah berkata di dalam (QS. Al- A'raf:10)
"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur". Mari intropeksi diri, seberapa seringkah kita bersyukur ?! Wallahu'alam bish showab. Semoga bermanfaat ! Oleh : Wibowo Setiap kedip mataku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini...Banyak orang melihat, tetapi buta. Setiap tarikan napasku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau. Setiap suara yang kudengar Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang mendengar, tetapi tuli. Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang merasa, tetapi kebal. Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini....Banyak orang hidup, tetapi mati. Akhirnya Ya Allah, Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku, Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati...
Ke UTAMAAN saBAR
Rasulullah bersabda :
Sabar ada 3 macam :
1. Sabar dalm menghadapi musibah /ujian
2. Sabar melakukan taat/beribadah
3. Sabar mengekng diri dari brbuat dosa Pahala masing2 adalah:
1. Siapa yng sabar dlm menghadapi sakit / musibah, ditulis baginya / ditingkatkan kedudukannya 300 derajat , jarak antara derajat satu dan lainnya sejauh langit dan bumi.
2. Siapa yang sabar dalam menjalankan taat / beribadah,
ditingkatkan kedudukannya 600 derajat , jarak antara derajat satu dan lainnya sejauh permukaan / kulit bumi teratas dengan landasan bumi ke tujuh
3. Siapa yang sabar mengekang diri dari berbuat dosa, ditingkatkan
kedudukannya 900 derajat , jarak antara satu dengan yang lainnya sejauh “ARASY dengan BUMI “
(Zubdatul Wa’idhin) Hadist riwayat Thabrani dari Ibnu Abas ra, Rasul bersabda :
Siapa yang ditimpa musibah dalam bentuk kehilangan harta atau menderta sakit raganya, lalu ia
merahasiakannya dan tidak mengadu kepada sesama manusia, maka adlh Allh akn mngampuninya (Demikian dalam kitab Jami’ush Shaghir) Dalam riwayat Imam Abu
Laits ( At Tambih), dari Ibnu Abbas :
Ada salah seorang Nabi mengadu kepada Allah . “
Ya Allah , orang mukmin yang taat beribadah kepadaMu , menjauhi larangMU, Engkau hadapkan pada segala macam ujian dan cobaan. Sedang orang kafir , engkau
bentangkan padanya harta dunia dan Engkau jauhkan dari segala cobaan ” Lalu Allah menjawab :
“ Sesungguhnya hamba2 itu
kepunyaanKU, aneka ragam cobaan juga kepunyaanKU, dan setiap tasbih memujiKU, orang2 mukmin yg KUjauhkn harta dunia kpadnya dan KUberi beraneka ragam cobaan dalam hidupnya adalah untuk menebus dosa2nya , sehingga Ia dapat menghadapKU dalm keadaan suci dn Kubalas segala kebaikannya di akhirat nanti.
Berbeda dengan orang2 kafir,
baginya kebaikan dunia, berikut kelapangan rizki dan jauh dari cobaan adalah imbaln kebaikannya di dunia, hingga nanti kembali
kepadaKU dalam keadaan habis kebaikan dan tersisa kburukannya, sehingga AKU akan dengan mudah
menyiksa nya kelak di neraka.
Bahkan dalam hadist diriwayatkan ketika anak seorang hamba meninggl dunia,
Allah SWT bertanya kpda malaikat , apa yang diucapkan hambaku ketika ia menerima musibah ini ?
lalu malaikat menjawab : “ Ia
memujiMu dan bersyukur kepada MU , serta mengucapkan : “ Innalillahi Wa’innaa Ilaihi Ro’jiun “ Sesungguhnya kita
kepunyaan Allah , dan kita akan pulang kepadaNYa ( Al Baqarah 156)
Lalu Allah berseru : “ Bangunlah sebuah rumah untuk hambaKU di surga, dan sebutlah “ Baitul Hamdi “(Zubdatul Wa’idhin)
Ibnu Mubarak menjelaskan :
“ Musibah itu satu , dan jika yang menerimanya tidak ikhlas/ridho, berarti mengembang menjadi 2, yaitu musibah itu sendiri dan
hilangnya pahala musibah, dan terakhir inilah sebesar-besarnya musibah.
“Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan drajat hamba-Nya sebagai wujud kasih sayang-Nya. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah
menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu." (HR Thabrani)
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata,
"Aku bertanya kepada Rasulullah Saw,
"Ya Rasulullah, siapakah orang yng paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi Saw menjawab,
"Para nabi kemudian yang meniru
(menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu
(ringan) dn bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Sorang diuji terus-menerus sehingga dia ber jalan di muka bumi bersih dri dosa-dosa. (HR. Bukhari) Segala Ilmu dan kebenarn adalah milik Allah semata .
Disarikan dari Kitab Durratun Nasihin (Bab Contoh Kesabaran Nabi Ayub)
Semoga bermanfaat. Wasslam.
Sabar ada 3 macam :
1. Sabar dalm menghadapi musibah /ujian
2. Sabar melakukan taat/beribadah
3. Sabar mengekng diri dari brbuat dosa Pahala masing2 adalah:
1. Siapa yng sabar dlm menghadapi sakit / musibah, ditulis baginya / ditingkatkan kedudukannya 300 derajat , jarak antara derajat satu dan lainnya sejauh langit dan bumi.
2. Siapa yang sabar dalam menjalankan taat / beribadah,
ditingkatkan kedudukannya 600 derajat , jarak antara derajat satu dan lainnya sejauh permukaan / kulit bumi teratas dengan landasan bumi ke tujuh
3. Siapa yang sabar mengekang diri dari berbuat dosa, ditingkatkan
kedudukannya 900 derajat , jarak antara satu dengan yang lainnya sejauh “ARASY dengan BUMI “
(Zubdatul Wa’idhin) Hadist riwayat Thabrani dari Ibnu Abas ra, Rasul bersabda :
Siapa yang ditimpa musibah dalam bentuk kehilangan harta atau menderta sakit raganya, lalu ia
merahasiakannya dan tidak mengadu kepada sesama manusia, maka adlh Allh akn mngampuninya (Demikian dalam kitab Jami’ush Shaghir) Dalam riwayat Imam Abu
Laits ( At Tambih), dari Ibnu Abbas :
Ada salah seorang Nabi mengadu kepada Allah . “
Ya Allah , orang mukmin yang taat beribadah kepadaMu , menjauhi larangMU, Engkau hadapkan pada segala macam ujian dan cobaan. Sedang orang kafir , engkau
bentangkan padanya harta dunia dan Engkau jauhkan dari segala cobaan ” Lalu Allah menjawab :
“ Sesungguhnya hamba2 itu
kepunyaanKU, aneka ragam cobaan juga kepunyaanKU, dan setiap tasbih memujiKU, orang2 mukmin yg KUjauhkn harta dunia kpadnya dan KUberi beraneka ragam cobaan dalam hidupnya adalah untuk menebus dosa2nya , sehingga Ia dapat menghadapKU dalm keadaan suci dn Kubalas segala kebaikannya di akhirat nanti.
Berbeda dengan orang2 kafir,
baginya kebaikan dunia, berikut kelapangan rizki dan jauh dari cobaan adalah imbaln kebaikannya di dunia, hingga nanti kembali
kepadaKU dalam keadaan habis kebaikan dan tersisa kburukannya, sehingga AKU akan dengan mudah
menyiksa nya kelak di neraka.
Bahkan dalam hadist diriwayatkan ketika anak seorang hamba meninggl dunia,
Allah SWT bertanya kpda malaikat , apa yang diucapkan hambaku ketika ia menerima musibah ini ?
lalu malaikat menjawab : “ Ia
memujiMu dan bersyukur kepada MU , serta mengucapkan : “ Innalillahi Wa’innaa Ilaihi Ro’jiun “ Sesungguhnya kita
kepunyaan Allah , dan kita akan pulang kepadaNYa ( Al Baqarah 156)
Lalu Allah berseru : “ Bangunlah sebuah rumah untuk hambaKU di surga, dan sebutlah “ Baitul Hamdi “(Zubdatul Wa’idhin)
Ibnu Mubarak menjelaskan :
“ Musibah itu satu , dan jika yang menerimanya tidak ikhlas/ridho, berarti mengembang menjadi 2, yaitu musibah itu sendiri dan
hilangnya pahala musibah, dan terakhir inilah sebesar-besarnya musibah.
“Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan drajat hamba-Nya sebagai wujud kasih sayang-Nya. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah
menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu." (HR Thabrani)
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata,
"Aku bertanya kepada Rasulullah Saw,
"Ya Rasulullah, siapakah orang yng paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi Saw menjawab,
"Para nabi kemudian yang meniru
(menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu
(ringan) dn bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Sorang diuji terus-menerus sehingga dia ber jalan di muka bumi bersih dri dosa-dosa. (HR. Bukhari) Segala Ilmu dan kebenarn adalah milik Allah semata .
Disarikan dari Kitab Durratun Nasihin (Bab Contoh Kesabaran Nabi Ayub)
Semoga bermanfaat. Wasslam.
Langganan:
Postingan (Atom)
BLOG SAHABATKU B*C
HADITS SHAHIH
HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran



