web widgets

ambil madunya jangan pecahkan sarangnya

 Keramahan tidak akan pernah hinggap disuatu tempat kecuali ia akan  menghiasinya dan ia pun tidak akan pergi  dari sesuatu kecuali akan merusaknya. Bertutur kata yang baik, tersenyum tulus pada sesama , dan menyampaikan sapaan  yang baik ketika bertemu merupakan perhiasan emas  yang dibordirkan pada kain yang yang dikenakan orang-orang yg bhgia.   Semua itu juga menjadi karakter  seorang muslim. Laksana seekor lebah  yang makan dari yang baik dn berperilaku baik  . Ketika hinggp diatas bunga , lebah itu tidak akan merusakknnya karena Allah membe rikan kebaikan  kepada orang yang memiliki kelembutan dan tidk mem brikannya kepada orang yg kjam.   Ada skian banyak orang yang keda tangn mereka membuat leher-lher terjulurkan, semua mata kluar krna ingin mlihat, semua hati mnyambut, semua ruh ingin mengiringi, karna ucapn mreka, cara mreka mngambil dan memberi, cara mereka bertemu dan berpisah disukai smua orang.   Cara mencari kawan mrupkn cabng ilmu yang hanya dimiliki orng-orng yang ramah dan baik. Mereka sllu dn selamanya dikelilingi orang yg lyak nya bulan  dikelilingi cahaya. Jika hadir , mereka menjadi sumber kegembiraan dan cengkrama. Jika pergi mereka selalu ditanyakn dan didoakan.   Kami terjaga ktika rom bongan terpejam Dan malam bgitu larut Engkaulah bahan pmbicaraan kafilah itu  disetiap persinggahan. Orang yang bahagia ini memiliki landasan  akhlak yang tertuang dalam, DN TIDAKLH  SAMA KEBAIKAN DENGAN KEJAHATAN. TOLAKLAH  KEJA HATAN ITU) DENGAN CARA YNG LBIH BAIK, MAKA TIBA-TIBA ORANG YANG ANTARaMU  DN ANTARA DIA ADA PER MUSUHAN SEOLAH OLAH TELH MNJDI TEMAN YANG SANGAT SETIA ( QS Fushilat (41) :34)   Mereka selalu meredm dendam dengan klembutn mereka yang mengsalutkan, dngan kasih sayang mereka yang hangat, dan jiwa pemaaf mereka yng tulus. Mereka dngn senang hati mlupakn kejelekan org lain dn mengabadikn kebaikannya.  Mrka sring mndapat kan ucapn yang tidak enak , nmun tidak pernh masuk kedalam telinga mereka, bahkan pergi jauh takkan kembali lagi. Mereka selalu merasa tentrm. Orng lainpun merasa aman bersama mereka. Orng-orng Islam selamat dari gangguannya. Sorang muslim adalah orang yang orang orang islam lainnya  selamat dari lidah dn tngannya. Sorang mukmin adalah  seseorang yg orang-orang mukmin lainnya mrsa aman trhadp  darh dn harta mereka dari ulahnya Allah telah memerintahkn kepadaku untuk menyambung  prsaudaraan dengan  orang yang memutuskan persaudaraan denganku, mmaafkn orang yang telah menganiayaku, dn memberi orang yang tidak mau memberiku Dan orang –orang yang menahn amarhnya dan memaafkn (kesalahan ) Orang” (QS Ali Imran :134). Berilah kabar baik kpd merka dengan balasan  di dunia berupa ketentramn hati, kebahagiaan jiwa, dan ktentramn  perasaan.   Barang siapa yang mau berdamai dengan orang lain, maka ia akn slamat dari cela mereka. Dia akan tidur dengan penuh bahagia dan nyenyak.  Gem birakan mereka juga  dengn pahala akhirat  yang benar disisi  Tuhan Yang Maha Pengampun, dlm kebun dan sungai, dalam tempat duduk kaum jujur di sisi Sang Raja Yang Maha Kuasa   *** ( Dr Aidh bin Al-Qarni  “Be Your Self”)

BC 28902010.
JAHUWOTI S.

perbedaan antara ilmu dan ma.rifat.

BY : LENTERA SUFI Imam Al-Ghazali

Ma’rifat adalah maqam kedekatan ( qurb) itu sendiri yakni maqam yang memiliki daya tarik dan yang memberi pengaruh pada kalbu, yang lantas berpengaruh pada seluruh aktivitas jasmani (jawarih). `Ilm (ilmu) tentang sesuatu adalah seperti “melihat api” sebagai contoh, sedangkan ma`rifat adalah “menghangatkan diri dengan api”. Menurut bahasa, ma`rifat adalah pengetahuan yang tidak ada lagi keraguan di dalamnya. Adapun menurut istilah yang sering dipakai menunjukkan ilmu pengetahuan tentang apa saja (nakirah). Menurut istilah Sufi, ma`rifat adalah pengetahuan yang tidak ada lagi keraguan, apabila yang berkaitan dengan objek pengetahuan itu adalah Dzat Allah swt. dan Sifat-sifat-Nya. Jika ditanya, `Apa yang disebut ma`rifat Dzat dan apa pula ma’rifat Sifat?” Maka dijawab bahwa ma’rifat Dzat adalah mengetahui bahwa sesungguhnya Allah swt. adalah Wujud Yang Esa, Tunggal, Dzat dan “sesuatu” Yang Mahaagung, Mandiri dengan Sendiri-Nya dan tidak satu pun yang menyerupai-Nya. Sedangkan ma’rifat Sifat adalah mengetahui sesungguhnya Allah swt. Maha Hidup, Maha Mengetahui, Mahakuasa, Maha Mendengar dan Maha Melihat, dan seluruh Sifat-sifat Keparipurnaan lainnya. Kalau ditanya, `Apa rahasia ma`ri fat?” Rahasia dan ruhnya adalah tauhid. Yaitu, jika anda telah menyucikan sifat- sifat Mahahidup, Ilm (Ilmu), Qudrah, Iradah, Sama ; Bashar dan Kalam Allah dari segala keserupaan dengan sifat- sifat makhluk [dengan penegasan bahwa tiada satu pun yang menyamai- Nya]. Lalu, apa tanda-tanda ma`rifat? Tanda- tandanya adalah hidupnya kalbu bersama Allah swt. Allah swt. mewahyukan kepada Nabi Dawud a.s., “Mengertikah engkau, apakah ma’rifat- Ku itu?” Dawud menjawab, “Tldak.” Allah berfirman, “Hidupnya kalbu dalam musyahadah kepada-Ku. “ Kalau ditanya, “Tahap atau maqam manakah yang dapat disahkan sebagai ma `rifat yang hakiki?” [Jawabnya] adalah tahap musyahadah ( penyaksian) dan ru’yat (melihat) dengan sirr qalbu. Hamba melihat untuk mencapai ma’rifat. Karena ma’ rifat yang hakiki ada dalam dimensi batin pada iradah, kemudian Allah swt. menghilangkan sebagian tirai (hijab), lantas kepada mereka diperlihatkan nur Dzat-Nya dan Sifat-sifat-Nya dari balik hijab itu agar mereka sampai pada ma’ rifat kepada Allah swt. Hijab itu tidak dibukakan seluruhnya, agar yang melihat-Nya tidak terbakar. Sang Sufi bersyair dengan ungkapan pencapaian pada tahap spiritual tertentu : Seandainya Aku tampak tanpa hijab Pastilah seluruh makhluk sempurna Namun hijab itu amat halus Agar merevitalisasi kalbu para hamba yang `asyiq. Ketahuilah, bahwa manifestasi (tajalli) keagungan melahirkan rasa takut ( khauf) dan keterpesonaan (haibah). Sedangkan manifestasi keelokan (al- Hasan) dan Keindahan (al-Jamal) melahirkan keasyikan. Sementara manifestasi Sifat-sifat Allah melahirkan mahabbah. Dan manifestasi Dzat meniscayakan lahirnya penegasan keesaan (tauhid). Sebagian ahli ma’rifat berkata, “Demi Allah, tidak seorang pun yang mencari dunia, selain orang itu dibutakan kalbunya oleh Allah, dan dibatalkan amalnya. Sesungguhnya Allah menciptakan dunia sebagai kegelapan, dan menjadikan matahari sebagai cahaya. Allah menjadikan kalbu juga gelap, lalu dijadikan ma’rifat sebagai cahayanya. Apabila awan telah tiba, cahaya matahari akan terhalang. Begitupun ketika kecintaan dunia tiba, cahaya ma’rifat akan terhalang dari kalbu.” Ada pula yang mengatakan, “Hakikat ma’rifat adalah cahaya yang dikaruniakan di dalam kalbu Mukmin, dan tiada yang lebih mulia dalam khazanah kecuali ma’rifat.” Sebagian Sufi berkata, “Matahari kalbu Sang `Arif lebih terang dan bercahaya dibandingkan matahari di siang hari. Karena matahari pada siang hari kemungkinan menjadi gelap karena gerhana, sedangkan matahari kalbu tiada pernah mengalami peristiwa gerhana (kusuf). Matahari siang tenggelam ketika malam, namun tidak demikian pada matahari kalbu.” Mereka mendendangkan syair: Matahari siang tenggelam di waktu senja matahari kalbu tiada pernah tenggelam Siapa yang mencintai Sang Kekasih `Kan terbang sayap rindunya menemui Kekasihnya. Dzun Nun berkata bahwa hakikat ma’ rifat adalah penglihatan al-Haq atas rahasia-rahasia relung kalbu melalui perantaraan (muwashalah) Kilatan- kilatan lembut (latha’if) cahaya- cahaya: Bagi orang `arifin, terdapat kalbu-kalbu yang diperlihatkan Cahaya Ilahi dengan rahasia di atas rahasia Yang terdapat dalam berbagai hijab Tuli dari makhluk, buta dari pandangan mereka Bisu dari berucap dalam klaim-klaim dusta. Sebagian di antara mereka ditanyai, “ Kapankah seorang hamba mengetahui bahwa dia telah mencapai ma’rifat yang hakiki?” Dijawab, “Tatkala dia mencapai tahapan tidak menemukan dalam kalbunya sedikit pun ruang bagi selain Tuhannya.” Sebagian Sufi ada pula yang berkata, “ Hakikat ma’rifat adalah musyahadah kepada Yang Haq tanpa perantara, tanpa bisa diungkapkan, tanpa ada keraguan (syubhah).” Seperti ketika Amirul-Mukminin Ali bin Abi Thalib r.a. ditanya, “Wahai Amirul-Mukminin, apakah yang anda sembah itu yang dapat anda lihat atau tidak dapat anda lihat?” “Bukan begitu, bahkan aku menyembah Yang aku lihat, bukan dengan penglihatan mata, tetapi penglihatan kalbu,” jawab Ali. Ja’far ash-Shadiq ditanya, “Apakah anda pernah melihat Allah swt.?” “Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak bisa kulihati” Ditanyakan lagi, “ Bagaimana anda melihat-Nya, padahal Dia tidak dapat dilihat mata?” Ja’far menjawab, “Mata penglihatan fisik tidak bisa melihat-Nya, tetapi mata batin (al-qulub) dapat melihat-Nya melalui hakikat iman. Tidak diketahui melalui penginderaan dan tidak pula dianalogikan dengan manusia.” Sebagian `arifin ditanya seputar hakikat ma’rifat. Mereka berkata, “Menyucikan sirr (rahasia) kalbu dari segala kehendak ‘ dan meninggalkan kebiasaan sehari-hari, tentramnya kalbu kepada Allah swt. tanpa ada ganjalan (`alaqah), berhenti dari sikap berpaling dari Allah swt. dan menuju selain Allah swt. Mustahil, ma’rifat kepada substansi Dzat-Nya dan Sifat- sifat-Nya, dan tidak akan diketahui siapa Dia, kecuali melalui Dia sendiri, Yng Mahaluhur, Mahatinggi, serta Kemuliaan hanya kepada Diri-Nya saja.

Pohon Ma'rifat

BY : LENTERA SUFI Syeikh Ahmad ar-Rifa'y

Rasulullah Saw bersabda: “Aku datangi pintu surga di hari qiyamat, lalu aku dibukakan. Maka sang penjaga syurga bertanya, “Siapa anda?” Aku katakan, “Muhammad,”. Lalu dia berkata, “Demi dirimulah aku diperintahkan agar tidak membuka (pintu surga) bagi siapa pun sebelum dirimu…” Ahlul Ilmi Billah (para Ulama Billah) telah mengetahui bahwa surga adalah pintu kebajikan Ilahi yg abadi. Tidak akan dibuka kecuali dibuka oleh Kanjeng Nabi Muhammad saw, dan dialah sang pembuka bagi kebaikan dunia dan akhirat. Mengetahui akan perilakunya merupakan rahasia pengetahuan pada Allah Ta’ala. Siapa yg ingin dibukakan pintu- pintu kebaikan dunia dan akhirat, ia harus menggantung padanya. Karena disana tersembunyi rahasia ma’rifat. Hakekat ilmu ma’rifat Ilmu ma’rifat adalah ilmu tentang Allah Ta’ala. Yaitu Cahaya dari Cahaya-cahaya Yang Maha Agung, dan perilaku dari berbagai perilaku utama. Dgn pengetahuan ma’rifat itu Allah memuliakan hati para ulama’,lalu Allah merias dgn keindahanNya dan keagunganNya. Dgn ma’rifat pula, Allah mengistimewakan ahli kewalian dan pecintaNya. Dgn ma’rifat, Allah memuliakannya di atas seluruh ilmu manapun. Manusia, mayoritas alpa atas kemuliaan ma’rifat, bodoh atas kelembutan- kelembutan ma’rifat,lupa atas keagungan getarannya, apalagi mereka juga lupa atas makna- makna terdalamnya, yg tak akan ditemui kecuali oleh orang yg memiliki hati yg berserasi denganNya. Ilmu ma’rifat ini merupakan asas, dasar, dimana seluruh ilmu pengetahuan dibangun. Dengannya pula kebajikan dua rumah dunia dan akhirat tergapai, kemuliaan terengkuh. Dgn ilmu ma’rifat, aib-aib diri terkuak.Anugerah Ilahi dikenal, keagunganNya diketahui, begitu pula keparipurnaan KuasaNya. Dgn ilmu ma’rifat itu, rahasia hamba terbang dgn sayap-sayap ma’rifat, dalam kelembutan sutera Qudrat, berjalan menuju pangkal kemuliaan. Berwisata di taman Al- Quds. Maka seluruh ilmu ketika tidak berpadu dgn ma’rifat tidak akan pernah sempurna. Dan amal perbuatan tidak akan rusak kecuali jika ilmu ma’rifat itu sirna. Tak ada yg menghuni pengetahuan itu kecuali hati yg dipandang oleh Allah, dgn pandangan Kasih Sayang.Lalu Allah meneteskan hujan penghayatan / pemahaman yg dalam,lalu menabur aroma yaqin dan kecerdasan.Allah menjadikannya sebagai tempat akal dan firasat, menyucikannya dari kotoran kebodohan dan kealpaan, meneranginya dgn cahaya ilmu dan hikmah. Allah swt berfirman: Allah meninggikan derajat orang2 yg beriman dari kalian, dan orang2 yg diberi ilmu (tentang Allah). Setiap arif pastilah takut penuh rasa cinta dan bertaqwa menurut kadar pengetahuannya pada Allah ta’ala, karena firmanNya:“ Sesungguhnya yg takut penuh cinta pada Allah dari hamba- hambaNya adalah para Ulama ( billah)”. Dgn cahayaNya godaan syetan bisa dikenal, sekaligus bisa menjadi pertahanan atas tindak maksiat dan dosa, peringatan bagi bencana-bencana hasrat.Allah swt, berfirman: “Bukankah orang yg dilapangkan dadanya oleh Allah bagi Islam adalah orang yg berada dalam pancaran cahaya Tuhannya?” “Siapa pun yg Allah tidak menjadikan baginya cahaya, maka baginya tidak mendapatkan cahaya.” Dalam hadits dijelaskan, “ Sebagian ilmu ada yg seperti perbendaharaan terpendam, dimana tidak diketahui kecuali oleh ahlul ilmi (Ulama) Billah, dan tidak diingkari kecuali oleh kalangan yg terkena tipu daya. Ada seseorang datang kepada Nabi saw, lalu bertanya, “Amal apakah paling utama?” Nabi saw, menjawab, “Ma’rifatullah/ Mengetahui Allah.” Hamba-hamba utama Diriwayatkan bahwa Nabi Musa as, bermunajat, “Ya Tuhan, manakah hamba-hamba paling banyak kebajikannya dan paling tinggi derajatnya dihadapanMu?” Allah menjawab, “Yang paling mengetahuiKu…” Imam Ali bin Abi Thalib Karromallahu wajhah mengatakan, “Orang yg paling tahu Allah, adalah yg paling dahsyat pengagungannya, karena menghormati Laa Ilaaha Illallah…” Abu ad-Darda’ ra, menegaskan, “ Siapa yg bertambah ilmunya tentang Allah, akan bertambah rasa malunya…” Diriwayatkan bahwa Allah Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Dawud as, “Wahai Dawud, engkau tahu ilmu yg bermanfaat?” “Oh Tuhanku, apakah ilmu yg bermanfaat itu?” jawab Dawud. “Hendaknya engkau mengenal KebesaranKu, KeagunganKu, KetaktertandingiKu, dan Kesempurnaan KuasaKu atas segala sesuatu. Itulah yg membuatmu dekat padaKu. Dan Aku tidak menyilahkan orang yg bertemu denganKu dgn kebodohan…” jawab Allah Ta’ala. Muhammad bin al-Fadhl as- Samarqandy ra, ditanya, “Apakah yg disebut mengetahui Allah itu?” “Hendaknya anda melihat bahwa ketentuanNya pada makhluk itu pasti, segala mudharat, manfaat, kemuliaan dan kehinaan itu dariNya. Dan anda melihat diri anda hanya untuk Allah. Segala sesuatu ada di GenggamanNya. Jangan memilih pilihan dari dirimu, bukan pilihanNya, dan anda berbuat benar-benar hanya bagi ikhlas Allah.” jawab beliau. Hai anak-anakku sekalian…tekunlah dalam menggali ilmu rahasia. Anda harus membenci dunia, dan kenalilah kehormatan orang-orang saleh. Hukumi perkaramu untuk kematian.Allah Ta’ala berfirman: “Dan katakanlah, “Tuhanku, tambahilah diriku ilmu..” “Dan Allah memberikan ilmu padamu, pengetahuan yg belum pernah engkau tahu.” “Dan Kami telah memberikan pengajaran ilmu kepadanya dari Sisi Kami.” “Orang-orang yg berjuang tekun di dalam Kami, maka Kami akan memberikan petunjuk jalan-jalan kami…” Betapa banyak orang yg meriwayatkan hadits, tetapi dia bodoh terhadap Allah. Sesungguhnya ilmu ma’rifat itu merupakan anugerah Allah Ta’ala, diberikan olehNya kepada orang yg dipilih dari makhlukNya, dan dipilihnya untuk dekat denganNya. Dalam hadits disebutkan, “Ilmu itu ada dua: Ilmu ucapan, yaitu argumentasi Allah atas hamba- hambaNya. Dan ilmu hati, yaitu ilmu yg tinggi, dimana seorang hamba Allah tak pernah merasa takut dan cinta pada Allah, kecuali dgn ilmu itu.” Beliau nabi saw, juga bersabda: “Yang paling dalam rasa takut dan cintanya kepada Allah adalah yg paling mengenal Allah.” Derajat Ulama Sufyan At-Tsaury mengatakan: Ulama itu terbagi jadi tiga: 1. Orang alim yg tahu perkara Allah, tapi tidak tahu Allah. Itulah alim yg dusta, yg tidak layak baginya kecuali neraka! 2. Orang alim yg mengenal Allah, tapi tidak mengenal perkara Allah, itulah alim yg masih kurang. 3. Orang alim yg mengenal Allah dan mengenal perkara Allah, itulah yg disebut Ulama sempurna. Sebagaian orang arif ditanya, “Apa jalan ma’rifat pada Allah itu?” “Allah tidak dikenal dgn segala sesuatu. Tetapi segala sesuatu dikenal melalui Allah, sebagaimana Dzun Nuun al-Mishry ra, mengatakan, ‘Aku mengenal Allah melalui Allah, dan mengenal selain Allah melalui Cahaya Allah.” Jawabnya. Nabi Ibrahim as, bermunajat, “ Ilahi, jika bukan karena Engkau, bagaimana aku mengenal siapa DiriMu..” Hal senada juga disampaikan Rabiah al-Adawiyah, ketika bertanya kepada Dzun Nuun al- Mushry ra, “Bagaima engkau kenal Allah?” “Allah melimpahi rizki rasa malu padaku, dan memberikan pakaian muroqobah padaku. Ketika aku susah dgn musibah, aku mengingat kebesaran Allah, lalu aku sangat malu padaNya..”, jawab Dzun Nuun. Pohon Mari’fat Metafora Ma’rifat itu seperti pohon yg memiliki enam cabang. Akarnya kokoh di bumi yaqin dan pembenaran, dan cabang- cabangnya tegak dgn iman dan tauhid. Cabang pertama: Khauf (rasa takut) dan Raja’ (harapan pada anugerah-rahmatNya) yg disertai dgn cabang perenungan. Cabang kedua : berlaku benar dan serasi dgn kehendak Allah, yg disertai dgn cabang Ikhlas. Cabang ketiga : Khasysyah (takut penuh cinta) dan menangis, yg disertai dgn cabang Taqwa. Cabang keempat: Qana’ah ( menerima pemberian Allah) dan ridlo, yg disertai cabang Tawakkal. Cabang kelima : Pengagungan dan rasa malu yg disertai dgn cabang ketentraman. Cabang keenam : Istiqomah dan berselaras dgn Allah yg disertai dgn cabang cinta dan kasih. Setiap cabang dari masing-masing akan bercabang pula sampai tiada hingga dalam jumlah kebaikan, dalam tindakan benar dan perbuatan, kemesraan berdekat – dekat dgn Allah, kesunyian Qurbah, kebeningan waktu dan segala sepadan yg tak bisa disifati oleh siapa pun jua. Di setiap cabang yg ada akan berbuah berbagai macam, yg satu sama lainnya tidak sama, rasanya, yg di bawahnya ada cahaya- cahaya taufiqNya, yg mengalir dari sumber anugerah dan pertolonganNya. Dalam hal ini manusia berpaut-paut dalam derajat dan berbeda-beda dalam kondisi ruhani. Diantara mereka : 1. Ada yg mengambil cabangnya saja, tapi alpa dari akarnya, tertutup dari pohonnya dan tertirai dari rasa manis buahnya. 2. Ada yg hanya berpegang teguh pada cabangnya belaka. 3. Ada yg pula yg berpegang pada akar aslinya, dan meraih semuanya (pohon, cabang dan buah) tanpa sedikit pun menoleh pada semuanya, tetapi hanya memandang yg memilikinya, Sang Penciptanya. Siapa yg tak memiliki cahaya dalam lampu pertolongan Ilahi, walaupun telah mengumpulkan, mengkaji semua kitab dan hadits, kisah-kisah, maka tidak akan bertambah kecuali malah jauh dan lari dari Allah, sebagaimana keledai yg memikul buku-buku. Ada seseorang yg datang kepada Imam Ali Karromallahu Wajhah: “Ajari aku tentang ilmu-ilmu rahasia…”pintanya. “Apa yg kau perbuat perihal ilmu utama?” kata imam Ali. “Apakah pangkal utama ilmu?” orang itu balik bertanya. “Apakah kamu mengenal Tuhanmu?” Tanya beliau. “Ya..” jawabnya. “Apa yg sudah kau lakukan dalam menjalankan kewajibanNya?” “Masya Allah…” jawab orang itu. “Berangkatlah dan teguhkan dgn itu (hak dan kewajiban), jika kamu sudah kokoh benar, kamu baru datang kemari, kamu akan saya ajari ilmu-ilmu rahasia…” Jawab beliau. Ada yg mengatakan, “Perbedaan antara ilmu ma’rifat dan ilmu lainnya adalah seperti perbedaan antara hidup dan mati
JS:BC

memahami diri sendiri

Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata mema hami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secra fisik saja, umpama tidk ada cermin atau semisal itu, mka mnusia gagal mmahami wajh dirinya sndiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga mnusia dngn sarana kaca itu, secra fisik bisa melihat dirinya endiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sbaliknya bisa diliht mllui alat itu. Utk mengetahui aspek non fisik, mislnya tingkt kecer dasan seseorang, mk para ahli telah berusaha membuat alat ukurnya. Skalipun tidak persis, alat ukur itu telah digunakan untuk mmenuhi kebutuhnnya. Sedangkan untuk mengukur keluasan pngethuan sseorang, telah dikembangkan berbagai macam test, berupa soal-soal atau pertanyaan- pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh mereka yg sedang ditest. Atas dasar jawaban-jawaban itu, maka ditentukan tingkat keluasan pngethuannya. Slain itu juga telah dirumuskan alat untuk mengukur sikap, bakat, dan perilaku. Sekalipun tidak selalu didapat kesimpuln scara persis, namun hasilnya bisa digunakan untuk memahami, --------pada tingkat tertentu, diri atau pribdi ssorng. Bidang ini biasanya ditekuni oleh orng orang psikologi. Berdasarkan pengtahuan yg dikuasai, mrka mlakukn pkrjaan professional di bidang itu. Apa yg dilkukan, baik oleh guru tatkla mmbuat soal ujian ataupun juga para ahli psikologi dalam membuat instrumen instrumn pngukran hanyalah digunakn utk menge tahui kemampuan, jiwa atau perilaku orang lain. Istrumen yang dihasilkan itu bukn untk mengetahui dirinya sendiri. Siapapun, tidak akan mampu memahami dirinya sndiri. Oleh krn itu jika ingin mngethuinya, maka selalu mmerlukn bntuan orang lain. Mnusia mllui kgiatn riset yg ditopang oleh alat alat laboratorium yg modern telah berhasil mengungkap rahasia alam. Apa yang dahulu tidak pernah trbayangkan, ternyata dengan kemajuan ilmu penge tahuan dn teknologi, mk rhsia alam berhasil dapat diketahui oleh manusia. Nmun dmikian, ternyata pengetahuan tntang manusia, -----apalagi tentang dirinya sendiri, ...tidak secepat diperoleh sebagaimana ketika memahami alam.... Kegagalan manusia dlm mmahmi dirinya sendiri selalu menjadi sumber kegagalan dlm mngembngkan aspek khidupn yang lebih luas. Seorang yang merasa hebat, cakap, dikenl luas, artinya tidk tahu akan posisi dirinya yang sebenarnya, akhirnya mngalmi kesalahan dalam mengambil keputusan. Orang mengatakan di atas langit masih ada langit. Bahkn dlm kitab suci al Qur'an dikatakan bhw lngit itu brlapis tujuh. Artinya, hrus sllu menya dari bhw masih ada orang lain yang lebih hebat di ats dirinya. Sebatas untuk mengetahui ten tang diri sndiri, trnyta memng tidak mudh bgi siapapun. Untk mengetahui diri ssorang selalu memerlukn bntuan orang lain. Namun org lain pun tidk mudh memberithukannya. Seringkali orang menjdi trsinggung, atau bahkan menjadi sakit hati, dan marah jika ditunjukkan atas ke salahan dan kekurangannya. Manusia pada umumnya, lebih suka ditunjukkn kebaikan dan kelebihan tentang dirinya, dan sebliknya, tidak menyukai jika orang lain mnyebut kkurangn dan kelemahannya. Al Qur'an dan hadits nabi memberikan informasi banyak tntang siapa manusia ini. Jika kita mmbaca surat al Baqoroh mislnya, Allh swt. sjak di awal surat itu men jelaskan tntng watak, karakter dan perilaku mnusia. Stidknya ada 3 ktegori mnusia, kduanya berada pada posisi jelas, yaitu orng yg disebut sebagai orang orang muttaqien dan org orag kafirien. Tetapi trnyta ada satu kelompok lagi lainnya yg tidak jelas, yaitu kaum munafiqien, yakni orng- orang yang selalu menampakkan diri pada posisi tidak jelas. Setelah membaca surt al Baqoroh brulang ulang, lalu mrenung-renungkan kem bali dan kemudian melihat ber bagai kenyataan dlm khidupan ini, trnyta mmang tidak mudh mnusia dipahmi. Maka pntaslh jika di awal surat itu pula, diki sahkan bhwa Mlaikat mlakukn semacam protes, tatkala Allah swt., akan mnciptakn makhluk yang diebut manusia ini. Krna keterbatasannya itu, manusia selalu memiliki sifat salah dan lupa. Mereka mengejar-ngejar kmjuan, trnyata justru kemun duran yang didapat. ...Banyak orang mengejar kekayaan dan juga kekuasaan, namun harta dan kekayaannya yang didapt itu justru mencelakan dirinya. Seseorang dianggap teman,... ternyta justru brperan sebagai musuh. Petugas memberantas korupsi, trnyata justru mlkukn penyimpangan lebih bsar lagi. Hal-hal semacam itu sllu trjadi dalam kehidupan, krn manusia seringkali tampk dalam wajah yang tidak sebenarnya. Akibat nya bnyak orang keliru, ttkala melihat kehidupan orang lain dn bahkan juga suatu bangsa. Kemajuan orang lain dan juga suatu bangsa hnya dilihat dan diukur melalui ukuran-ukuran yang sederhana,misalnya dari jumlah kekayaan yng didapat, kekuatan militer, dan teknolo ginya. Padahal belum tentu ke kuatn itu mmberikn mnfaatan, tidk terkecuali bagi dirinya sen diri. Islam, agama yang dibwa oleh Muhammd saw., memiliki ukuran sendiri dalam menentu kan keberhasilan hidup ssorng dan bahkan juga keberhasilan suatu bangsa. Ukuran itu ialah brupa keimanan, amal sholeh, akhlak dn atau ketaqwaannya. Tolak ukur ini jauh lebih mulia, tidak sebatas perolehan yang hnya brupa benda fisik, melain kan sesuatu yang benar-benar menyelamtkan dan membaha giakan manusia dn bhkn smua mkhluk dan jagad raya ini. Ats dasar ukuran-ukurn kberhasiln hidup yang saya tangkap dari petunjuk kitab suci itu, maka seringkli saya mrenung, bhwa jangan- jangan justru bangsa kita ini ssungguhnya telah me raih tingkat kemajuan yg sebe narnya. Hanya saja, kemajuan itu tidak kita kenali spnuhnya, atau dalm bhasa Islam kurang kita syukuri, karena memang bersyukur dan mengenal diri sndiri itu sulitnya bukan main.

Para Istri Rasulullah sallahu 'alaihi Wasallam berikut keterangan nya


Ini para Istri Rasulullah saw. Lihat keterangnnya disini ych.

***************************
¤¤¤¤¤ yang pertama ¤¤¤¤¤
Khadijah binta Khuwalid

***************************
¤¤¤¤¤ dan yang ke dua ¤¤¤¤
ZAINAB BINTI KHUZAIMAH

****************************
¤¤¤ dan ini yang ke tiga ¤¤¤
'Aisyah binti Abu Bakar

***************************
¤¤¤ berikut yg ke empat ¤¤¤
HAFSAH BINTI 'UMAR

***************************
¤¤¤¤ lalu yang ke lima ¤¤¤¤
JUWAIRIAH BINTI HARITS

***************************
¤¤¤ berikut yang ke enam ¤¤¤
MAIMUNAH BINTI HARITS

***************************
¤¤¤ berikut yang ke tujuh ¤¤¤
ISMARIAH ALQIBTIAH

**************************
¤¤¤ lalu yang ke delapan ¤¤¤
SAUDAH BINTI ZAM'AH

**************************
¤¤¤ lalu yang ke sembilan ¤¤¤
SOFIAH BINTI HUYAI

**************************
¤¤¤ lalu yang ke sepuluh ¤¤¤
UMMU HABIBAH BNT ABU SOFYAN

**************************
¤¤¤ lalu yang ke sebelas ¤¤¤
UM MU SA LA MAH

**************************
¤¤¤ yang ke dua belas ¤¤¤
ZAI NAB BINTI JAHSY

KHALIFA ARRASYIDIN


Abu Bakar Ashshiddiq tidk ada keterangan disini**#


######silahkan klik#####
UMAR AL-KHATTHAB


****####dan ini klik####*****
UTSMAN BIN AFFAN


****####dan ini klik####****
ALI BIN ABU THALIB

semoga bermamfaat bagi kita smua untuk mengetahui para pembela Islam jaman dahulu.

hukum zakat emas bagi wanita

Apakah harus dikeluarkn zakat dari emas yang diproyeksikan wanita hanya sbgai perhiasan dan untk dipakai, bukan untuk diperjual belikan? :::Jawab :: Ada perbedaan pendapat ten tang wajibnya zakat pada per hiasan wanita jika telah men capai nishab dn tdk diproyek sikan untuk prdagangan. Yang benar adlah bahwa harus dike luarkn zakatnya jika telah men capai nishab walaupun hanya untuk dipakai dn hnya sebagai per-hiasan. Nishab emas adalh 20 mitsqal, kadar zakatnya 11 3/7 junaih Saudi. Jika prhiasan itu kurang dr jumlah itu, maka tidak ada zakatnya, kecuali jika diproyeksikan utk prdagangan maka scra mutlk ada zakatnya jika mencapai nishabnya, baik brupa emas maupun prak. Dlil wajibnya zakat pada perhiasan yg berupa emas dn perak yang dialokasikn untuk dipakai adlh keumumn cakupan sabda Nabi Saw
اَم ْنِم
ِبِحاَص
ٍبَهَذ َو
َال ٍةَّضِف
َال
ْيِّدَؤُي
اَهَتاَكَز
َّالِإ اَذِإ
َناَك َمْوَي
ِةَماَيِقلا
ْتَحِّفُص
ُهَل
ُحِئاَفَص
ْنِم ٍراَن
َيِمْحُأَف
اَهْيَلَع
ْيِف ِراَن
َمَّنَهَج
ىَوْكُيَف
اَهِب
ُهُبْنَج
ُهُنْيِبَجَو
َهُرْهَظَو.
Siapa saja yang memiliki emas dan perak lalu tidak dikluarkan zakatnya maka pda hri Kiamat nanti akn dibntangkn baginya lempengn dri api lalu dipnaskn dalam neraka kemudian dahi-dahi mreka, lmbung dan pung gung mereka dibakar dengan-nya. (Al-Hadits). ( HR. Muslim, kitab Az-Zakah (987).) Hadits Abdullh bin Amr bin Al'Ash: ra Bahwa se orang wanita dtang kepada Rasulullah saw, wanita itu bersma putrinya yg menge nakan dua gelang emas yang bsar di tngannya, maka beliau bertanya kepadanya, َأ
َنْيِطْعُت
َةاَكَز
؟اَذَه
Apakah engkau mengeluarkan zakatnya? Wnita itu menjawb,“Tidak.” Beliau bersabda,َأ ِكُّرُسَي
ْنَأ
ِكَرِّوَسُي
ُهللا
اَمِهِب
َمْوَي
ِةَماَيِقلا
ِنْيَراَوِس
ْنِم ؟ٍراَن
Apakh engkau senang bila Allh mengenakan gelang padamu karena kedua gelang tersebut pada hari kiamat nanti dengan dua gelang yang terbuat dari api? Maka wnita itu pun lang sung melepaskn kedua gelang tersebut lalu menjatuhkannya kepad Nabi SAW sambil menga takan, Kedua gelang itu untuk Allh SWT dn RasulNya.( Diriwa yatkan oleh Abu Dawud, kitab Az-Zakah(1563)dan AnNasa'i, ktab A-Zakah (5/38) dengan isnad hasan.)”Hadits Ummu Salamah R.a, ia berkata,“Aku mengenakan gelang- gelang kaki yg terbuat dari emas, lalu aku berkata, Wahai Rasulullah, apakah ini termasuk harta sim panan?’ Beliau menjawab, اَم َغَلَب
ْنَأ
ىَّكَزُي
َيِّكُزَف
َسْيَلَف
ٍزْنَكِب.
Barng apa saja yang telah men capai nishab lalu dikeluarkan zakatnya maka tidak termasuk kanz (hrta simpanan).( Diriwa yatkAn oleh Abu Dawud, kitab Az- Zakah (1564) dan Ad-Daru Quthni sprti itu (2/105), disha hihkan oleh Al-Hakim (1/390).)Beliau tidak mengatakan,Tdk ada zakat pda prhiasn.Adapun riwayat yg mnyebutkan bhwa Nabi SAW mengatakan, Tidak ada zakat pada perhiasan. adlh hadits lemah, tidak boleh digu nakan untuk dipertentangkan dengan yang pokok dan tidak juga dngn hdits- hdits shahih. Hanya Allahlh pmbri petunjuk. ( Masa’il wa Fatawa fi Zakatil Huliy, Al-Lajnah Ad- Da’imah, hal. 20-22. )

BLOG SAHABATKU B*C



HADITS SHAHIH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).

HITAM DI DAHI PERLU DI WASPADAI
SELAMAT ULANG TAHUN
14 SUMBER BEBERAPA MACAM PENYAKIT
DUA AYAT DI MALAM HARI
TAMBAHAN LAFAD SAYYIDINA
SHALAT YG PALING BERAT DI ANTARA 5 WAKTU
CARA SHALAT BAB BACAAN TASYAHUD AKHIR
LARANGAN MENCACI WAKTU/MASA
UNTUK PARA SUAMI
KESALAHAN KESALAHAN PADA SHALAT JUMA'T
DAHSYAT NYA SURAH AL-IKHLAS
TATA CARA BERDO'A SESUAI TUNTUNAN
PELIHARA JENGGOT ADALAH PERINTAH
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT
Terbentuknya Jagat Raya Menurut Pandangan Al-Quran